Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 106


__ADS_3

" Benar seperti itu Nak?"


Dira mengangguk. Sedangkan Om Hendra mengepalkan tangannya.


" Kurang ajar. Papa harus ketemu dia. Papa gak terima dia menyakiti Dira."


"Aaarrrgggghhhh.."


Dion melayangkan tinju ke udara.


" Dion ikut, Pa. Dion gak terima dia buat Dira seperti ini."


Ucapnya dengan mata yang menyalang.


" Kendalikan emosi kamu, Dion. Dira ketakutan. Kamu mau nyakitin Dira."


Tante Dwi mengingatkan Dion, untuk tetap tenang.


" Maafin Kakak, kamu gak apa-apa kan? Apa perut kamu keram?"


Dira mengangguk, lalu Tante Dwi melihat ke Dira yang kini di pelukannya.


" Dira sedang hamil, Ma."

__ADS_1


" Mama bahagia, apa Alby tau kamu hamil, Nak."


Dira pun mengangguk, lalu mulai menceritakan apa yang di alaminya beberapa Minggu ini. Tante Dwi sangat terpukul, namun dia berusaha kuat untu Dira.


" Sekarang kamu istirahat, kasian anak kamu."


Tante Dwi mengantarkan Dira ke ranjang, menyelimutinya dan membiarkan dirinya tidur. Lalu setelah Dira tertidur, Tante Dwi, Om Hendra dan juga Dion berbicara, di kamar Dion yang letaknya bersebelahan dengan kamar Orang tuanya.


"Papa akan bicara dengan Pak Wisnu. Malam ini, Papa gak bisa terima dengan perlakuan putra mereka. Dion, sebaiknya kamu tinggal disini, Papa takut, nanti kamu emosi dan melakukan hal yang tidak di inginkan."


" Tapi, Pa.."


" Kamu turuti aja apa yang papa kamu bilang. Oke. Mama dan Papa yang akan menyelesaikan ini semua.


" Dira, kamu dimana, Sayang. Siapa lelaki itu?"


Belum hilang rasa penasaran Alby, sebuah mobil berwarna putih kembali berhenti di depan rumahnya. Alby terkejut melihat siapa yang turun dari mobil itu.


" Om, Tante." Gumamnya.


Tak lama mobil hitam yang Alby kenal pun berhenti di depan rumahnya. Papa dan Mama Alby turun. Alby semakin bertanya-tanya. Apakah Om dan Tante Dira sudah mengetahui masalah ini?


Dira berjalan di antar Om dan Tantenya. Di sus dengan Papa dan Mama Alby. Alby mendekati Om dan Tante Dira, dan ingin menyambutnya, namun Om dan Tante Dira menepis tangan Alby. Lalu Alby melihat ke arah Dira,mencoba bertanya dengan pandanga. mata. Namun Dira mengalihkan pandangannya dengan Mendes*ah pelan.

__ADS_1


" Sebaiknya kita bicara di dalam."


Papa Wisnu menjawab ketegangan yang terjadi di luar rumah itu. Semua orang pun mengangguk, lalu melangkah ke dalam rumah. Setelah di persilahkan, Om dan Tante Dira pun duduk di ruang tamu, bersama dengan Alby dan orang tuanya.


" Om, Tante, kapan tiba? Kenapa tidak ngabari Al, kan bisa Al jemput?"


Om Hendra tersenyum sinis, lalu menatap Alby.


" Gak usah berpura-pura baik. Kami kesini untuk membawa anak kami, Dira. Sudah cukup sakit yang kamu torehkan. Pengacara saya akan segera mengurus perceraian kalian. Dan satu lagi, jangan pernah temui Dira."


Nafas Alby terasa tercekat. Di pandangi nya Dira. Namun Dira hanya membuang pandangannya ke arah lain, air mata kembali keluar dari sudut matanya. Dengan cepat, Dira mengusapnya. Dira tak ingin Alby melihat dirinya lemah.


" Sayang, kemasi barang-barang mu. Malam ini kita pulang."


Alby semakin tercekat, lalu dia pun bersujud di kaki Om Hendra.


" Maafin Alby,Om. Alby salah, tapi tolong jangan pisahkan Alby dari Dira."


.


** **Hai readers tersayang...malam ini double up ya..menemani malam Minggu kalian...😘😘😘


Jangan lupa like, komen, gift, serta votenya ya..Love you All.😘😘😘***

__ADS_1


,


__ADS_2