Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 118


__ADS_3

Alby bangun saat matahari sudah mulai menampakkan cahayanya. Alby mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk. Alby langsung bergegas memasuki kamar mandi, membersihkan diri. Setelah itu, Alby keluar kamar dan melihat seisi rumah yang tampak senggang. Hanya ada Mama Ratna yang duduk di ruang televisi.


" Ma.."


Mama Ratna menoleh ke sumber suara. Di lihatnya Alby yabg tampak lebih baik dari kemarin saat datang ke rumah itu.


" Udah bangun, Nak. Kamu makan dulu ya? Biar mama siapin."


Malam Ratna menyiapkan makanan untuk Alby. Alby pun duduk di meja makan, lalu memakan makanan nya. Alby tidak dapat makan dengan baik sejak Dira pergi dari hidupnya. Dan morning sickness yang dialaminya pun turut andil dalam menurunkan na*fsu makan Alby. Sampai memasuki bulan ke empat, barulah Alby benar-benar tak merasakan itu lagi.


" Al, kamu makannya kok dikit banget?"


Mama Ratna yang melihat Alby sudah menyelesaikan makannya pun melihat dengan tatapan prihatin.

__ADS_1


" Al udah kenyang, Ma."


Alby tak sepenuhnya berbohong, karena sejak Dira pergi, Alby hanya makan untuk sekedar mengganjal perutnya.


" Al, Mama tau, ini semua berat untuk kamu. Tapi satu hal yang mama minta. Kamu jangan menyiksa dirimu sendiri. Bukan begini caranya, untuk kamu menyesali perbuatanmu,Nak."


Mama Ratna menghela nafasnya, dan menjeda ucapannya.


" Apa yang kamu lakukan memang membuat Kami semua kecewa. Terutama Dira. Tapi seharusnya kamu menerima ini semua. Kamu yang menginginkan ini terjadi, maka kamu juga harus menanggung resikonya. Relakan Dira berbahagia di luar sana, ada Syifa yang menjadi tanggung jawab kami sekarang. Apalagi saat ini Syifa sedang sakit. Kamu makin menyakitinya, Nak."


" Nak, jodoh, maut, pertemuan, perpisahan semua sudah diatur oleh Sang Pencipta. Kalau saat ini kamu berpisah dengan Dira, mungkin memang kalian sudah tidak berjodoh. Kalau kalian memang berjodoh, Allah akan menyatukan kalian kembali. Baik kamu ataupun Dira yang menghindar, kalian akan bersatu."


Air mata Alby menetes, di peluk nya wanita yang telah melahirkannya ini. Di tumpahkan semua rasa sesak yang di tahannya selama ini. Sedangkan Mama Ratna yang melihat putranya yang sedang dalam titik terapung di hidupnya hanya mampu menguatkan.

__ADS_1


" Terima kasih, Ma. Walau Alby sudah membuat kalian semua kecewa, mama gak pernah membenci Alby."


Ucap Alby saat melerai pelukan Mamanya.


" Kalian anak-anak Mama. Saat kalian bahagia, mama pun bahagia, saat kalian sedih, manapun merasakannya, Nak. Sekarang tata lah kembali hidupmu. Jadikan semua ini pelajaran yang sangat berarti di hidupmu. Mama akan selalu mendoakan, semoga Allah selalu melindungi,dan membimbing kamu."


Alby mengangguk, dan tak lama, Alby mendapat panggilan dari mertuanya, yabg meminta Alby untuk datang ke rumah sakit. Alby pun bergegas ke rumah sakit. Di perjalanan, Alby merenungi semua ucapan Mamanya.


Setibanya di rumah sakit, Alby langsung menuju kamar Syifa. Di bukanya pintu ruang rawat Syifa dan di lihatnya Syifa dan Mamanya yang sedang berbicara. Saat Alby masuk, Mama Yuni pun pamit untuk pulang. Mama Yuni ingin memberikan waktu untuk mereka berdua.


" Bagaimana keadaan kamu, Fa?"


" Sudah lebih baik."

__ADS_1


Setelah itu, baik Syifa ataupun Alby hanya saling diam. Syifa sesekali mengalihkan pandangannya ke luar jendela, sedangkan Alby hanya diam, dan sesekali melihat ke arah Syifa.


"Al, aku sudah tau semuanya."


__ADS_2