Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 96


__ADS_3

" Tenang, Pak. Istri Anda baik-baik saja. Hal seperti ini biasa bagi seorang wanita yang sedang mengandung."


Alby terdiam tak percaya, lalu tersenyum senang. Tak lupa Alby berucap syukur pada sang Maha Kuasa. Alby segera menuju ranjang yang di tempati Dira. Di genggam nya tangan Dira. Di ciuminya. Air mata bahagia menetes dari sudut matanya. Tak lama, Dira pun membuka matanya. Dira menatap sekeliling, masih ada Alby disana. Dan kedua mertuanya. Alby mengabari keadaan Dira, membuat kedua orang tua Alby langsung datang ke rumah sakit.


Dira menatap sekeliling, Dira mencoba mengingat dirinya ada di mana. Alby yang melihat Dira sudah sadar pun segera mendekat.


" Sayang, kamu udah sadar?"


Dira mengerutkan keningnya.


"Aku dimana? "


"Kamu di rumah sakit, tadi kamu pingsan, kamu mau sesuatu? "


" Minum."


Alby membantu Dira untuk minum. Kondisi Dira yang sedang lemas, membuatnya menerima semua perlakuan Alby.


Tak lama pintu ruangan Dira terbuka, tampak Mama Ratna dan Papa Wisnu masuk ke ruangan itu. Mama Ratna membawa sekeranjang buah. Dan beberapa makanan kecil lainnya.


" Sayang, selamat ya. Mama akan jadi nenek lagi."

__ADS_1


Mama Ratna langsung memeluk Dira. Dira yang bingung hanya menatap Alby yang tampak tersenyum bahagia.


" Kamu hamil, Sayang. Dia ada disini. "


Alby berkata setelah mama Ratna melerai pelukannya. Sambil membelai perut Dira. Dira menatap tak percaya. Alby pun mengangguk. Dira menangis bahagia, dan membelai perutnya.


" Setelah keadaan kamu membaik, kita akan ke dokter untuk melihat perkembangannya."


Alby berkata dan menatap Dira. Seketika sorot mata Dira meredup.


" Aku bisa sendiri, Mas."


Jawabnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Memutus pandangan mata Alby pada dirinya. Alby hanya bisa menghela nafasnya. Tak mungkin berdebat di saat seperti ini. Mama Ratna yang melihat, mencoba mengalihkan pembicaraan.


Dira mengangguk, lalu Mama Ratna pun mengupas buah apel dan jeruk untuk di makan oleh Dira. Alby hanya menatapnya sendu. Dira memakan buahnya dengan sangat pelan. Membuat Alby bertanya.


" Kenapa? Kamu gak suka buahnya?"


Dira menggeleng. Lalu menghela nafasnya.


" Aku mau perceraian kita tetap berjalan semestinya, Mas. Aku gak mau menunggu."

__ADS_1


Alby mengusap kasar wajahnya. Saat ini Alby merasa sangat bingung. Dia tak menyangka Dira akan tetap melanjutkan perceraian.


" Sampai kapan pun, aku gak akan menceraikan kamu, Dira. "


Ucap Alby dingin, lalu meninggalkan ruang perawatan Dira. Mama Ratna pun langsung menghampiri Dira, yang meneteskan air matanya. Mama Ratna, mengelus punggung Dira, mencoba menenangkan.


" Sayang, Kamu jangan seperti ini, kasian anak kamu. Mama tau perasaan kamu."


Dira sesegukan di pelukan Mama Ratna.


" Sakit Ma. Dira sakit menahan ini semua. Sampai kapan pun, Dira gak bisa menerima sebuah pengkhianatan."


Mama Ratna membelai kepala Dira. Mama Ratna sangat paham akan perasaan Dira. Dirinya pun sangat marah, saat mengetahui Alby menikah diam-diam dengan Syifa.


Bagi mereka, menantu perempuan mereka hanya Dira. Tak ada yang lain. Mama Ratna sangat menyayangi Dira, seperti anak kandungnya. Begitu Papa Wisnu, merasa sangat kecewa dengan apa yang di lakukan Alby pada Dira.


Papa Wisnu keluar dari ruangan. Di lihatnya Alby duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang perawatan Dira. Alby tampak menutup wajahnya dengan tangan yang berpangku pada pahanya. Papa Wisnu duduk di sebelah putra nya ini.


" Kalau kamu sangat mencintai Dira, mengapa kamu tega menduakan dia, Al."


Alby melihat ke arah Papanya.

__ADS_1


" Alby punya alasan tersendiri, Pa."


__ADS_2