Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 59


__ADS_3

Nadira melangkah lebih dulu. Meninggalkan Alby yang masih di dalam ruko. Tak lama netranya mendengar Alby memanggilnya.


" Sayang...jangan ngambek dong. Mas cuma becanda tadi. Maaf gak ngulangi lagi deh."


Ucap Alby tepat di depan Dira. Dira akhirnya mengangguk, dan Alby pun tersenyum lebar. Alby dan Dira kini berada di dalam mobil. Alby mengendarai dengan kecepatan sedang. Sedangkan Dira diam dengan memandang ke arah luar jendela.


" Sayang, kamu masih marah sama Mas."


" Enggak, Mas."


" Trus kamu mikirin apa?"


"Gak ada. Masih jauh ya lokasinya?"


Dira bertanya untuk mengalihkan pembicaraan. Dan Alby pun menjawab bahwa sebentar lagi akan tiba. Setelah berkendara selama tiga puluh lima menit, akhirnya Dira dan Alby tiba di sebuah restoran, dan ternyata Alby sudah lebih dulu memesan tempat, jadi mereka tidak perlu lama mencari tempat kosong. Biasa di saat jam makan siang seperti ini, baik restoran ataupun warung makan sederhana pasti akan di padati pengunjung.


Alby dan Dira duduk di tempat yang Alby inginkan. Sebuah tempat privat room yang hanya untuk mereka berdua. Tak lama setelah mereka duduk, para waiters pun datang untuk menghidangkan makanan yang telah di pesan juga oleh Alby. Beberapa menu sudah tersedia. Membuat Dira bingung, kenapa harus sebanyak ini.

__ADS_1


" Mas, kamu pesan semua ini?"


Alby hanya mengangguk, sedangkan Dira di buat tak percaya.


" Kamu yakin mau makan semua?Ini terlalu banyak untuk kita berdua mas."


" Aku cuma ingin nyenengin kamu, Sayang."


Wajah Dira bersemu merah mendengar Alby memanggilnya sayang. Padahal ini bukan untuk yang pertama kalinya. Namun entah mengapa, selalu saja begitu. Alby yang tahu, setiap kali dirinya menggoda Dira, maka pipinya akan memerah, makin senang menggodanya.


" Sayang, kamu cobain deh."


" Gimana, enak kan? Lagi ya?"


Lagi-lagi Alby menyuapi Dira, hingga akhirnya mereka makan sepiring berdua. Tentu saja dengan sesekali Alby menyuapi Dira. Setelah selesai makan, kini Alby membawa Dira menuju kantornya.


"Mas, kita mau kemana?"

__ADS_1


" Kamu ikut ke kantor mas, setelah itu kita pulang."


Dira tampak bingung, sudah sering kali ia menyerahkan tanggung jawab ol shop pada Dea.


" Tapi, Mas. Aku gak enak sama Dea. Dia udah terlalu sering gantiin aku di ruko."


" Gak papa, Dea pasti paham kok. Kalo gak percaya, kamu hubungi aja Dea."


Akhirnya Dira pun menghubungi Dea, dan jawaban Alby tadi benar, malah Dea menyarankan mereka untuk pergi honeymoon. Setelah berbicara sebentar, Dira pun mengakhiri panggilannya.


Mereka tiba di kantor Alby, dan beberapa karyawan menatap Dira penuh selidik. Siapa wanita yang di gandeng oleh pemimpin mereka. Bahkan sekretaris Alby pun sempat terkejut, melihat Alby yang menggandeng seorang wanita berhijab.


" Perkenalkan ini istri saya, Namanya Nadira. Jadi kalau suatu saat nyonya ini datang ke kantor, kamu sudah tau kan. Kamu perhatian wajahnya baik-baik."


Alby berpesan pada sekretarisnya itu. Lalu Alby pun melenggang masuk ke ruangannya, dengan tetap menggandeng tangan Dira. Dira menatap sekeliling ruangan Alby, ruangan cukup besar,dan ada sofa beserta meja untuk tamu di ruangan itu.


" Sayang, kamu tunggu mas sebentar ya."

__ADS_1


Dira pun duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Dira masih mencari referensi mode gamis yang akan dirancangnya. Sampai suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan mereka.


__ADS_2