Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 62


__ADS_3

Nadira menundukkan wajahnya. Dirinya sangat malu saat mengenang kejadian di kantor tadi dan berlanjut ke rumah. Dan kini mereka tengah makan malam disebuah restoran.


" Sayang, kamu kenapa? Gak suka sama makanan nya? Mau pesan yang lain?"


Alby memberikan pertanyaan beruntun, Aya yang mendengar nya hanya memutar matanya malas.


" Dasar Bucin." Gumamnya pelan.


Namun Bram mendengar, karena mereka yang duduk bersebelahan. Dan itu membuat Bram menahan tawanya.


" Jomblo gak boleh iri." Jawab Bram setengah berbisik ke arah Aya.


" Kak Bram juga jomblo." Jawab Aya berbisik sambi menjulurkan lidahnya.


" Tapi sebentar lagi gelar jomblo kakak lewat." Pamer Bram pada Aya.


" Dih...cewek itu pasti salah, matanya rabun kali."


Bisiknya lagi.


" Bilang aja kamu iri...iya kan?" Jawab Bram.

__ADS_1


" Gak ."


Alby yang melihat Bram dan Aya saling bisik menajamkan pendengarannya. Karena tak juga mendengar, akhirnya Alby pun bersuara.


" Kalian kenapa bisik-bisik?"


Akhirnya Bram dan Aya menegakkan duduk. Aya melanjutkan makannya dengan cuek begitu juga dengan Bram. Alby mendengus kesal dengan tingkah sahabat dan adiknya ini. Dira yang berada di sana pun semakin canggung.


" Kak, ayo dimakan, cemburu itu membutuhkan energi loh."


Aya menggoda Dira. Sedangkan Dira semakin menundukkan wajahnya karena ketahuan cemburu tadi. Alby mengulum senyum mendengar Aya menggoda istrinya, sedangkan Bram hanya menahan tawa.


" Ayolah Kak, Si lelet ini pasti bahagia kalo kakak mencemburuinya, bisa naik tu telinga."


Di perjalanan pulang, Aya meminta diantar ke hotel tempat dirinya menginap, dan Bram kembali ke rumahnya. Kini hanya tinggal Dira dan Alby yang berada di dalam mobil. Dira tak bersuara selama di perjalanan. Dia hanya menatap luar jendela.


Alby sesekali menatap ke istrinya. Lalu kembali fokus pada kemudi. Setelah hampir satu jam berkendara, kini mereka tiba di rumah. Dira masuk lebih dahulu, kemudian di susul oleh Alby.


Saat memasuki kamar, Alby tak melihat Dira di dalam kamar,namun suara air dari kamar mandi menandakan ada orang di dalamnya.


Tok..

__ADS_1


tok..


tok..


" Sayang ..kamu masih lama?"


" Sebentar lagi, Mas."


Lima belas menit kemudian, Dira pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang sedang di keringkan dengan handuk. Alby yang melihat Dira seperti itu, langsung memeluknya. Merapatkan tubuhnya ke tubuh Dira.


" Katakan pada Mas. Apa kamu tadi cemburu melihat Mas dan Aya?"


Dira tak menjawab, dia hanya diam, namun semburat merah di pipinya menandakan saat ini dirinya tengah malu akan pertanyaan Alby.


" Katakan, Sayang."


Dira hanya mengangguk, lalu membenamkan wajahnya di dada Alby. Alby mengangkat dagu Dira memintanya untuk menatap Alby.


" Mas bahagia, ternyata kamu memiliki perasaan yang sama. Terima kasih."


Alby langsung mengecup bibir Dira. Semakin lama ciuman itu semakin dalam. Alby menahan tengkuk Dira untuk memperdalam ciumannya. Lidahnya bermain di dalam sana. Semakin lama ciuman itu semakin menuntun, kini tangan Dira telah berada di leher Alby.

__ADS_1


Mereka masih menikmati manis dari bibir masing-masing. Alby melepaskan ciuman di saat merasa istrinya itu membutuhkan pasokan oksigen. Alby mengusap bibir Dira yang membengkak akibat ganasnya ciuman yang mereka lakukan.


__ADS_2