
Setelah makan malam, kini mereka semua berada di ruang keluarga. Alby pun tampak memulai pembicaraan pada kedua orang tua Dira.
" Pa, Ma. Alby minta izin untuk membawa Dira."
Semua orang melihat ke arah Alby. Termasuk Bram dan Luna.
" Kamu mau bawa Dira kemana?"
Kali ini Papa Haidar berkata, dan memandang Dira juga Alby secara bergantian.
" Alby ingin mengajak Dira untuk menempati rumah kami, Pa."
" Kita pindah, Mas?"
Dira pun ikut menimpali. Pertanyaan Dira di jawab anggukan oleh Alby. Lalu Dira menatap ke arah Papa dan Bram.
" Kamu mau kan, Sayang. Kita pindah ke rumah kita."
Dira tak langsung menjawab. Dirinya masih menunggu izin dari orang tuanya. Walau sebenarnya Alby berhak mengajak Dira, karena Dira adalah tanggung jawabnya saat ini. Terlebih, Alby adalah kepala keluarga untuk keluarga kecil mereka.
Papa Haidar menghela nafas, lalu menatap dalam mata Alby.
" Kapan kalian akan pindah?"
" Secepatnya, Pa."
__ADS_1
" Sebenarnya papa lebih senang kita semua berkumpul disini. Rumah ini juga masih luas, untuk kita tinggali bersama. Tapi papa hargai keinginannya kamu untuk mandiri. Papa gak bisa melarang."
Alby tersenyum bahagia. Lalu berterima kasih. Setelah pembicaraan itu, kini mereka kembali berbincang santai. Sampai Dira melihat Hanan ya g menguap, dan Dira mengajaknya untuk tidur. Dira menemani Hanan tidur, setelah Hanan terlelap, barulah Dira kembali ke kamarnya.
Di dalam kamar, sudah ada Alby yang duduk di tepi ranjang dengan benda pipih di tangannya. Entah apa yang di lakukan Alby, Dira pun tak banyak bertanya. Melihat kehadiran Dira, Alby pun menghentikan kegiatannya. Alby menghampiri Dira, lalu mengecup keningnya. Dan membuka balutan hijab di kepalanya.
" Mas, kenapa gak cerita kalau kita akan pindah?"
Dira bertanya pada Alby, yang saat ini tengah mendudukkan dirinya di paha Alby.
"Tadinya mas mau ngasi kejutan, begitu pulang honey moon kita langsung ke rumah itu. Tapi gak sopan sama papa mama. Akhirnya mas beranikan diri untuk bicara tadi. Kamu mau kan?"
Dira mengangguk, lalu Alby merengkuh leher Dira dan menyatukan bibir mereka. Setelah beberapa saat, mereka pun mengakhiri dengan nafas yang tersengal.
" Masih sakit?"
"Kalau begitu, besok aja ya, kita lanjutkan buat Adek untuk Hanan. Karena besok kita harus liat rumah kita, dan mas gak mau lihat kamu kesusahan untuk jalan."
" Apaan sih Mas..."
Lalu Alby pun tertawa, dan membawa Dira ke dalam selimut. Mereka menikmati momen berdua. Dan setelah itu mereka pun terlelap.
Pagi hari setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dira dan Alby pun berangkat menuju rumah yang akan mereka huni nantinya. Di dalam hati Dira terbesit memori menyakitkan, saat dulu dirinya keluar dari rumah itu.
Selama di perjalanan, Dira hanya menatap ke arah luar jendela, lama-lama Dira tersadar bahwa ini bukanlah jalan menuju rumah mereka dahulu. Ini jalan yang berbeda.
__ADS_1
" Kita mau kemana, Mas."
" Mau melihat rumah kita. Kok kamu lupa."
" Tapi ini bukan rumah jalan ke rumah."
Dira semakin bingung, saat Alby hanya menjawabnya dengan senyuman. Kini mereka memasuki kawasan perumahan yang sangat asri. Alby mengendarai mobilnya dengan kecepatan pelan. Sampai di sebuah bangunan megah, Alby menghentikan lajunya. Dan memarkirkan mobilnya di halamannya yang luas.
"Ayo turun. Kita udah sampe."
.
.
. **Assalamualaikum, readers...
Jangan lupa like, komen, Gift dan votenya ya...
Cerita ini akan segera berakhir ya gaes. Dan Jangan lupa untuk mampir di ceritaku yang lain.
Judulnya,..
" CINTA BUNDA PENGGANTI"
udah up sampe episode 8 loh...
__ADS_1
Jangan lupa ya...🥰🥰🥰😘😘😘😘**