
Alby membuka pintu rumah dua lantai itu. Rumah itu sangat besar untuk mereka huni. Dira mengedarkan pandangannya menyusuri rumah mewah itu. Alby menunjukkan semua ruangan. Rumah yang sudah sangat lengkap, bahkan rumah itu pun di lengkapi dengan kolam renang di bagian samping rumah.
Kini Alby menuntun tangan Dira menuju lantai dua rumah itu. Alby membuka sebuah pintu yang di dapati pertama kali.
" Ini kamar Hanan. "
Alby menunjukkan kamar itu pada Dira. Kamar yang di dominasi oleh warna oranye hitam itu. Mengingatkan Dira dengan sosok kartun yang di sukai Hanan.
" Menurut kamu, Hanan suka gak dengan kamar ini."
Alby mengedarkan pandangannya, lalu menatap Dira yang tersenyum manis dengan mata yang berkaca-kaca.
" Suka...Hanan pasti suka. Makasih, Sayang. Kamu sudah mewujudkan keinginan Hanan, Hanan pasti senang."
Alby yang mendengar Dira memanggilnya sayang, langsung memeluk wanita tercintanya itu.
__ADS_1
" Aku yang seharusnya berterima kasih. Kalian mau bersamaku."
Ucapnya kemudian, lalu mencium kening Dira. Membelai pipinya dan mendaratkan ciuman di bibir manis itu.
Setelah itu, Alby mengajak Dira ke kamar sebelahnya. Alby terlebih dahulu menutup mata Dira sebelum memasuki kamar itu.
" Ngapain pake di tutup sich, Mas."
Bukannya menjawab, Alby hanya menuntun Dira untuk memasuki kamar itu. Setelah di kamar, barulah Alby melepas penutup mata Dira. Dira di buat terperangah melihat kamar itu.
Bunga mawar merah menghiasi setiap sudut kamar ini. Bahkan lantai yang di pijak oleh Dira pun terdapat banyak bunga mawar. Foto pernikahan Dira dan Alby yang baru saja berlangsung beberapa waktu silam, sudah terpampang di dinding kamar itu. Alby menuntun Dira untuk duduk di kursi meja hias.
Alby membuka hijab Dira, lalu melepas jepitan rambut Dira. Membiarkan rambut hitam Dira tergerai indah. Mereka saling mengunci pandang melalui cermin. Alby meletakkan tangannya di atas bahu Dira, tanpa bersuara Alby mengucap terima kasih. Dan kata cinta.
Alby mengambil sebuah kotak beludru di meja rias itu, dan membukanya. Sebuah kalung berlian di sematkan di leher jenjang Dira. Setelah melakukan itu, Alby mendaratkan ciumannya di leher putih yang masih menyisakan tanda cinta Alby disana.
__ADS_1
" Terima kasih, Sayang. Tetaplah bersamaku. Jalani hari tua bersama ku. Sampai nanti aku menutup mata, tetaplah menjadi pendamping Ku. Kalau aku salah, ingatkan aku, dan jika aku lalai, tegurlah."
Ucap sambil berjongkok di hadapan Dira yang duduk di kursi meja hias. Dira membelai wajah Alby. Dan langsung memeluknya. Kini mereka menikmati waktu berdua di dalam kamar itu. Menikmati masa indah bulan madu season kedua bagi mereka.
Setelah melewati kegiatan itu, Alby mengambil sebuah map yang berisi beberapa aset dan surat rumah. Semua itu di sodorkan kepada Dira. Dira membacanya dan membulatkan mata.
" Mas, ini..."
" Iya, rumah ini atas nama kamu, dan perusahaan yang aku kelolah saat ini, milik kamu dan Hanan. Kalian adalah pemilik Saham terbesar. Aku hanya mengelolanya saja."
Dira menatap mata Alby, tak ada keraguan di setiap ucapannya.
" Tapi ini semua adalah milik kamu, Mas."
" Bagiku memiliki kalian adalah harta yang paling istimewa. Aku hanya ingin bersama kalian."
__ADS_1