
Alby paham akan kesedihan Dira. Dia pun menggenggam tangan Dira, mencoba menyalurkan kekuatan, dan mencoba mengatakan bahwa ada dirinya di sisinya kini. Memalui tatapan matanya. Mama Ratna yang melihat interaksi anak dan menantunya tersenyum simpul. Mama Ratna menyakini, bahwa sebentar lagi akan ada Alby junior di tengah-tengah mereka. Melihat sikap Alby ke Dira yang terlihat sangat mencintai nya.
Setelah selesai makan malam, kini Mama dan Papa Alby pun berada di kamar yang dahulu di tempati mereka sewaktu Alby sakit.
" Pa, papa liat gak, seperti nya Alby sudah mulai mencintai Dira. Mama bahagia pa, akhirnya anak kita bisa menerima dira."
Papa Wisnu hanya tersenyum, lalu membenarkan ucapan istrinya.
" Papa juga bahagia Ma. Akhirnya hati Alby terbuka, dan menerima Dira. Dan papa yakin tidak lama lagi, akan ada kehadiran Alby junior di rumah ini."
Ucap papa Wisnu dengan senyum. Kedua mertua Dira ini sangat bahagia melihat sikap Alby ke Dira. Di kamar lain, Dira tengah mengganti pakaian nya dengan gaun tidur yang dimintakan Alby. Sejak menjadi suami istri seutuhnya, Alby suka sekali meminta Dira menggunakan gaun tidur yang membuat dirinya masuk angin.
" Sayang, kamu jangan godain aku ya."
Ucap Alby sambil menarik pinggang Dira untuk merapat ke dirinya. Dira mengerutkan bibirnya, karena ucapan Alby.
" Kan mas yang minta aku pake ginian, kok di bilang aku yang godain sih. Yaudah, aku ganti pake piyama aja ya."
__ADS_1
Dira berkata dan ingin pergi dari pelukan Alby. Namun Alby semakin mengeratkan pelukannya.
" Jangan ngambek dong, mas cuma becanda sayang."
Alby berkata setengah berbisik ditelinga dira. Membuat Dira menggerakkan kepalanya. Apalagi kini Alby sudah mulai menghisap leher Dira meninggalkan jejak kemerahan di leher putih Dira. Tak hanya di satu tempat, kini Alby mulai menjelajah ke tempat lain. Malam itu kembali mereka menikmati manisnya madu pernikahan. Tak hanya sekali, bahkan Alby melakukannya sampai pukul dua pagi.
Jam di dinding menunjukkan pukul lima pagi, Dira bangun tergesa, karena dia terlambat bangun. Setelah mandi kini Dira membangunkan Alby yang masih terlelap di buai mimpinya.
" Mas, bangun, nanti terlambat subuh loh."
Ketika Dira di dapur, mama Ratna pun datang menghampiri.
" Selamat pagi, Sayang."
" Selamat pagi, Ma. Mama mau teh atau susu?"
" Nanti aja, Sayang."
__ADS_1
Dira mengangguk, lalu melanjutkan kegiatannya. Mama Ratna memperhatikan Dira. Dan mulai bertanya.
" Sayang, apa ada sesuatu yang Mama lewatkan?"
Dira mengerutkan keningnya, lalu melihat ke arah Mama mertuanya.
" Maksud mama?"
" Pernikahan kamu dan Alby, apa kamu bahagia?"
Dira tersenyum, lalu mengangguk.
" Dira bahagia, Ma. Semua berkat doa dari kalian. "
Mama tampak tersenyum bahagia. Selama ini Mamanya sudah tahu, Bram yang selalu memberikannya kabar mengenai hubungan rumah tangga Alby.
Kini Dira di bantu mama Ratna memasak makan pagi. Mereka bercerita sambil sesekali tertawa. Alby tak lama turun dan langsung memeluk Dira dari belakang, membuat Dira malu di hadapan mertuanya.
__ADS_1