Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 75


__ADS_3

Kini Dira dan Alby berada di ruang makan. Alby memang telah meyelesaikan sarapannya lebih dulu, kini dia hanya sedang menemani Dira yang sedang sarapan. Tak lama Aya pun ikut bergabung bersama mereka untuk sarapan. Aya memperhatikan wajah Dira yang sedikit murung dan matanya yang sembab. Aya bertanya pada Alby dengan kode mata. Alby pun sama. Aya yang sudah paham, hanya menatap sendu pada kakak iparnya ini.


" Kak, siang ini kita jalan-jalan, yuk?"


Dira tersenyum tipis.


" Maaf ya, Ya. Kakak lagi gak pingin kemana-mana."


Tolak Dira secara halus, walaupun Dira sudah tidak menangis, tapi hatinya memang sedang tidak baik-baik saja. Aya pun kembali memberikan kode pada Alby.


" Kita pergi berdua aja, gimana? Kamu mau?"


Alby menawarkan pilihan pada Dira. Namun Dira pun lagi-lagi menggelengkan kepalanya. Dan akhirnya mereka menyerah. Aya menyantap sarapan nya dengan sesekali melirik Dira yang terlihat murung.


Setelah selesai sarapan, Dira pun membereskan bekas sarapan mereka. Dan meletakkan nya di dapur kotor. Saat Dira akan mencucinya, Aya melarangnya.


" Biar Aya aja ya kak."

__ADS_1


Dira pun meninggalkan Aya di dapur dan pergi ke kamarnya. Disana sudah ada Alby yang sedang memeriksa beberapa pekerjaannya. Di hari libur seperti ini pun Alby masih di sibukkan dengan pekerjaan. Apalagi saat ini perusahaan yang di milikinya tengah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan di luar daerah.


Alby yang melihat Dira masuk, lalu meminta Dira duduk di sebelahnya. Tangannya di rentangkan untuk menjadi sandaran kepala Dira.


" Sayang, jangan sedih terus loh."


Ucapnya sambil membelai pipi Dira. Alby pun meletakkan pekerjaan nya, lalu menarik Dira ke dalam pelukannya.


" Tadinya aku bahagia, saat aku sadar, aku udah telat 2 Minggu. Tapi ternyata " Dia" belum hadir juga."


Ucap Dira sendu sambil sesekali memainkan jarinya di dada Alby. Alby mencoba menerka gambar yang di lukis Dira di dadanya.


Dira tersenyum kecut. Dia sedang patah hati karena hasilnya tak sesuai dengan keinginannya.


" Hatiku rasanya seperti itu, Mas. "


Alby hanya terkekeh pelan. Membuat Dira mengangkat kepalanya lalu menatap Alby. Alby yang di lihat oleh Dira pun, langsung mengecup bibirnya sekejap.

__ADS_1


" Mas bahagia, Sayang. Kamu adalah kebahagiaan buat Mas." Ucapnya sambil membelai wajah Dira.


" Aku hanya takut, mas akan tergoda dan berpaling pada yang lain. Berjanjilah satu hal, Mas."


Alby yang mendengarkan ucapan Dira hanya mengerutkan keningnya. Lalu menatapnya.


" Janji apa?" Ucap Alby dengan keseriusan.


" Suatu saat nanti, jangan pernah meminta sesuatu yang sulit untuk aku berikan, dan jangan pernah memberikanku pilihan yang sulit ku pilih. "


Alby semakin tak paham dengan apa yang di ucapkan Alby. Dia pun hanya menatap Dira.


" Bisa kan?" Ucap Dira kemudian.


" Sayang, Mas gak paham maksud ucapan kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui. Mas mencintaimu apapun keadaannya. Tolong jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidup, Mas. "


Dan kini mereka saling berpelukan. Saling menyalurkan rasa diantara keduanya. Tak lama suara ketukan pintu melerai pelukan hangat mereka.

__ADS_1


" Maaf Den, Neng. Nyonya dan Tuan besar datang. Sekarang ada di ruang keluarga."


" Iya mbok, makasih. " Ucap Dira sambil menggeser kakinya untuk turun dari ranjang. Alby dengan cepat menarik tangan Dira membuat Dira jatuh di atas ranjang, lalu Alby pun kembali ******* bibir Dira, yang kini bagaikan candu untuknya.


__ADS_2