Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 61


__ADS_3

Mendapati Dira yang belum ada di rumah, semakin membuat Alby cemas. Apalagi mbok kasum pun tak ada di rumah. Mbok kasum izin ke rumah kerabatnya siang tadi. Alby makin cemas tak bisa menghubungi Dira, karena ponsel Dira yang ada di tangannya. Seketika Alby ingat dengan Dea. Alby pun mengambil ponsel Dira, namun ponsel Dira di kunci dan Alby tak tau pin nya. Namun hati Alby sedikit bahagia, melihat wallpaper ponsel itu. Wallpaper ponsel Dira adalah gambar dirinya yang tengah tertidur.


Alby meraba layar datar itu. Lalu tersenyum. Waktu semakin sore, sedangkan Dira belum juga pulang. Bram dan Aya pun makin di buat kesal, karena Alby yang mondar-mandir di hadapan mereka.


" Kak Al bisa duduk gak, Aya pusing ngeliat kakak mondar-mandir kayak setrikaan gitu."


Alby mendengus kesal melihat adiknya. Sedangkan Bram mengalihkan pandangannya dan bermain game di ponselnya.


" Gila Lo ya, Bram. Gue cemas gini, bisa-bisanya Lo maen game." Sungut Alby.


Bram menatapnya malas.


" Trus gue mesti apa? Ikut mondar-mandir kayak lo."


Alby makin cemas. Tak lama adzan Maghrib pun berkumandang, Alby memutuskan untuk sholat di rumah saja, sementara Dira belum juga pulang. Setelah menyelesaikan sholatnya, Alby pun kembali ke ruang tamu, Aya dan Bram pun masih setia disana.

__ADS_1


Hampir lima belas menit Alby duduk disana dan mereka hanya diam. Sampai suara mobil yang berhenti mengalihkan pandangan mereka. Ternyata Dira yang keluar dari dalam taksi. Dengan cepat Alby keluar rumah dan menghampiri Dira yang baru saja tiba. Alby dengan cepat menarik tangan Dira, dan memeluknya,dan menciumi kening serta pucuk kepala Dira yang tertutup hijab.


Dira yang mendapat perlakuan seperti itu sangat terkejut. Apalagi Dira melihat ada wanita yang memeluk Alby tadi, serta Bram di sana.


" Kamu dari mana, Sayang. Kamu buat Mas cemas."


Alby berkata sambil memeluk Dira. Sedangkan Dira berusaha melepas pelukan Alby.


" Mas lepas,"


" Dira, kenalkan dia-"


" Dia selingkuhan kamu, iya kan?"


Dira memotong ucapan Alby. Melihat perkataan ketus dari Dira, Alby tersenyum, ia dapat menyimpulkan saat ini Dira tengah cemburu buta.

__ADS_1


" Sayang, kalo aku selingkuh, masa iya, aku bawa selingkuhan aku ke rumah. Dan gak mungkin Bram ikut aku."


Sejenak Dira memikirkan perkataan Alby. Masih dengan wajah juteknya, Dira menatap tajam ke arah Alby.


" Sayang...kamu jangan ngeliatin aku gitu dong.Kamu mau..."


Aya memutar matanya malas melihat kebucinan Kakaknya.


" Alaaahhh...kak Al lama.Hai kak aku Aya, lebih tepatnya Cahaya Tria Rafadian."


Ucap Aya seraya mengulurkan tangannya ke hadapan Dira. Dira mematung sejenak, namun dia mengingat nama belakang Aya. Membuat Dira membulatkan matanya.


" Aku Aya...adiknya si lelet ini...Maaf ya kak, udah buat kakak nangis tadi."


Dira menerima uluran tangan Aya dengan wajah yang memerah menahan malu,sungguh dirinya tadi sudah salah menduga. Dira tak menyangka, bahwa yang di curigai sebagai selingkuhan suaminya adalah adik kandung dari suaminya. Memang saat pernikahan mereka terjadi, baik kakak ataupun adiknya tak ada yang hadir. Di karenakan pernikahan ini mendadak, dan Alby menginginkan tak banyak orang tau.

__ADS_1


__ADS_2