Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 144


__ADS_3

" Dira..."


Ucap nya pelan namun masih bisa terdengar oleh Dira. Dira pun dengan cepat meletakkan kerudung dan ingin pergi dari tempat itu.


" Dira, tunggu."


" Mama..."


Hanan datang bersama kedua orang tuanya. Dan langsung memeluk Dira. Papa Haidar dan Mama Yasmin ikut membeku melihat siapa yang ada di belakang Dira. Sedangkan Hanan bocah itu, memeluk kaki Dira. Hingga membuat Dira berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Hanan.


" Hanan udah selesai, kita pulang ya."


" Hanan mau main di situ.."


Hanan menunjuk arena bermain anak di mall tersebut. Dira menatap kedua orang tuanya. Sedangkan Alby mendatangi dan mencium kedua tangan orang tua Bram itu.


" Apa kabar, Om, Tante."


Ucap Alby. Walau terbesit rasa marah di hati kedua orang tua Dira. Namun mereka menyadari, semua itu adalah masalah Dira dan juga Alby.


" Kami sehat, Nak. Alhamdulillah."


" Sayang, Mama dan Papa bawa Hanan main dulu."


Kedua orang tua Dira pun membawa Hanan menjauh dari mereka.


" Kita perlu bicara, Dir. Mas mohon. Jangan menghindar. Mas akan menjelaskan semuanya."


Dan disinilah mereka sekarang, di sebuah coffee shop yang ada di mall itu juga. Sedangkan Hanan sedang bermain di temani kedua eyangnya.

__ADS_1


" Kamu apa kabar, Dir? "


Alby menatap Dira. Sedangkan Dira berusaha mengalihkan pandangannya.


" Aku baik, Mas."


Cukup lama keheningan terjadi diantara mereka. Tak ada satupun dari mereka yang membuka suara. Alby menatap Dira dalam, serasa ingin memeluk dan melepas kerinduan yang selama ini bersarang di hatinya. Sedangkan Dira mati-matian mencoba mengalihkan pandangannya. Dan tak menatap wajah Alby. Dira masih menyimpan rasa sakit yang dulu.


" Kalau tidak ada yang ingin kamu bicarakan. Aku pergi sekarang."


Alby mencekal tangan Dira dan memintanya untuk duduk kembali.


" Aku...aku..aku ingin minta maaf sama kamu Dir. Aku lelaki pengecut, yang tak berani mengatakan apa sebenarnya yang terjadi."


Alby lalu menghela nafasnya dan membuangnya kasar. Sedangkan Dira masih diam tak mau memotong ucapan Alby.


" Aku sudah memaafkan mu, Mas. Jauh sebelum kamu memintanya."


" Dir, aku..."


Saat Alby akan mengatakan sesuatu, Hanan datang dengan di gendong oleh Papa Haidar. Dan dalam keadaan menangis.


" Mama...mama.."


Dira pun langsung bangkit dari duduknya dan mendekati Hanan yang menangis. Begitu juga dengan Alby. Yang langsung mendekati mereka. semua.


" Hanan kenapa, Nak. Kok nangis?"


" Hanan jatoh, Mama...akiitt..."

__ADS_1


Ucap Hanan di sela tangisnya. Alby menarik kursi yang ada di dekat mereka, lalu meminta Dira untuk duduk, karena Dira dalam posisi menggendong Hanan yang menangis.


"Jagoan, Mama gak boleh cengeng. Kan Hanan udah gede. Cup...cup... jangan nangis ya, Sayang. "


Dira membelai rambut Hanan. Dan Alby melihatnya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Hanan, anak papa." Gumamnya.


Bahkan air matanya hampir menetes melihat pemandangan ini. Di dalam hati Alby tak lupa bersyukur dan berterima kasih pada Allah yang telah mempertemukannya dengan anaknya.


" Kami pamit ya, Al. Karna Hanan sepertinya sudah mulai mengantuk."


Ucap Mama Yasmin, saat di lihatnya Hanan mulai menguap dan matanya seperti susah untuk terbuka saat di pangkuan Dira.


" Dir, boleh aku gendong Hanan?"


Dira menatap kearah orang tuanya, dan meminta persetujuan. Papa Haidar hanya menatap datar, sedangkan Mama Yasmin hanya mengangguk. Sedangkan Alby sendiri hanya masih menatap Dira yang masih tampak ragu.


" Hanya sampai ke mobil kalian. Aku janji. "


Dira pun mengangguk, lalu membiarkan Alby menggendong Hanan. Alby merasa sangat bahagia. Ucapan terima kasih tak putus dari bibirnya. Bahkan matanya berkaca-kaca saat Hanan merangkul lehernya saat di gendong oleh Alby.


.


.


****Assalamualaikum, readers...Hari ini aku triple up lagi ya...Untuk yang bosen sama cerita ini, tapi emang alurnya seperti itu. Aku hanya menuangkan ide yang ada ..bagi yang kurang berkenan, aku mohon maaf. Aku hanya seorang yang sedang belajar membuat cerita.


Dan terima kasih untuk kalian yang masih setia dengan cerita ini, selalu mendukung dan menantikan cerita ini. Terima kasih juga untuk like, komen, dan gift serta votenya. Semua dukungan kalian sangat berarti bagi aku yang pemula. Bahkan bisa di katakan kalian lah penyemangat ku. Terima kasih semua...love you All 😘😘❤️**

__ADS_1


__ADS_2