Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 99


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah sakit saat Alby menjatuhkan talak, kehidupan Alby berubah. Tidak di dapatinya lagi Dira yang bermanja padanya. Tak bisa di peluknya lagi wanita yang menjadi belahan jiwanya. Alby lebih banyak menghabiskan waktu di meja kerjanya.


Pukul sepuluh malam, Alby pulang ke rumahnya. Rumah sudah tampak gelap, hanya lampu di ruangan dapur yang hidup, tak lama tampak Mbok kasum keluar dari dapur.


"Den, baru pulang? Mbok siapin minum dulu ya?"


Alby hanya mengangguk, lalu pandangan nya melihat pintu kamar Dira. Kemudian Mbok Kasum pun menyodorkan teh di hadapan Alby.


" Apa Dira makan dengan baik Mbok?"


" Iya Den, Neng Dira tadi makan dengan baik. Bahkan sebelum tidur pun Neng Dira tadi sempat minum susu dulu."


Alby mengangguk.


" Apa Dira bilang pingin sesuatu, Mbok?"


Mbok Kasum menggeleng.

__ADS_1


" Ya sudah Mbok, kalau nanti Dira bilang pingin sesuatu, Mbok kabari Alby ya. "


" Iya Den. Den Alby yang sabar, serahkan semuanya kepada Allah, Den. Kalau Den Alby dan Neng Dira masih berjodoh, pasti akan kembali Den."


Alby menipiskan bibirnya. Dan mengucapkan terima kasih.


" Mbok siapkan makan malam ya Den?"


" Gak usah, Mbok. Al gak laper, Al mau istirahat aja. Mbok juga istirahat ya."


Lalu Alby pun melangkah ke kamarnya di lantai atas. Di kamarnya dia merenungi, kesalahan yang telah di lakukannya. Dengan langkah lemah, Alby masuk ke kamar mandi, membersihkan diri lalu beranjak tidur.


" Sayang..."


Dira sedikit melirik ke arah Alby yang masih memanggilnya Sayang. Lalu Alby menarik kursi yang ada di sebelah Dira. Dira masih memakan rotinya, dan membiarkan Alby menatapnya. Alby juga mengambil selembar roti yang di beri selai coklat. Alby pun ikut makan bersama Dira. Bahkan Alby menghabiskan tiga lembar roti dalam waktu singkat.


" Kamu mau kemana?"

__ADS_1


Alby bertanya pada saat Dira bangkit dari duduknya.


" Aku sudah selesai. Dan sekarang aku mau tidur."


Jawab Dira langsung beranjak dari duduk, dan Membersihkan gelas bekas minumnya. Lalu melangkah ke kamarnya. Alby hanya mampu diam, dan menatap pintu kamar yang sudah tertutup itu. Begitu sesak rasanya, saat Dira mendiamkannya.


Alby pun kembali ke kamarnya setelah Dira masuk ke kamarnya. Matanya tak mampu terpejam lagi. Pandangannya menerawang ke langit-langit kamarnya. Ada penyesalan di hatinya, karena keputusan yang di buat olehnya melukai hati Dira.


Pukul tujuh pagi, Alby sudah rapi dengan pakaian kantornya. Namun Alby tak melihat Dira keluar dari kamarnya. Mbok kasum yang sedang menata makanan di meja pun melihat arah mata Alby.


" Neng Dira tadi subuh sudah bangun, Den. Cuma katanya mau tidur lagi, masih ngantuk."


" Mbok, tolong perhatikan makanan Dira ya. Tuk saat ini, Dira gak mau melihat Alby. Jadi Alby minta tolong sama Mbok. Tolong perhatikan Dira."


" Iya Den. Mbok pasti perhatikan Neng Dira."


" Dira lagi hamil Mbok, Tapi Alby malah menyakitinya."

__ADS_1


Ada rasa penyesalan di ucapan yang di lontarkan Alby. Tanpa Alby sadari, Dira sudah berada di ruangan itu, saat Alby mengatakan penyesalannya.


__ADS_2