Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 72


__ADS_3

Malam ini, Dira, Mama Ratna, Papa Wisnu dan juga Alby menghadiri resepsi pernikahan anak dari teman bisnis Papa Wisnu. Mereka datang dengan mengendarai mobil yang sama. Kini Alby sedang memakirkan mobilnya di tempat yang tersedia. Pesta pernikahan tersebut berada di sebuah hotel berbintang, dan pesta tersebut sangat mewah. Kedua orang tua Alby masuk lebih dahulu, sementara Dira masih setia menunggu Alby.


Alby meminta Dira menggandeng tangannya. Dira pun dengan senang hati melakukan permintaan Alby. Mata Dira membulat sempurna dengan bibir yang bergerak pelan. Sungguh Dira sangat takjub melihat keindahan dan kemegahan pesta pernikahan ini. Alby yang melihat istrinya terkagum dengan dekorasi yang megah, merasa sedikit tercubit hatinya. Dia tersenyum getir melihat Dira yang memandang takjub pesta pernikahan ini.


" Kamu mau kita lakukan resepsi juga, Sayang?"


Tanya Alby setelah Dira tak kunjung juga melepaskan pandangannya pada singgasana pengantin. Dengan cepat, Dira mengalihkan pandangannya pada Alby. Dira melihat penyesalan di mata Alby, lalu dengan lembut, Dira membelai pipi Alby.


"Gak perlu, aku cuma terkesima dengan kemegahan pesta ini. Maaf ya?"


Alby menggenggam tangan Dira, lalu mengecupnya. Setelah itu mereka pun berbaur dengan tamu undangan lainnya. Dan ternyata di pesta itu hadir pula kedua orang tua Bram. Pak Haidar dan ibu Yasmin. Mereka tampak juga berbaur dengan tamu yang lain. Tak jauh dari mereka ada Bram yang datang tanpa pasangan.


" Assalamualaikum, Om, Tante."

__ADS_1


Sapa Alby pada kedua orang tua Bram. Lalu menyalami keduanya. Kedua orang tua Bram tampak terkejut melihat Alby menggandeng seorang wanita cantik berhijab. Karena yang mereka tahu, Alby menjalin kasih dengan Syifa.


" Waalaikumsalam, Al. Lama kita gak ketemu. Bagaimana kabarmu, Nak?"


Ucap Pak Haidar.


" Al sehat Om. Alhamdulillah.


Bu Yasmin tampak terus memperhatikan wajah Dira. Hingga Bu Yasmin pun bertanya pada Alby.


Alby pun sadar, bahwa dirinya belum memperkenalkan Dira pada orang -orang yang ada di sekitarnya. Lalu Alby dengan lembut, mengandeng pinggang Dira, sambil memperkenalkan pada kedua orang tua Bram.


" Om, Tante, kenalin, ini Dira, Istri Al. Maaf waktu kami menikah, Al tidak mengundang om dan Tante."

__ADS_1


Ucap Alby sambil menatap Dira, Dira pun langsung menyalami kedua orang tua Bram. Ketika tangan Dira menyalami mamanya Bram, seketika mama Bram langsung memeluk Dira, dan mencium keningnya. Membuat Alby dan Pak Haidar melihatnya merasa bingung.


" Maaf, Tante kelepasan. Maafkan Tante."


Bu Yasmin, meminta maaf karena sikapnya tadi membuat Dira merasa tidak nyaman. Namun Dira tetaplah seorang wanita yang berhati lembut. Dira dengan senyum manisnya malah menggelengkan kepala.


" Tidak apa-apa, Tante. Dira gak merasa keberatan."


Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Alby dan Dira kembali duduk di meja yang telah di sediakan. Dira sesekali melihat sekeliling ruangan hotel itu. Alby yang melihat tatapan Dira pun kembali menggenggam tangan Dira.


" Mas juga bisa membuat resepsi pernikahan yang tak kalah mewah dari ini. Kalau kamu mau, Sayang."


Bisiknya di telinga Dira. Dan lagi-lagi Dira hanya tersenyum.

__ADS_1


" Aku gak butuh resepsi, aku hanya butuh kasih sayang dan perhatian kamu aja, Mas. "


Ucap Dira sambil sedikit merapikan rambut Alby. Alby pun terharu, lalu mengecup tangan istrinya itu. Mama dan Papa Alby yang ada disana pun hanya saling pandang, dan tersenyum penuh arti.


__ADS_2