Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 51


__ADS_3

Alby masih memeluk Nadira dari belakang, dan memberikan jejak kepemilikan di leher Nadira.


" Mas, aku mau mandi. "


Alby tersenyum, karena dia sudah melihat wajah merah Nadira. Alby pun melepaskan Nadira, Nadira segera berjalan ke arah kamar mandi. Ketika hendak masuk, tangan Nadira di tahan Alby, dan dengan cepat Alby mencium bibir Dira.


" Mandilah, setelah itu kita akan sarapan."


Nadira mengangguk, lalu masuk ke kamar mandi. Tiga puluh menit kemudian, Dira sudah keluar dari kamar mandi, dan sudah berpakaian lengkap. Alby yang sedang duduk di sofa menatap Nadira. Alby mendekati Nadira, dan kembali mencium bibir Nadira. Nadira mulai terbiasa dengan kelakuan Alby, sudah tidak terkejut lagi. Alby melepas lumatannya, lalu menyapu bibir Dira dengan ibu jarinya.


" Mas gak mau kamu pakai lipstik terang kalau keluar, nanti orang liatin kamu, mas gak suka."


Lalu segera menggenggam tangan Dira, dan mengajak nya keluar.


"Mas, aku pake lipstik dikit ya, wajahku jadinya pucat banget ini."


Alby berhenti, dan berbalik, membuka tempat make up Dira dan mengambil lipbalm.


" Pake ini aja, yang penting ada warnanya. Oke."


" Hah??"


" Mau pake atau gak sama sekali."

__ADS_1


" Ish...iya...iya..., lagian yang tadi kan warnanya gak terang, Mas. Itu warna nude."


" Gak boleh, atau kita gak usah sarapan ke bawah. Mas bisa sarapan kamu."


Alby memainkan alisnya. Membuat Nadira malu. Dan mereka segera turun untuk sarapan. Setelah sarapan, Alby mengajak Nadira untuk kembali jalan-jalan menikmati kota ini.


" Kita masih ada waktu 3 hari, enaknya kita kemana ya?"


Alby bertanya pada Dira yang saat ini sedang melihat ponselnya.


" Waktu ku cuma sampai hari ini, Mas. Karena awalnya aku-"


" Ya sudah, kalau begitu kita pulang aja, hm..bagaimana?"


" Ada apa? Hm..kenapa liatin Mas seperti itu?"


" Mas,...bagaimana dengan Syifa. Aku sudah berusaha menghubunginya, tapi tetap saja tidak bisa."


Alby menghela nafasnya, berat. Lalu mengalihkan pandangannya.


" Apa kamu ingin aku kembali pada Syifa?"


" Entahlah, tapi aku seperti seorang-"

__ADS_1


" Jangan berpikirlah buruk untuk dirimu sendiri. Sekarang kamu istriku, dan Syifa masa laluku. Aku dulu pernah memintanya untuk bertahan. Tapi dia memilih pergi. Sekarang, aku paham, Syifa gak mau menjadi kan dirinya orang ketiga di rumah tangga kita. Dan Kamu, jangan pernah berpikir kalau kamu adalah orang ketiga di hubungan kami. Kami sudah berakhir. Tuhan menyatukan kita dengan caranya sendiri. "


Siang ini, Nadira dan Alby akhirnya pulang ke Jakarta. Setibanya di rumah,sudah Mbok Kasum. Mbok kasum datang, saat mereka baru pergi ke Medan. Dan Supir di rumah mama Alby lah mengantar kan.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, eh den Alby sudah pulang. Sini Den, biar si mbok yang bawa."


" Udah Mbok, biar Al aja. Oiya Mbok, ini Dira, istrinya Al. Dira, ini mbok kasum yang aku ceritakan waktu itu. Kamu ingat kan?"


Dira menganggukkan kepalanya. Setelah berpamitan pada Mbok Kasum, Dira dan Alby pu. bergegas ke kamar. Alby tampak bingung, karena Dira memasuki kamar yang berbeda. Dira masuk ke kamar yang biasa di tempatinya. Alby mengikuti Dira,dia pun masuk ke kamar Dira.


" Mas, ada apa? Kok masuk ke kamar aku?"


Alby menatap sekeliling, lalu duduk di tepi ranjang Dira. Membuka kemejanya, dan menyisakan kaos dalam lengan pendek.


" Kalau kamu mau tidur di kamar ini, ya sudah, mulai malam ini kita tidur disini."


Jawab Alby. Nadira masih bingung. Alby yang melihatnya pun menghampiri Nadira. Lalu memeluknya.


" Aku akan tidur dikamar yang sama dengan istriku."


Jawabnya tepat di telinga Nadira. Ada gelenyar aneh merasuki jiwa Nadira saat Alby berkata sedikit berbisik di telinganya. Apalagi kini Alby membantu melepaskan hijab yang di pakai Nadira.

__ADS_1


__ADS_2