Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 147


__ADS_3

Malam ini, Dira akan menghadiri pernikahan Sekar, orang yang meminta Dira untuk membuatkan gaun pengantinnya. Dira menggunakan gaun dengan model yang sederhana namun sangat cantik melekat di tubuhnya. Dengan balutan hijab yang senada.


" Ma, Pa. Dira pergi dulu ya. "


Dira berpamitan kepada kedua orang tuanya. Sedangkan Hanan sedang pergi bersama Bram dan juga Luna. Dira pergi dengan menggunakan mobil pribadinya.


Setibanya di lokasi, Dira memandang takjub pesta itu. Sangat cantik, perpaduan warna putih dan gold membuat kesan mewah terlihat nyata. Dira berjalan memasuki tempat acara. Tamu yang datang tampak sangat menikmati acara itu.


" Ra..."


Seseorang menepuk pundak Dira dari belakang, dan saat berbalik. Dira membulatkan matanya, tak percaya.


" Zaidan..kok kamu disini? Kamu tamu undangan juga? Katanya kamu masih di bali?"


Zaidan meringis mendengar pertanyaan Dira.


" Tanya nya itu, satu-satu donk, Bu. Gimana aku jawab nya kalau gini."


Dira pun tertawa, bersama dengan Zaidan.


" Aku tuh sepupu Sekar, makanya aku ada di acara ini. Aku baru tiba sore tadi. "


" Oh.."

__ADS_1


" Hanan gak ikut?"


" Hanan dengan Kakak ku."


" Dengan Dion?"


Dira menggeleng, lalu Zaidan pun mencari meja untuk mereka duduk. Dira pun mulai bercerita mengenai siapa dirinya. Zaidan yang mendengar cerita Dira pun hanya menjadi pendengar yang baik.


" Begitulah, Dan. Hidup ini terkadang kita tidak tahu seperti apa kedepannya."


" Ya, begitulah. Ayo, Kamu belum bertemu dengan Sekar kan. Kita belum mengucapkan selamat untuknya."


Saat akan berjalan ke arah panggung pelaminan, Zaidan mendapat panggilan. Dan membuat Zaidan meninggalkan sejenak Dira. Dira mengamati sekeliling, hingga saat seorang anak kecil sedikit berlari dan menabrak Dira. Dira hampir saja oleng, nun sepasang lengan kokoh menariknya, hingga tubuh Dira berbenturan dengan tubuh orang itu, bahkan kedua tangan Dira melekat di dada nya.


" Maaf.."


Ucap Alby saat melepas tangannya dari pinggang dan punggung Dira. Sementara Dira hanya menunduk dengan wajah yang memerah.


" Kak Dira."


Aya menatap Dira yang ada di hadapannya. Begitu juga dengan Dira. Lalu mereka pun saling berpelukan. Melepaskan rasa rindu setelah tiga tahun tidak bertemu.


" Kak...Aya kangen..kakak kemana aja.."

__ADS_1


Ucap Dira di sela isak tangisnya.


" Maafin kakak, Ya. "


Lalu Dira pun mengusap wajah Aya. Tak lama Zaidan pun datang menghampiri Dira.


" Ra, maaf, Aku lama."


Zaidan menatap dua orang yang ada di hadapannya. Di pandangnya wajah Dira, mata Dira sedikit memerah.


" Dan, kenalin ini Aya, Tante nya Hanan. Dan ini.."


Dira menggantung kalimatnya. Aya dan Zaidan sudah berjabat tangan. Lalu Zaidan beralih ke Alby.


" Saya Alby."


Alby tak melanjutkan siapa dirinya. Alby ingin Dira lah yang mengungkapkan siapa dirinya di hadapan Zaidan. Zaidan mengerutkan keningnya. Namun mencoba menatap biasa saja pada mereka.


" Dan, ayo."


Ucap Dira, Zaidan yang masih diam, pun langsung mengiyakan Dira. Baru saja Dira membalikkan badan, Alby mencekal lengan Dira.


" Dir, kita perlu bicara, mas harap, kamu mau bertemu dengan mas setelah ini."

__ADS_1


__ADS_2