Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 83


__ADS_3

Setibanya di kediaman Syifa, Alby segera menemui Syifa.


" Ada apa? "


Syifa dengan wajah sumringah menunjukkan hasil testpack pada Alby. Bukannya bahagia, Alby justru merasa sedih. Pengkhianatan yang di lakukannya membuahkan calon anak.Syifa yang melihat reaksi Alby, seketika raut wajahnya berubah.


" Kamu gak bahagia Bee?"


Alby menggeleng, lalu menghela nafasnya.


" Aku bahagia." Jawabnya pelan, lalu merangkul Syifa. Namun di sudut matanya keluar air mata yang dengan cepat di sekanya.


" Besok aku ke dokter ya Bee."


Alby mengangguk, lalu di lihatnya Syifa seperti ingin bicara sesuatu.


" Ada apa?"


"Kamu bisa temani? Tapi kalau kamu sibuk-"


" Besok aku temani. Sekarang kamu istirahat aja."


Syifa dan Alby segera masuk ke kamar. Syifa tertidur di pelukan Alby. Namun Alby sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Justru air matanya lah yang sesekali keluar.

__ADS_1


Saat dilihatnya Syifa sudah tertidur, Alby pun turun dari ranjang, dengan gerakan yang sangat pelan. Agar tak membangunkan Syifa.


Alby keluar kamar, dan mencari mbak tia, asisten rumah tangga yang di kerjakan untuk membantu Syifa dirumah ini.


" Mbak, nanti kalo Syifa nyariin Saya. Tolong bilang saya, udah kembali ke kantor."


Mbak Tia pun mengangguk. Tak lama Alby pun pergi meninggalkan rumah itu. Sebenarnya Syifa tak benar-benar tidur, dia hanya terpejam di pelukan Alby. Syifa melihat saat Alby berpamitan pada mbak Tia, dan meninggalkan dirinya. Air mata Syifa menetes.


" Aku tau, kamu tidak bahagia Bee. Kamu pura-pura bahagia, bahkan saat aku hamil pun, kamu tidak memberikan perhatian lebih."


Ucap Syifa di sela tangisnya. Sedangkan Alby dengan pikiran yang ruwet, menepikan mobilnya di sebuah danau, menatap danau tersebut, dan tak lama Alby berteriak.


" Aaaaarrrrrgggggghhhhhhhhh........"


Alby menangis mengatakan itu semua. Seharusnya dulu beberapa bulan yang lalu, dia tak sepatutnya iba melihat kondisi Syifa yang drop. Hingga mengeluarkan lamaran di ruangan itu.


Flashback on.


" Al, keadaan Syifa drop. Tante sangat takut. Dia manggil nama kamu. Tante mohon, kamu datang ya Al."


Alby dengan cepat, berlari ke mobilnya dan tanpa sengaja Bram melihat.


" Al, Lo mau kemana?"

__ADS_1


" Syifa drop, Tante Yuni baru aja menghubungi gue. Gue harus ke rumah sakit sekarang Bram."


Ucap Alby cepat.


" Gue ikut."


Setibanya di rumah sakit, Alby dan Bram langsung menuju ruang perawatan Syifa. Tampak dokter baru saja melakukan penanganan.


Alby dan Bram masuk ke dalam ruangan itu. Tampak wajah pucat Syifa di ranjang pasien. Tampak Tante Yuni menggenggam tangan Syifa. Dan menangis disana.


Alby dan Bram keluar ruangan, dan mencari dokter yang menangani Syifa.


" Maaf dokter, ada yang ingin saya tanyakan mengenai kondisi pasien yang bernama Syifa. Bisa kah saya meminta waktu dokter sebentar?"


Tanya Alby, sedangkan Bram yang ada di sebelahnya hanya menatapnya bingung.


" Anda siapanya? Maaf karena kami hanya akan memberikan informasi pasien pada pihak keluarganya. Selain itu, maaf kami tidak bisa memberikannya. Itu privasi pasien."


Cukup lama Alby terdiam, Bram sampai menyenggol lengan Alby. Menyadarkannya.


" Saya calon suaminya, Dok."


Jedeeerrrrr....Bram yang ada di sebelah Alby menatap dengan mata membulat.

__ADS_1


" Gilak Lo, Lo mau nyakitin Dira? Kalo sampe Lo nyakitin Dira, dan Dira memilih pergi, gue sebagai teman sekaligus kakak angkat Dira. Pergi juga dari samping Lo."


__ADS_2