Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 177


__ADS_3

Alby membelai bibir Dira yang basah akibat kegiatan mereka. Alby tak ingin memaksa Dira lebih jauh, seandainya Dira belum siap. Wajah Dira bersemu merah, setelah ciuman panas yang baru saja mereka lakukan.


" Kita jalan-jalan sore ini. Menikmati kota Jogja. Apa kamu mau?"


Dira mengiyakan, lalu Alby pun mengganti pakaiannya. Dan menunggu Dira untuk bersiap. Dira tampak cantik dengan balutan tunic dan celana kulotnya, serta hijab yang senada dengan warna tunic yang di gunakan nya.


" Ayo kita berangkat."


Ucap Alby sambil merentangkan tangannya untuk di sambut Dira. Sore ini mereka masih berjalan-jalan di sekitaran alun-alun kota Jogja, lalu menikmati makan malam di sekitaran alun-alun. Dira menikmati hidangan khas Jogja. Setelah puas mereka pun kembali ke hotel.


Saat memasuki kamar hotel, ponsel Alby berdering.


" Aku jawab panggilan ini dulu ya, Sayang."

__ADS_1


Dira pun langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah tadi mereka sholat Maghrib dan Isya di luar, kini mereka tinggal mengistirahatkan tubuh yang lelah saja.


Alby masuk ke kamar, dan duduk di tepian ranjang. Suara gemericik air di kamar mandi, menandakan Dira yang masih berada di dalam sana. Alby membuka jas yang di pakainya hanya menyisakan kemeja yang lengannya sudah di gulung sampai siku. Alby masih menatap layar ponselnya, melihat beberapa email yang masuk.


Namun saat suara pintu kamar mandi terbuka, semuanya langsung teralihkan. Alby menatap Dira yang keluar menggunakan gaun tidur berwarna hitam, walau masih berbalut kimono, namun Alby sangat terpesona dengan tampilan Dira.


Dira keluar kamar mandi dengan menggerai rambut hitamnya. Ada sedikit riasan di wajahnya, walau tampak samar. Ponsel di tangan Alby jatuh seketika melihat Dira. Lalu Alby mendekat ke arah Dira yang masih berada di depan pintu kamar mandi.


Kecupan itu semakin lama turun semakin turun ke leher Dira. Dira meremas lengan Alby saat, ciuman Alby mendarat di leher jenjang miliknya. Alby menyesap leher Dira hingga menimbulkan jejak kepemilikan di sana.


Alby terus saja menciumi wajah Dira dan kini bibir mereka telah bertemu, saling bertukar Saliva dan menikmati romansa cinta yang mereka ciptakan sendiri.


Alby masih terus menjalankan aksinya sambil membimbing Dira ke arah ranjang. Ciuman itu, kini telah berganti menjadi ******* yang semakin menuntut. Alby merebahkan tubuh Dira, dan membuka tali kimono yang membelit di pinggang rampingnya. Dira membiarkan Alby berkerja semaunya, karena Dira menyadari, bahwa kini dirinya berhak atas Dira.

__ADS_1


Alby melepas kimono yang membalut luaran lingeri hitam itu, tampak jelas kulit putih Dira yang membangkitkan jiwa kelakian nya. Alby terus menjalankan ciuman hingga di atas dada Dira, dan sebuah lenguhan pun lolos seketika dari bibir Dira, saat lidah Alby menyapu permukaan gunung kembar milik Dira.


Alby terus saja melakukan itu, dan kembali memberikan jejak kepemilikan di daerah itu. Sebelah kaki Dira yang menjuntai di angkat oleh Alby, dan dengan sebelah tangannya, Alby mulai membelai betis dan terus menjalar ke paha Dira. Dira tak dapat menahan gejolak rasa yang di berikan oleh Alby. Hingga lagi-lagi, sebuah de*sahan keluar dari bibir Dira yang terbakar , akibat cumbuan Alby.


.


.


. **Kurang panas ya Mak...


Maafkan aku ya..πŸ€­πŸ€­πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ...


Jangan lupa, like komen, dan vote nya ya..makasih readers, love you all**..

__ADS_1


__ADS_2