Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 80


__ADS_3

Alby mengendurkan dasi yang menggantung di lehernya. Rasanya tak sanggup lagi jika harus menyimpan ini semua sendiri. Sudah cukup lama dia menyimpan rahasia besar yang membuat Dira akan terguncang apabila mengetahui hal ini. Alby menghela nafasnya. Mencoba membuang sesak di dadanya.


Pintu ruangan Alby di ketuk, dan masuklah Bram.


" Napa Lo, tu mukak pucat amat."


" Pusing, Gue."


Jawab Alby sambil memijit pangkal hidungnya. Alby semakin merasa pusing, dan perutnya mendadak bergejolak. Alby berlari ke kamar mandi yang ada di ruangannya. Mengeluarkan semua isi perutnya. Rasa mual yang menerpanya sudah dialami nya selama seminggu ini.


Bram yang mengikuti Alby, menatap sahabat sekaligus pimpinannya ini, bingung.


" Lo belum ke dokter juga?"


Alby menggeleng, lalu mengambil tisu dan membersihkan bibirnya.


" Belum sempet gue."


Bram berdecak sinis. Lalu menatap Alby.


" Lo udah cerita ke Dira, kalau Lo-"

__ADS_1


" Belum, gue belum bisa bilang ke dia. Kondisi Dira yang lagi gak stabil membuat gue masih menyimpan ini semua."


Ucap Alby menerawang. Masih terbesit di hatinya, dua hari yang lalu, saat Dira menangis hanya karena hasil testpack yang negatif. Kalau rahasia ini di katakan sekarang, entah bagaimana lagi reaksinya.


Bram menghela nafasnya. Lalu menopang tanganya di atas meja Alby.


" Mau sampe kapan Lo merahasiakan ini? "


" Gue belom tau, Bram. Udah deh, mendingan Lo keluar, makin pusing gue."


Bram mendecak kesal, lalu menyodorkan berkas yang akan di tanda tangani oleh Alby. Setelah membaca, Alby pun langsung menyematkan tanda tangan nya di berkas itu.


" Inget, Al. Sepintar-pintarnya Lo nyimpan bangkai, pasti akan tercium juga."


Flash back On.


" Tante mohon, Al. Ini adalah impian Syifa. Tante mohon hiks..hiks.."


Tante Yuni menangkup kan kedua tanganya di dada, memohon pada Alby. Dengan air mata yang deras mengalir, Tante Yuni meminta Alby menikahi Syifa. Tante Yuni ingin sebelum ajal menjemputnya, Syifa dapat merasakan kebahagiaan sebagai seorang istri dari lelaki yang di cintainya sejak dulu.


" Tante...saya gak mungkin mengkhianati istri saya. Saya sangat mencintai istri saya Tante. Dan saya gak mau memberikan harapan palsu pada Syifa, Saya yakin, Syifa pasti tidak akan setuju akan hal ini."

__ADS_1


Tante masih menangis di hadapan Alby. Alby merasa sangat geram, setelah dirinya mewujudkan keinginan Tante Yuni untuk menjenguk Syifa, kini dirinya meminta Alby untuk menikahi Syifa.


Rasanya tidak mungkin, Alby menikahi Syifa hanya karena rasa kasian. Lalu bagaimana dengan Dira? Wanita yang kini menjadi ratu di hati dan istananya.


" Tante mohon, Al. Tante hanya ingin melihat Syifa bahagia di sisa hidupnya."


" Berarti Tante pesimis dengan pengobatan yang sedang di jalani oleh Syifa."


Tante Yuni menggeleng.


" Tante hanya ingin melihat putri Tante bahagia. Itu saja."


Tante Yuni menjeda ucapannya. Dia pun menghela nafasnya.


" Dan kebahagiaan nya adalah menikah denganmu, Al. "


Alby hanya bisa menggeleng. Dirinya sudah kehabisan akal. Hanya karena dirinya mengikuti keinginan Tante Yuni, kini dirinya meminta lebih, itulah yang di fikirkannya.


Tak lama, Tante Yuni mengambil sesuatu di dalam tas yang di kenakan. Ternyata itu adalah buku harian Syifa.


" Bacalah. "

__ADS_1


Tante Yuni menyodorkan buku harian itu. Buku harian berwarna maroon yang di depannya terdapat foto mereka berdua sewaktu masih mengenyam pendidikan di sebuah universitas.


__ADS_2