
Suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan Alby. Dira yang keluar dari kamar mandi pun tertegun melihat Alby yang sedang mengganti seprei di kamar itu.
" Seharusnya aku aja yang beresin, Mas."
Alby mendekat ke arah Dira, di tuntun nya Dira untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu.
" Duduk disini dulu, biar Mas ambil pakaian kamu."
Saat Alby akan bergerak, tangannya di cekal oleh Dira. Dirinya terlalu malu untuk di perlakukan seperti itu.
" Mas, aku bisa sendiri."
" No, kamu udah mas buat capek, jadi hari ini, mas yang akan manjain kamu. Jadi kamu simpan tenaga kamu, untuk malam nanti. Ok?"
" Malam nanti? Apa mas Alby mau mengulanginya lagi? Ini aja masih perih banget." Batin Dira.
Alby bergegas mengambil pakaian Dira. Dan membantunya memakaikan pakaian itu. Dan Alby pun mengambil sarapan yang ada di nakas, lalu menyodorkannya pada Dira. Dira memakan sarapannya itu dan menikmatinya.
__ADS_1
" Mas gak sarapan?"
Alby merapikan rambut Dira yang berada di wajahnya, lalu menyematkannya ke belakang telinga.
" Setelah kamu, baru mas akan makan?"
" Kok gitu?"
" Kan gak mungkin, mas makan buatan mas sendiri, mas buat khusus untuk kamu."
Dira menghentikan kunyahannya. Lalu menatap Alby.
Alby menganggukkan kepalanya, dan menyuapkan roti isi keju coklat ke Nadira.
" Kamu suka?"
" Suka banget."
__ADS_1
Mata Nadira berkaca-kaca. Ia sungguh tak menyangka akan di perlakukan semanis ini oleh Alby. Dulu membayangkannya aja terasa gak mungkin, tapi kini ia rasakan sendiri kasih sayang suaminya. Alby yang melihat Dira menatapnya dengan senyum dan mata yang berkaca-kaca, membalas senyuman Dira, dan menghadiahi Dira dengan kecupan di keningnya.
" Sekarang Mas juga makan, aku suapin ya?"
Alby membuka mulutnya dan menerima potongan roti dari tangan Nadira. Bahkan Alby ******* sisa coklat yang ada di tangan Dira. Setelah roti itu habis, Alby menyodorkan segelas susu pada Dira. Dan dan lagi-lagi mereka berbagi di gelas yang sama.
Detik demi detik berganti, dan hari ini, Nadira benar-benar tak di izinkan keluar dari kamar. Segalanya di lakukan di dalam kamar. Mulai dari makan pagi, siang, sampai makan malam. Mbok Kasum yang tak melihat Dira satu harian ini pun bertanya pada Alby yang keluar kamar untuk membawa piring kotor bekas makan malam mereka. Dan membuatkan Nadira segelas susu hangat.
" Den, Neng Nadira kok gak kelihatan keluar kamar, apa neng Dira sakit Den? Kok si mbok jadi khawatir, sejak pulang kemaren, neng Dira gak keluar kamar juga."
Mbok kasum bertanya dengan nada khawatir dan bercampur segan kepada Alby. Alby yang sedang membuatkan susu untuk Nadira pun hanya menjawab dengan santai.
" Dira gak kenapa- Napa mbok. Dira ada di kamar, Dira cuma kecapean aja mbok.Mbok gak usah khawatir ya. Al ke kamar ya mbok. Mbok juga istirahat ya."
Alby selesai membuatkan susu Dira. Dan bergegas memasuki kamar. Di lihatnya Nadira sudah membentangkan sajadah dan sudah selesai memakai pemberian Alby.
" Kita jama'ah lagi ya, Mas."
__ADS_1
Alby mengangguk, lalu meletakkan susu buatannya di atas nakas, dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Di lihatnya baju Koko dan sarung serta peci sudah di siapkan Dira di atas tempat tidur. Alby tampak makin gagah dengan pakaian yang di sediakan oleh Dira.