Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 168


__ADS_3

Papa Haidar dan Bram pulang bersamaan. Sesaat setelah mama Yasmin mengabari mereka. Papa Haidar menatap wajah putrinya itu.


" Papa dukung apapun pilihan kamu dan siapapun orangnya, Nak. Asalkan kamu bahagia."


" Terima kasih, Pa."


Bram pun memeluk adiknya. Tersenyum lalu membelai kepala yang berbalut hijab.


" Kakak senang, akhirnya kamu bisa keluar dari masa lalu, siapapun nanti yang datang. Kakak akan memintanya tidak menyakitimu. Hanya itu."


Malam pun menjelang. Di kediaman Pak Haidar, mereka semua sudah menunggu. Bahkan Bram tampak berdiri di depan pintu sambil memasukkan tangannya di kantong celana. Dan sesekali melirik jam yang melingkar di tangannya.


" Mereka datang jam berapa sich?"


"Sabar dong, Beibh. Mungkin macet."


Bram kembali duduk di sebelah Luna. Tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah mereka. Pak Haidar bangkit dari duduknya dan melihat siapa yang datang. Begitu juga Bram.


Setelah beramah tamah, kini mereka masuk pada acara inti. Yaitu meminta Dira pada kedua orang tuanya.


" Bapak , Ibu. Kehadiran kami disini adalah untuk meminang putri bapak yang bernama Nadira Sofia. Untuk di jadikan istri bagi putra kami. Apakah Nak Nadira mau menerima lamaran putra kami, Nak?"

__ADS_1


Seorang pria berumur lebih dari lima puluh tahun yang di dapil sebagai perwakilan dari pihak laki-laki pun menyampaikan maksud dan tujuannya. Dira yang saat ini sudah berada di tengah-tengah keluarganya pun menatap pada Mama dan Papanya.


" Dengan mengucapkan Bismillah, Dira menerima lamaran anak bapak."


Kalimat yang di ucapkan Dira mampu membuat lelaki yang sedari tadi menatap nya mengucapkan Hamdallah. Lalu senyum terbit di wajahnya yang dari tadi tampak tegang.


Kini mereka membicarakan mengenai hari pernikahan. Dan sudah di putuskan, pernikahan akan terjadi Minggu depan. Semua orang terperangah mendengar permintaan lelaki itu.


" Lebih cepat, lebih baik."


Ucapnya kemudian. Dan di sambut dengan tawa dan gelengan kepala oleh para orang tua yang hadir disana.


Saat acara berlangsung, Dea sengaja menjemput Hanan, untuk bermain bersama Davi di kediaman nya.


" Ayo, sekarang kita makan dulu. Waktu sudah semakin malam."


Ucap Papa Haidar sambil membawa tamu mereka ke ruang makan. Mereka menikmati santap malam dengan saling bertukar cerita. Bram tampak mendekati calon adik iparnya.


" Satu hal aku minta, jangan pernah buat Dira menangis lagi. Cukup sudah, terlalu banyak air mata yang Dira tumpahkan. Aku berharap, kamu bisa membahagiakannya."


" Insya Allah. Aku akan menghapus air mata di wajahnya."

__ADS_1


Jawaban tegas dan pasti terucap oleh lelaki itu. Bram menepuk bahu nya dan meninggalkan lelaki itu. Dira pun menghampiri dan duduk di sebelahnya. Lelaki pilihannya itu, mengulas senyum pada Dira.


" Terima kasih, kejutannya. Aku akan menghapus air mata kamu,dan menggantinya dengan senyum bahagia."


Dira tersenyum.


" Buktikan, aku hanya perlu itu. Bukan janji."


Jawab Dira tenang. Lelaki pilihan Dira hanya mengangguk. Waktu cepat berputar, kini tibalah mereka pamit undur diri. Dan sesuai kesepakatan kedua keluarga. Dira dan lelaki pilihannya akan menikah Minggu depan.


" Jadi seperti yang kita rencanakan tadi, maka pernikahan Ananda Nadira dan anak kami, akan berlangsung Minggu depan. Untuk semua perencanaannya, nanti Dira bisa bicara langsung dengan calon suamimu ya, Nak."


Dira pun mengangguk, lalu setelahnya acara di pundi tutup. Semua keluarga lelaki itu, pamit undur diri.


" Nanti aku hubungi ya.,"


.


.


.

__ADS_1


** Siapa lelaki itu, aku buka di episode selanjutnya ya... siapapun itu, aku harap kalian gak kecewa. Dan masih mau memberikan like, komen dan vote nya ya...😊😊 love you all.,🥰🥰🥰😘😘😘**


__ADS_2