Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 128


__ADS_3

Waktu terus berjalan, besok adalah hari syukuran atas kelahiran baby Hanan. Entah mengapa Dira lebih suka memanggilnya Hanan. Dion pun sudah hadir dari malam. Baby Hanan sedang dalam gendongan sang Eyang.


" Dira, kamu makan dulu, Sayang."


Tante Dwi selalu saja mengingatkan Dira. Karena Dira selalu saja melupakan makan nya. Apalagi saat repot mengurus baby Hanan.


" Iya, Tante. Oiya Tant, apa semua sudah selesai."


" Sudah, Sayang. Bahkan kambing nya juga sudah selesai di potong. Dan sudah di masak untuk di bagikan ke panti asuhan. Kamu gak perlu khawatir. Om kamu dan Dion sudah mengaturnya."


Dira tampak tersenyum. Lalu Dira pun menyelesaikan acara makan siangnya. Sebuah salam mengalihkan perhatian kedua wanita cantik yang berbeda usia itu. Bik Siti yang mendengar salam pun langsung melangkah kan kakinya menuju pintu depan.


" Mungkin orang yang akan mendekor ruangan ini ya, Tant."


" Bisa jadi."


Ternyata benar, orang dari WO yang hadir. Mereka akan mendekor tempat yang akan di jadikan tempat acara besok. Dira tak banyak mengundang tamu. Hanya beberapa kerabat, teman dan para tetangga. Serta anak yatim piatu.


Bik Siti mengantarkan para pekerja dari WO, untuk bertemu dnegan Dira. Mereka memasang tenda di halaman depan, dan mulai melakukan dekorasi. Dira hanya melihat dan memperhatikan. Sedangkan Om dan Dion masih berada di panti asuhan untuk menyaksikan acara penyembelihan kambing untuk aqiqah baby Hanan.


" Sayang, Hanan nangis, mungkin dia haus. Kamu susui dulu ya, Nak."

__ADS_1


Dira pun mengambil Baby Hanan dari gendongan Eyangnya.


" Uuuhhh...sayangnya Mama haus ya Nak. Kita mimik susu dulu, ya?"


Dira berbicara pada Baby Hanan,lalu mengajak nya ke kamar untuk menyusui anak nya. Tante Dwi memperhatikan para pekerja yang sedang mendekor halaman depan. Namun perhatian Tante Dwi teralihkan dengan berhentinya sebuah taksi di depan rumah Dira.


" Assalamualaikum."


Sapa wanita yang baru saja mendekati Tante Dwi. Tante Dwi menjawab salam, dan menerima uluran tangan gadis manis itu.


" Maaf, adik ini siapa?"


Gadis manis itu menundukkan wajahnya. Dirinya tau betul siapa wanita yang ada di hadapannya ini. Rasanya sangat malu untuk berhadapan dengan wanita cantik itu.


"OOO...silahkan masuk, Dira ada di kamarnya sedang menyusui Baby Hanan."


Lalu Tante Dwi meminta Bik Siti untuk menunjukkan kamar Dira. Di depan pintu kamarnya Dira. Bik Siti pun mengetuk pintu tersebut.


" Neng, ini ada tamu. Katanya teman Neng Dira."


Dira yang mendengar pun langsung berkata sedikit keras.

__ADS_1


" Siapa, Bik. Suruh masuk aja."


Lalu Gadis itu pun masuk ke kamar Dira. Dira tampak membulatkkan matanya. Melihat siapa yang hadir.


" Deeaaaaaaa......"


Dea pun menghampiri Dira dan memeluknya. Dira bahkan sampai menangis karena kedatangan Dea yang tak di sangka.


" Kenapa gak bilang kalau kamu mau kesini. Kan bisa di jemput."


"Ck.. kebiasaan deh. Aku tu bukan ratu sejagad yang harus di jemput."


Dira hanya tertawa, melihat Dea. Dea pun melihat Baby Hanan yang tampak sedang menikmati sumber kehidupannya.


" Duh...ganteng banget sich kamu, Nak."


Ucap Dea sambil menoel pipi Baby Hanan yang tampak gembul.


" Acaranya kapan, Ra?"


" Besok, makanya kamu malam ini nginep ya?"

__ADS_1


" Aku gak bisa nginep di rumah kamu, Ra. Aku nginep di hotel. Lagian ada beberapa kado dari karyawan kamu. Dan semua masih di hotel."


__ADS_2