Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 117


__ADS_3

" Maafin Alby, Ma..."


Papa Wisnu yang mendengar suara di ruang keluarga, segera keluar dari dalam ruang kerjanya bersama Aya. Aya pun sangat kecewa dengan keputusan Alby. Hingga dirinya memutuskan untuk tinggal bersama orang tuanya lagi. Karena sebelumnya Aya lebih memilih tinggal bersama keluarga Alby.


" Al, Ada apa, Nak? Kamu kenapa?"


Mama Ratna berusaha membantu Alby untuk bangkit dari berlututnya. Namun tenaga Mama Ratna tak sebanding dengan Alby. Papa Wisnu yang melihat Alby bersimpuh di kaki istrinya pun segera mendekati. Bersama dengan Aya di belakang nya.


" Alby??"


Alby yang melihat Papa nya pun meminta maaf kembali.


" Maafkan Alby, Pa."


" Al, jangan seperti ini, Nak. Ayo bangun. Ayo, Nak."


Alby di bantu oleh Aya, membantu Alby untuk duduk di sofa yang ada disana. Kedua orang tua Alby memandang sedih ke putra nya. Tak pernah Alby serapuh ini, dan kini Alby di titik terapung di hidupnya.


Aya menyodorkan segelas air putih pada Alby. Bagaimana pun kecewanya pada kakak lelakinya ini. Namun tetap saja, Aya tak sanggup melihat kakak nya ini seperti ini.


" Ada apa, Nak? "


Mama Ratna mencoba bertanya setelah di lihatnya Alby lebih tenang. Alby pun mulai menceritakan semua pada keluarganya. Mama Ratna yang mendengarkan ceritanya meneteskan air matanya.

__ADS_1


" Nak, seharusnya dari awal kamu membagi cerita ini kepada kami. Bukan mengambil keputusan secara sepihak, yang membuat banyak orang terluka. Bahkan kamu sendiri pun sakit, Nak."


Papa hanya menatap pada Alby yang saat ini tertunduk.


" Dimana Dira sekarang?"


" Dira di Bandung, Pa. Alby mohon, Pa. Jangan bicarakan ini pada Dira. Dira pasti masih sangat terluka karena pengkhianatan Alby."


" Tapi sampai kapan kamu mau memendam ini semua, Al?"


Alby menggeleng. Papa dan Mamanya hanya bisa menghela nafas. Sedangkan Aya menatap sendu ke arah Alby.


Kini Alby berada di dalam kamar nya. Kamar yang dulu, saat dirinya masih tinggal di rumah ini. Sebenarnya Alby ingin kembali ke rumah sakit, namun Tante Yuni yang merupakan ibu mertuanya memintanya untuk tetap istirahat di rumah. Dirinya sangat tau, Alby sangat tertekan beberapa waktu terakhir ini.


" Ma..."


Syifa memanggil mamanya dengan suara yang sangat lemah. Mendengar suara Syifa, Tante Yuni langsung membuka matanya, dan menuju ranjang Syifa.


" Nak,kamu sudah sadar?"


" Ma, Syifa haus."


Tante Yuni pun membantu Syifa untuk minum. Syifa mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


" Kamu cari Alby, Sayang. Mama tadi menyuruhnya untuk istirahat di rumah. Dia sangat lelah akhir-akhir ini. Kamu sama Mama aja dulu ya?"


Syifa memandang mamanya dengan mata yang mengembun.


" Apa mama yang meminta Alby untuk menikahi Syifa?"


Tanya Syifa pelan. Tante Yuni yang mendapat pertanyaan itu, langsung membuang wajahnya, menatap ke arah lain. Tak sanggup melihat tatapan anak semata wayangnya.


" Ma, Syifa tanya, apa mama yang memaksa Alby untuk menikahi Syifa? "


Syifa mengulang pertanyaan nya. Tante Yuni mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Sayang, kamu baru aja sadar. Kondisi kamu juga belum pulih, kamu jangan mikir macem-macem ya. Sekarang kamu istirahat. Besok kita bicarakan lagi. "


Tante Yuni membenarkan selimut yang menutupi tubuh Syifa. Ada rasa kecewa di hatinya, dan rasa sedih, karena ternyata dirinya hanya mendapat belas kasihan dari Alby. Bukan cinta.


.


.


.** **Assalamualaikum, readers...


Aku udah double up ya...jangan lupa untuk like, komen, gift serta votenya nya ya...

__ADS_1


Terima kasih untuk semua yang masih setia, Love you All 🥰🥰😘😘**


__ADS_2