
" Kenapa? Kakak mau tampar, Aya? Tampar kak, Tampar."
Aya pun berkata sedikit menaikan nada suaranya. Tangan Alby yang sudah melayang pun, hanya menggantung di udara. Kedua orang tua Alby pun keluar dari kamar, mendengar suara Aya dan Alby.
" Alby, Aya. Ada apa ini? Kalian kenapa?"
" Mama tanya aja sama anak laki-laki kebanggan Mama. Anak yang selalu mama banggakan, tapi nyatanya tega mengkhianati istri yang saat ini sedang mengandung anaknya."
Alby hanya diam. Sedangkan Aya langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.
" Al, kamu kenapa?"
Alby duduk di sofa, dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Aya benar, Ma. Aya benar."
"Sudahlah, Nak. Sekarang kamu masuk ke kamarmu, dan istirahatlah. Mama tau kamu lelah."
Alby pun melangkah ke kamarnya, dan mencoba memejamkan mata. Bayangan wajah Dira kembali terlihat. Wajah kekecewaan Dira, serta wajah penuh air mata akibat pengkhianatan dirinya.
" Maafkan Aku, Dira. Bagaimanapun keadaan kamu dan anak kita? Maaf karena sudah dua bulan ini, aku tidak bisa melihat kalian."
Ucap Alby sambil menatap foto Dira di ponselnya. Malam ini Alby sama sekali tak bisa memejamkan mata. Hingga ayam berkokok pun Alby tak memejamkan mata sama sekali.
Alby bergegas keluar kamar, saat di lihatnya, Aya terburu-buru keluar dari kamarnya dengan ponsel yang ada di telinga.
__ADS_1
" Aya segera kesana, Tant. Bagaimana keadaan Kak Dira? Tante kenapa gak kabari Aya dari malam tadi Tant."
Alby mendengar percakapan Aya. Dan saat mendengar nama Dira, membuat Alby pun bergegas . Hari masih sangat pagi, saat Aya melajukan kendaraannya membelah jalanan. Alby mengikuti kemana mobil Aya berjalan.
Alby tahu, pasti saat ini Aya sedang menuju Bandung. Alby pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Tiga jam kemudian Alby tiba lebih dulu dari pada Aya. Alby mengetuk pintu rumah Dira. Om Hendra yang membuka pintu rumah terkejut melihat kedatangan Alby.
" Mau apa kau kesini?"
" Om, Izinkan saya melihat Dira. Apa terjadi sesuatu dengan Dira Om?"
Tante Dwi yang mendengar suara suaminya segera mendatangai.
" Ada apa, Pa? Kamu?"
Dira yang mendengar suara keributan, pun langsung melangkah ke ruang depan. Tubuh Dira membeku, melihat Alby yang berdiri di depan pintu. Alby menerobos masuk, saat melihat Dira.
" Sayang.."
Alby langsung memeluk Dira. Dira terdiam sesaat, bahkan rasa sakit di pinggangnya hilang, saat melihat Alby. Sedetik kemudian dirinya tersadar, dan mendorong kembali Alby.
" Tante...sakit."
Dira sedikit mengaduh, saat rasa sakit itu kembali hadir. Alby yang sadar saat ini Dira sedang merasakan kontraksi membantu Dira untuk duduk. Tante Dwi membantu mengelus pinggang Dira. Sedangkan Dira entah sadar ataupun tidak, tangannya mencengkram tangan Alby saat kontraksi semakin terasa.
" Tante..Dira pipis."
__ADS_1
Tante Dwi melihat ada air yang keluar dari sela kaki Dira. Dengan sigap Alby menggendong Dira, dan membawanya ke mobil. Bertetapan Aya yang tiba di rumah itu.
" Kak ...kok kakak bisa disini?"
Aya bertanya dengan wajah bingung, melihat Alby yang sudah tiba lebih dulu pagi itu.
" Jangan banyak tanya. Sekarang bawa mobilnya, Kakak kamu mau melahirkan."
Alby memerintah Aya, dan membuat Aya kembali masuk ke mobilnya. Sedangkan Alby membawa Dira duduk di kursi penumpang.
"Cepat kerumah sakit, Tante akan nyusul.."
Aya pun langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit yang di tuju.
.
.
****Assalamualaikum, readers,.malam ini aku double up, ...tapi besok malam aku gak janji ya, bisa double up lagi atau gak.ðŸ¤ðŸ¤
Terima kasih atas dukungan kalian setiap hari..
Terima kasih untuk like, komen, gift serta votenya..😘😘
Love you All..🥰🥰****
__ADS_1