Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 178


__ADS_3

Alby memperhatikan wajah teduh Dira, setelah pertempuran panas untuk yang pertama kalinya bagi mereka. Rasanya masih tetap sama, bahkan Dira sedikit meringis tadi, saat Alby melakukan penyatuan.


Alby membelai wajah itu, perlahan. Dan sebuah kecupan di layangkan Alby di kening Dira.


" I love you .."


Kata cinta itu kembali terucap. Dira hanya memperhatikan Alby. Di pegang nya wajah lelaki yang menjadi cinta pertama setelah Ayah dan Papanya.


Alby menarik tangan Dira yang menyentuh wajahnya, lalu menciumnya, dan membawa Dira dalam pelukannya. Cukup lama Alby memeluk Dira, hingga terdengar suara dengkuran halus, ternyata Dira sudah lebih dulu memasuki alam mimpi.


Alby tau, kegiatan mereka itu, menguras banyak energi. Apalagi Alby melakukan nya tidak hanya sekali, namun beberapa kali. Alby meyakini saat ini Dira sangat kelelahan. Tak berapa lama pun, Alby ikut menyusul Dira ke alam mimpi.


*


Pukul tiga pagi, Alby terbangun, di lihatnya Dira yang masih tertidur pulas. Alby lalu mandi besar dan mengisi bath tub dengan air hangat. Alby tak ingin Dira sampai kedinginan, lalu menyiapkan segala keperluan Dira.


Alby membangunkan Dira, namun sepertinya Dira sangat kelelahan, lalu Alby pun melaksanakan sholat di sepertiga malam nya sendiri. Lalu di lanjutkan dengan tadarus sendiri, Alby sengaja tak menguatkan suaranya takut Dira terganggu. Namun Dira akhirnya mendengar walau hanya sayup-sayup yang terdengar.


Dira membuka matanya, dan benar saja, Alby tak ada di sisi ranjangnya. Lalu Dira bangkit dari tidurnya. Merasa ada pergerakan di ranjang, Alby melihat ke arah Dira. Ternyata Dira sudah duduk di ranjang, sambil memegang selimut yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


" Kenapa mas gak bangun kan aku?"


Alby tersenyum, lalu menutup mushaf nya. Dan berjalan ke arah Dira.


" Mas udah bangunin kamu, tapi sepertinya kamu kelelahan, jadi mas biarin aja. Tadinya mas mau banguni kamu sebelum adzan, gak taunya kamu kebangun karna denger suara Mas ya."


Ucap Alby sambil menyelipkan rambut Dira di balik telinganya.


" Gak kok. Mas gak ganggu."


Lalu Dira pun bangkit, dengan membelit kan selimut ke badannya. Dira meringis, menahan rasa sakit di sana.


Dira yang menyadari bahwa Alby memperhatikannya, mencoba bersikap biasa aja.


" Sedikit."


Lalu Dira pun berjalan perlahan ke kamar mandi. Ternyata Alby mengikutinya. Lalu Alby kembali mencampur air di bath tub dengan air panas agar kembali hangat. Serta menambahkan aroma terapi agar Dira merasa nyaman.


" Perlu Mas bantuin mandinya?"

__ADS_1


" Gak perlu, sebaiknya mas keluar. Aku malu."


Setelah Dira berkata seperti itu, Alby pun lantas langsung keluar dengan mengulum senyumnya. Setelah tiga puluh menit di dalam kamar mandi. Dira keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan balutan handuk.


Lalu Dira menatap gamis yang ada di sisi ranjang. Bahkan seprei pun sudah tersusun rapi lagi.


" Ayo buruan, kok ngeliatin aja."


" Mas yang ngelakuin ini semua?"


Bukannya menjawab, kini Dira malah kembali bertanya pada suaminya.


" Iya, "


" Seharusnya biar aku aja, Mas. "


" Gak apa-apa, sekalian nungguin kamu. "


Ucapnya sambil mendekap Dira dari belakang. Dan mendarat kan ciuman di bahu Dira.

__ADS_1


Dira pun segera memakai gamis nya. Lalu Alby berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Tak lama Dira pun melakukan hal yang sama. Lalu tak lama terdengar suara Adzan, kini mereka tengah melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


__ADS_2