Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 170


__ADS_3

Setelah sederet acara selesai. Kini Dira dan Alby berada di tengah-tengah keluarga mereka. Sudah ada Papa Haidar, Mama Yasmin, Tante Dwi, Om Hendra, serta kedua orang tua Alby. Sedangkan Bram dan Luna sudah pulang lebih dulu, Hanan ikut bersama dengan Dea dan Dion.


" Papa harap, kamu tidak menyakiti Dira untuk yang kesekian kalinya. Jangan jadikan cinta Dira yang begitu dalam, sebagai alasan untuk kamu melakukan kesalahan yang berulang. Cukup sudah."


Papa Wisnu sebagai orang tua Alby menasehati anaknya. Selama Alby tak mendapat kan kabar, dan tak menemukan keberadaan Dira itu karena Papa Wisnu kah yang menutup semua akses. Entah bagaimana cara kerja orang suruhannya, hingga Alby tak pernah bisa menemukan Dira.


" Iya, Pa. Alby janji."


Papa Haidar menatap putrinya. Lalu menatap Alby.


" Jaga putriku, bagaimana pun, Dira tetap anakku. Sekali lagi kau menyakitinya. Aku yang akan menghabisi mu. Aku tak pernah main-main dengan ucapan ku."


" Pa..."


Mama Yasmin mencoba menenangkan suaminya. Namun Alby malah mengangguk mengerti. Setelah wejangan demi wejangan di berikan oleh para orang tua. Kini Alby dan Dira telah berada di kamar pengantin mereka. Sementara semua orang tua, sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.


" Mas mandi dulu ya, Sayang. Badan mas lengket semua."


Alby pun mencium Dira lalu melangkah kan kakinya ke kamar mandi. Sedangkan Dira membuka hiasan di hijab serta hijab yang ada di kepalnya. Menghapus make up yang menghiasi wajahnya. Serta membuka gaun pengantinnya. Lima belas menit kemudian, Alby sudah keluar dari kamar mandi. Di lihatnya Dira yang masih berada di depan meja rias.


Alby memegang pundak Dira, mereka saling tatap di dalam cermin. Wajah Dira tampak bersemu merah, saat Alby menatapnya penuh cinta. Lalu mencium puncak kepalanya.


" Mas, aku mandi dulu."


Alby mengangguk.

__ADS_1


" Mandilah, mas udah siapin air hangat untuk kamu. Kamu pasti capek banget. "


" Makasih, Mas."


" Iya, Sayang."


Dira pun berlalu dan masuk ke kamar mandi. Di dalam sana, sudah tersedia air hangat dan aroma terapi. Dira berendam untuk beberapa saat. Menikmati aroma terapi yang menenangkan. Walau ini pernikahan kedua kalinya dengan Alby. Namun tetap saja, Dira merasa sedikit gugup.


Setelah lima belas menit, Dira pun keluar dari kamar mandi dan membilas tubuhnya di bawah shower. Dan keluar menggunakan bathrobe. Alby yang melihat Dira keluar dari kamar mandi pun menoleh ke arahnya.


Dira melihat beberapa menu sudah terhidang di meja. Alby melihat Dira yang hanya mematung langsung menghampiri dan menuntun Dira untuk duduk di hadapan nya.


" Sekarang, kamu makan dulu. Mas tau, kamu belum makan apapun dari tadi kan."


Alby tersenyum melihat Dira yang menatapnya bingung. Seolah bertanya dari mana dia tau.


" Mas masih ingat?"


Tanya Dira, yang di sambut dengan anggukan oleh Alby.


" Semua tentangmu, masih melekat disini dan disini."


Ucap Alby sambil menunjuk ke arah dada dan pikirannya.


" Sekarang kamu makan, sebelum maag kamu kambuh."

__ADS_1


" Tapi aku mau menghubungi Dea dulu, mas. Mau menanyakan Hanan."


" Mas baru aja menghubungi Dea. Hanan udah tidur."


Alby menunjukkan foto Hanan yang sedang tertidur bersama Davi, mereka saling berangkulan. Membuat senyuman terbit di bibir Dira.


Mereka pun langsung makan. Setelah selesai makan, ponsel Dira kembali berdering.


" Assalamualaikum, Ma."


" ......."


" Apa???? Iya ma, Dira kesana sekarang."


Dira pun bergegas mengganti pakaiannya. Alby yang melihat Dira memakai pakaiannya menatap bingung.


" Sayang, ada apa?"


" Kita harus ke rumah sakit, Mas. Mbak Luna..."


.


.


.

__ADS_1


**Assalamualaikum readers, maaf baru bisa up lagi. oiya...aku mau promo karya ku yang lain nih...Bakalan terbit di awal bulan februari ya...jangan lupa ya readers...untuk tetap like, komen dan vote..makasih readers semua...love you all...😘😘😘👍🥰🥰🥰**



__ADS_2