Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 60


__ADS_3

Suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan Nadira. Seorang wanita muda masuk dan langsung memeluk Alby. Alby yang terkejut akan kehadiran wanita itu pun, langsung sumringah dan membalas pelukan wanita muda itu.


" Kak Al. Kangen, Kak Al jahat. Aya benci Kak Al."


Kalimat itu terlontar begitu saja dengan gaya manja dari wanita yang menyebut dirinya Aya. Bahkan wanita itu pun duduk di pangkuan Alby. Dira yang masih terkejut melihat adegan di lanjut dengan adegan wanita itu duduk di pangkuan Alby, tak sadar menjatuhkan ponselnya.


Lalu dengan mata berkaca-kaca Dira keluar dari ruangan Alby. Alby yang masih terkejut dengan kedatangan Cahaya pun lupa akan kehadiran Dira disana. Sementara itu, Dira keluar dari ruangan Alby tak sengaja berpapasan dengan Bram.


" Dira, Kamu kenapa? Kok nangis? "


Bram celingukan, sedangkan Dira hanya menatap Bram sebentar lalu berjalan menuju lift dan begitu lift terbuka Dira langsung masuk dan menuju lantai dasar. Bram bingung dengan sikap Dira,dengan cepat menuju ruangan Alby. Ia khawatir terjadi sesuatu antara Alby dan Dira.


" Al, si Dira.."


Belum siap Bram berkata, Aya sudah langsung memeluknya. Membuat Bram bergeser ke belakang, karena Aya yang menubruk kan tubuhnya.

__ADS_1


" Aya...kamu disini? Kapan kembali?"


Bram melerai pelukan Aya, lalu mencubit gemas pipi adik sahabatnya ini. Dia sudah menganggap Aya sebagai adiknya sendiri.


" Aya baru aja datang, trus kesini."


Jawabnya sambil tersenyum. Setelah bertanya, Bram pun bertanya pada Alby, tentang Dira yang tampak menangis. Alby pun baru ingat, dan seketika berlari keluar ruangan. Menuju lift dan menuju lantai dasar. Dia mencari keberadaan Dira namun tak berhasil ketemu. Alby pun kembali berlari menuju ruangannya. Nafasnya tampak sesak.


" Dira gak ada di lobby, Bram."


Ucapnya dengan nafas yang ngos-ngosan. Dan dengan cepat, Alby menyambar ponselnya, menekan nomor Dira. Tapi suara ponsel Dira berada di ruangan itu. Alby bergegas mengambilnya.


" Gue tadi liat, Dira nangis gitu, waktu gue tanya, di malah masuk lift. Makanya gue langsung ke ruangan Lo. Eh...gak taunya si Aya ada disini. Pake acara pangkuan lagi."


Seketika Bram tercekat. Dan membulatkan matanya. Bram dan Alby pun saling tatap. Dan tatapan itu kemudian beralih ke arah Cahaya.

__ADS_1


" Kok, liatin Aya gitu. Horor tau gak?"


" Ya, waktu kamu meluk kakak, kamu liat ada cewek duduk di sofa situ gak?"


Alby bertanya pada adiknya. Cahaya mengedikkan bahu, dan mengangkat tangannya.


" Jangan-jangan si Dira salah paham Al."


Alby menatap ke arah Bram. Lalu dengan cepat, mengajak ketiga orang itu keluar dari ruangannya. Mereka mengendarai mobil menuju rumah Alby.


" Gawat nih, Dira pasti cemburu ini." Gumam Alby.


" Dira siapa sich? Kok Aya bingung ya? Apa Dira itu kakak ipar Aya, yang sering mama ceritain ke Aya?"


Dan dengan cepat, Bram menjelaskan pada Aya. Setelah mendengar cerita dari Bram, Aya pun tampak cemas.

__ADS_1


" Kak cepetan dong. Kasian kan Kak Dira. Dia pasti salah paham, Aya juga salah sich, masuk ke ruangan kakak nyelonong aja."


Alby hanya diam, menatap kiri kanan, berharap bertemu Dira di jalan. Bram hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Adik kakak ini. Setelah tiga puluh menit berkendara, mereka pun tiba di kediaman Alby. Namun sepertinya Dira belum pulang, karena pintu yang masih terkunci rapat.


__ADS_2