Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 64


__ADS_3

Melihat kemesraan antara Alby dan Dira, membuat mbok kasum bahagia, pasalnya sebelum masuk ke rumah ini, Mama Ratna sudah bercerita mengenai kondisi rumah tangga anaknya.


"Alhamdulillah, semoga Den Al dan Neng Dira, selamanya seperti ini. Aamiin ya Allah." Batin wanita itu. Mbok kasum pun langsung ke belakang mengerjakan pekerjaan lainnya. Sementara Dira menjadi malu dengan Mbok kasum.


" Mas, Aku malu banget loh, sama si Mbok. Lagian Mas nempel Mulu."


Dira berkata setelah tubuh Alby sedikit menjauh darinya. Namun itu pun hanya sebentar, setelah itu Alby kembali memeluknya.


" Biarin aja, Sayang. Si Mbok kan pernah muda juga. Pasti pernahlah ngalamin kayak gini."


Alby menjawab sekenanya. Sedangkan Dira memutar malas matanya. Dira pun segera menata makanan di meja, sedangkan Alby sudah ke kamar, dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


" Sayaaaanggg....."


Alby memanggil Dira dari dalam kamar. Dira pun segera ke kamar karena mendengar Alby yang berteriak memanggil dirinya.


" Kenapa, Mas. Ada apa?"


Dira bertanya begitu membuka pintu kamar, dan melihat Alby hanya menggunakan handuk. Alby pun melihat Dira yang menatapnya bingung. Alby menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Sayang, pakaianku?"

__ADS_1


Dira menghela nafasnya, ternyata Alby memanggilnya hanya karena tak menemukan pakaiannya di atas tempat tidur.


" Lain kali jangan teriak, Mas. Kamu mau buat aku jantungan."


Dira tampak kesal dengan ulah suaminya. Namun Dira dengan cekatan mengambil kaos dalam, kemeja, dasi serta celananya. Alby pun langsung memakainya. Tapi Alby masih belum memakai bawahannya yang membuat Dira mengerutkan keningnya.


" Kamu mau pake handuk terus, Mas?"


Alby yang sedang mengancingkan kemejanya pun langsung menghentikan gerakannya.


" Kamu belum nyiapin dalaman untuk yang bawah, Sayang."


" Emangnya kamu belum pake?"


" Belum, kamu kan belum kasih, tu liat."


Dira membulatkan matanya melihat tingkah mesum Alby.


" Maaassss....ish.."


Dira sontak menutup kedua mata dengan tangannya, namun Alby memegang tangannya, dan menjauhkan tangan itu dari mata Dira.

__ADS_1


" Kamu gak perlu malu, Sayang. Kan kamu udah beberapa kali merasakannya."


Ucap Alby sambil mengarahkan tangan Dira ke pusaka miliknya. Dira langsung menarik tangannya dan Alby pun tertawa.


" Kamu mesum banget sich, Mas."


Dan dengan cepat, Dira mencari pakaian dalam Alby. Setelah menemukannya Dira pun dengan cepat memberikannya pada Alby. Dira pun membantu Alby mengancingkan kemejanya. Setelah selesai, kini Dira membantu Alby memasangkan dasi di lehernya. Kini Alby telah selesai, membuat ketampanannya bertambah.


" Terima kasih, My Sweet heart."


Ucapnya sambil mencuri ciuman di bibir Dira. Dira pun dengan cepat ingin melepaskan ciuman itu, namun lagi-lagi Alby menahan tengkuk Dira dan menyesap bibir manis Dira yang kini menjadi candu baginya. Alby melepas bibir Dira setelah mereka mulai kehabisan nafas. Saat Alby akan menyesap bibir itu lagi, Dira menahan Alby.


" Mas, nanti kamu telat ke kantornya. Kamu juga belum sarapan."


Alby menghela nafasnya, dan menatap Dira dengan pandangan berkabut.


" Seandainya pagi ini gak ada rapat, lebih baik aku di rumah, dan mengurung dirimu di kamar. "


Ucap Alby sambil mengusap bibir Dira dengan Ibu jarinya.


" Sekarang kamu sarapan dulu ya."

__ADS_1


Dira mengandeng tangan Alby untuk keluar kamar. Namun lagi-lagi Alby menahan nya.


" Aku mau sarapan kamu aja, boleh???"


__ADS_2