
" Kak kita makan dulu ya?"
Dion menatap Dira tak percaya, karena baru dua jam yang lalu mereka makan siang. Dan kini Dira sudah kembali lapar.
" Oke, kamu mau makan apa?"
" Kayaknya makan dimsum enak. Kita makan itu aja ya?"
Dion pun menuruti keinginan Adik tersayangnya ini. Lalu mereka memasuki sebuah resto yang menyajikan makanan yang di minta Dira. Setelah memesan, mereka pun bercerita.
" Ra, suami kamu gak marah, kamu pergi dari pagi loh ma kakak, apalagi kami belum saling kenal kan?"
Dira mendesah pelan, saat Dira akan memulai cerita, makanan yang di pesan pun datang.
" Makan dulu, baru nanti cerita."
Dira pun mengangguk, Dira pun tampak menikmati makanan yang di pesannya. Di temani secangkir jus jeruk, Dira sangat menikmatinya. Setelah selesai makan, Dion pun kembali menuntut apa yang ingin Dira ceritakan tadi padanya.
__ADS_1
" Sebenarnya, aku dan suamiku sudah bercerai, Kak."
" Apa??" Dion menatap tak percaya pada Dira. Dan di jawab dengan anggukan oleh Dira. Dira mulai bercerita bagaimana dia bisa bercerai. Tangan Dion mengepal, tampak menahan emosinya.
" Trus kamu gak cerita ini juga ke mama dan papa."
Dira menggeleng, air matanya sudah jatuh. Dengan cepat Dira mengusapnya. Dira juga bercerita tentang permintaan Alby yang meminta dirinya tinggal di rumah itu selama masa Iddah. Yang berarti selama Dira hamil.
" Dan kamu menyetujui nya?"
" Kamu tuh bego atau apa sich? Kakak gak mau tau, sekarang kita pulang, mama dan papa harus tau tentang ini. Cukup kamu menahan semua sendiri, Ra. Kakak gak ikhlas, kamu di sakiti sama lelaki brengsek itu."
Dengan sigap, Dion menarik tangan Dira, dan membawa belanjaan yang mereka beli tadi. Kini Dion membawa mobilnya menuju hotel tempat orang tuanya menginap. Begitu sampai di hotel, Dion membuka pintu mobil di bagian Dira, dan menuntun tangan Dira, Dira hanya bisa diam. Dia sangat tahu, kalau Dion sudah emosi, maka tak ada gunanya bicara.
Pintu kamar tempat orang tuanya menginap, di ketuk oleh Dion. Tante Dwi yang mendengar suara ketukan langsung membuka pintunya. Dan terkejut melihat kedatangan Dion dan Dira, apalagi melihat wajah Dion yang tampak sedang menahan amarahnya. Dan Dira yang sesekali menyeka air matanya.
Tanpa berkata, Dion langsung membawa Dira ke dalam. Om Hendra yang sedang menikmati acara televisi pun terheran melihat Dion.
__ADS_1
" Ada apa, Dion? Kenapa Dira menangis?"
Tante Dwi langsung bertanya setelah menutup pintu kamar. Dion masih menahan emosinya. Tante Dwi yang melihat Dira menangis pun langsung memeluknya dan mendudukkannya di sofa. Sementara Dion meraup kasar wajahnya sendiri, dan memegang kepalanya. Serta jalan mondar mandir di depan Dira dan Tante Dwi.
" Mama tanya sama keponakan Mama ini. Apa yang dia sembunyikan dari kita."
Ucap Dion dengan penekanan. Dan matanya mulai memerah. Menahan amarah dan rasa emosinya. Serta rasa sedih melihat adiknya di sakiti di saat hamil seperti ini.
" Ada apa, Sayang? Apa yang kamu sembunyikan dari kami, Nak."
" Tante..tant.."
Dira semakin terisak, dan memeluk Tante Dwi. Dion yang melihatnya pun ikut meneteskan air mata.
" Dira ternyata di madu, dan kini mereka sudah bercerai secara agama. Ternyata mantannya kembali pada kekasihnya."
Dion berkata pada Mamanya. Dan membuat Tante Dwi membulatkkan matanya tak percaya.
__ADS_1