
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, kini Dira dan Alby melaksanakan tugas negara untuk malam kedua mereka. Pendingin udara di kamar itu, tak mampu menahan panasnya mereka berdua. Alby mengecup kening Dira setelah pergulatan itu selesai. Dan menjadikan tanganya untuk bantalan Dira.
" Aku sayang kamu. "
Kalimat manis kembali di ucapkan Alby. Dan tak lama mereka pun berlayar menjemput mimpi. Adzan subuh berkumandang, membuat Dira terjaga dari tidur lelapnya. Di pandangi wajah suaminya, yang tampak lebih tampan saat ini. Di belai lembut wajah itu, mulai dari alis, hidung, rahangnya yang kokoh, dan terakhir belaian itu jatuh pada bibir tipis Alby. Tangan Dira membelai pelan, namun ternyata Alby dapat merasakannya.
" Suamimu ini memang tampan, Sayang."
Mata Dira membulat seketika, mendengar Alby berkata. Ternyata Alby sudah terbangun. Dan Dira yang ketahuan sedang mengaguminya hanya mampu menutupi wajahnya yang merona karena malu. Alby menipiskan bibirnya. Lucu sekali istrinya ini, pikirnya.
" Masih mau di peluk, atau mau subuhan?"
Dira pun segera beranjak ke kamar mandi, dan untuk menghemat waktu, mereka pun mandi bersama. Setelah selesai sholat subuh, Alby kembali tidur, sedangkan Dira turun untuk membuat sarapan. Di dapur sudah ada Mbok kasum.
" Selamat pagi, Mbok."
__ADS_1
Mbok kasum yang terkejut, langsung membalikkan badannya dan tersenyum ke arah Dira.
" Selamat pagi Neng Dira. Neng Dira udah sehatan?"
Dira mengerut keningnya. Mencoba mencerna ucapan Asisten rumah tangga nya ini.
" Emang siapa yang sakit, Mbok. Dira baik-baik aja kok."
Mbok kasum semakin bingung, bukankah kemarin Dira tak keluar kamar seharian. Dan Alby bilang kalau Dira kelelahan? Mbok Kasum masih bingung. Sedangkan Dira sudah mulai mengeluarkan bahan-bahan untuk di jadikan menu sarapan.
Mbok kasum mengambil sayuran yang di sediakan Dira. Namun Dira melarangnya.
" Biar Dira aja yang masak, Mbok. Mbok bisa kerjakan yang lain."
Dira menolak sambil tersenyum ke arah Mbok kasum. Dan Mbok kasum pun langsung mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Pukul setengah tujuh masakan Dira pun selesai, ayam goreng tepung, oseng - oseng tahu toge. Dira pun menatanya di meja makan. Lalu bergegas menuju kamar untuk membangunkan Alby.
__ADS_1
" Mas, bangun. Mas gak ke kantor?"
Alby menggeliatkan badannya, lalu melihat jam di dinding kamarnya. Sedangkan Dira tengah sibuk menyiapkan kemeja,jas serta celana yang akan di pakai Alby ke kantor pagi ini. Di pandanginya wanita yang sedang mencocokkan kemeja dengan dasi yang akan di pakai Alby nanti.
Karena Alby yang tak juga menuju kamar mandi, akhirnya Dira melihat ke arah Alby yang sedang memperhatikannya.
" Mas, kok malah bengong. Nanti kamu telat loh."
Ucap Dira yang masih sibuk mencari kaos kaki serta sapu tangan untuk Alby. Senyum tipis terbit di wajah Alby. Dirinya begitu menikmati pemandangan di pagi ini. Seandainya dari dulu ia menerima pernikahan ini, mungkin sejak awal ia sudah merasakan nikmatnya menjadi seorang suami. Alby bangkit dari duduknya, lalu mendekat ke arah Dira. Di peluk nya Dira yang masih mengganti dasi dengan dasi yang lain.
" Mas, kalau begini, nanti kamu kesiangan."
Dira mulai protes karena Alby masih memeluknya dari belakang, dan sesekali menciumi leher Dira yang tertutup hijab instan.
" Aku cinta kamu, Nadira Sofia. "
__ADS_1
Ucapnya di telinga Dira,lalu bergegas kekamar mandi.