Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 167


__ADS_3

Dira sudah membuat sebuah keputusan, keputusan yang membuat salah satu dari mereka terluka. Namun Dira sudah membulatkan tekadnya untuk tidak menambah waktu penantian mereka.


Dan disinilah Dira saat ini, berhadapan dengan lelaki yang akan di buatnya patah hati. Namun Dira tak memiliki pilihan lain.


" Maafin aku, aku harus mengambil keputusan ini. Aku harap kamu bahagia, semoga kamu menemukan wanita yang mencintai kamu dan menyayangi dirimu. Maaf.."


Setelah mengucapkan kata itu. Dira keluar dari resto tempat mereka bertemu. Dira tak ingin sampai keputusannya kembali goyah. Hanya karena memikirkan perasaan orang lain. Dira mengabaikan hatinya sendiri.


Dira masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju sebuah tempat. Dira ingin menyendiri sesaat. Lalu tangannya mengambil benda pipih dan mengetik sesuatu disana. Lalu Dira menghirup udara, dan mulai menarik sudut bibirnya.


. ***


" Kalau kamu memang serius ingin melamar ku, datanglah malam ini kerumah, temui kedua orang tuaku, dan mintakah aku pada mereka."


Lelaki yang menerima pesan dari Dira melonjak kaget. Rasa tak percaya menghampirinya. Ternyata usahanya tak sia-sia. Dira mengirimkan kabar bahagia untuknya.


Lelaki itu segera pergi ke sebuah toko perhiasan. Walau pekerjaannya padat, namun di sempatkan walau hanya satu jam saja. Lelaki itu berlari memasuki toko perhiasan, meminta satu set perhiasan yang terbaik untuk di jadikan hantaran.

__ADS_1


Senyum tak surut dari bibirnya. Selama ini, hanya kabar ini lah yang selalu di tunggunya. Kabar wanita impiannya menerima cintanya. Dan malam ini, impiannya akan terwujud.


Lelaki pilihan Nadira itu kembali ke tempat kerjanya, setelah selesai membeli satu set perhiasan.


" Tunggu aku, malam ini aku akan datang. Aku akan memintamu pada kedua orang tuamu. Akan aku tepati janjiku, tunggu aku Nadira."


Waktu bergerak lambat, sesekali lelaki pilihan Nadira itu melirik jam yang melingkar di tangannya. Ingin rasanya di putar nya waktu, dan segera pulang ke rumahnya. Kedua orang tua nya sudah di beritahu akan kabar bahagia itu. Dan malam nanti akan menemaninya melamar wanita yang di cintainya.


Sementara Dira pun tampak tak tenang. Setelah mengirim kan pesan pada lelaki pilihannya, kini Dira memilih pulang untuk memberitahukan kabar ini.


Setibanya di rumah, Mama Yasmin sedang memasak di dapur. Di temani oleh Luna.


Dira mengucapkan salam. Mencium tangan wanita yang sangat mencintainya.


" Ma, Mbak. Dira mau bicara."


Kedua wanita yang sedang memasak itu pun tampak menghentikan gerakan tangannya. Menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Dira selanjutnya.

__ADS_1


" Kamu mau ngomong apa, Sayang."


Dira menatap Mamanya. Lalu menghembuskan nafasnya.


" Ma, Dira sudah menerima lamaran dari salah seorang dari mereka. Malam nanti Dia akan datang. Dan meminta Dira secara langsung pada Mama dan Papa."


Luna membulatkan matanya. Mama tersenyum lalu mematikan kompor dan memeluk Dira. Luna pun sama. Setelah sempat terkejut, kini mereka berdua memeluk Dira secara bersamaan.


" Selamat ya sayang. Akhirnya kamu bisa melewati ini semua. Mengubur semua kisah lalu dan berani melangkah. Siapapun pilihan kamu, mama yakin kamu sudah memikirkan ini semua secara matang."


Dira mengangguk. Luna pun mengucapkan selamat atas pilihan Dira.


" Mama akan telepon Papa dan Bram. Meminta mereka pulang lebih awal, dan Mama akan menyiapkan hidangan yang akan mama pesan dari restoran langganan kita. Bagaimana?"


" Ma...ma...mama gak perlu berlebihan. Dia akan datang hanya sekedar melamar Dira aja."


" Apapun itu, mama ingin memberikan yang terbaik untuk lelaki pilihan kamu. Karena mama yakin, Dia akan membahagiakan anak mama."

__ADS_1


**Hayooo....siapa yang penasaran siapa yang di pilih Dira??? Mau aku bongkar malam ini atau besok??🤭🤭**


__ADS_2