Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 140


__ADS_3

Seminggu sudah acara pernikahan Dion dan Dea berlangsung, saat ini, Dira dan Hanan masih berada di Jakarta. Dira kembali menghandle butik dari sendiri. Karena Dea yang sedang berbulan madu. Untuk sementara Dira menginap di rumah Dea yang terdahulu.


Saat ini, Dira sedang berada di ruang kerjanya, yang juga di gunakan Dea. Hanan bermain di ruangan yang sama dengan Dira. Tak lama panggilan pun masuk ke ponselnya. Luna memanggilnya.


" Assalamualaikum, Lun."


"...."


" Ketemu? Siang ini? Dimana?"


"...."


" Oh, oke..kita ketemu disana ya? "


Setelah mengucapkan salam, Luna dan Dira pun memutus panggilan itu. Dira sedang merapikan pekerjaannya saat seorang karyawannya mengetuk pintu ruangan nya.


" Masuk."


" Maaf, Bu. Di depan ada seorang pelanggan kita. Katanya pingin bertemu ibu."


" Baiklah, saya akan keluar."

__ADS_1


Dira membawa Hanan untuk menemui pelanggannya. Seorang ibu dengan seorang gadis yang ternyata calon menantu dari ibu yang bernama Tika. Mereka ingin Dira mendesain gaun pengantin. Gadis manis itu bernama Sekar. Sekar meminta Dira untuk merancang gaun pengantin muslimah. Karena Sekar sangat suka dengan desain-desain gamis yang selalu ada di butik Azzura.


Dira sangat terharu mendapat kepercayaan untuk membuat gaun pengantin muslimah itu. Ini adalah permintaan pertama untuknya. Sebenarnya Dira sesudah menolak, namun Sekar meyakini, bahwa Dira sanggup untuk membuat gaun pengantin untuknya. Akhirnya dengan menyebut nama Allah, Dira menerima pekerjaan itu.


Setelah kedua tamu itu pulang, Dira dan Hanan pergi menemui Luna di salah satu restoran. Saat mereka tiba, ternyata Luna sudah lebih dulu ada di sana bersama Bram.


" Maaf ya aku telat. Kalian udah lama nunggunya."


Dira merasa tak enak hati saat melihat Luna dan Bram yang sudah ada disana. Bram memeluk Hanan. Dan Luna ikut mencium bocah gembul itu. Bahkan Hanan anteng duduk di pangkuan Bram.


" Kak, biarkan Hanan duduk sendiri. Dia sudah besar. Lagian Hanan tu berat loh."


Dira merasa Bram dan Luna sangat memanjakan Hanan. Bukan hanya mereka bahkan kemarin, Tante Yasmin dan Om Haidar mengajak Hanan jalan-jalan seharian. Karena saat mereka datang ke butik, tampak Hanan yang rewel dan mengganggu Dira.


Dira melirik ke arah Luna, Dira takut Luna akan cemburu dengan kedekatan mereka. Dira tidak ingin dirinya menjadi penyebab retaknya hubungan orang.


" Kamu takut aku cemburu? "


Mata Dira membulat mendengar penuturan Luna. Sedangkan Bram dan Luna saling tersenyum.


" Udah deh, kita persen makanan dulu. Hanan kita makan ya?"

__ADS_1


Luna bertanya pada Hanan dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Hanan.


" Hanan mau makan apa, Sayang?"


" Ayam goleng."


Luna pun memanggil pelayan, dan memesan makanan. Tak lupa Ayam goreng dan sup untuk Hanan. Mereka saling bertukar cerita, sampai saat makanan datang, dan Luna menyuapi Hanan dengan telaten. Membuat Dira semakin tak enak hati.


" Biar aku aja, Lun. Kamu makan aja dulu."


" Udah deh, Ra. Kamu makan aja. Aku kan mau nyiapin Hanan."


Setelah selesai makan, kini Dira dan Luna berbicara berdua. Sementara Hanan dan Bram bermain di taman yang ada di restoran itu.


" Ra, sebenarnya aku kesini mau minta kamu untuk melakukan tes."


" Tes apa? "


" Tes DNA, Bram merasa kamu dan dirinya itu mirip. Bukan cuma itu, aku pun merasa kamu mirip dengan Om Haidar. Tante Yasmin pun merasa yang sama."


Dira diam mematung. Dalam hatinya bertanya, apakah mungkin dirinya anak dari Om Haidar.

__ADS_1


" Tapi...."


" Kita cobak aja, Ra. Gak ada salahnya. Kalau pun memang kamu bukan anak kandung mereka. Mereka akan tetap menyayangi kamu dan Hanan seperti anak mereka. Aku melihat rasa sayang yang tulus dari mereka Ra. Apa kamu gak merasakan itu?"


__ADS_2