
Dea yang mendengar ucapan Tante Dwi, hanya bisa menunduk malu. Selama acara berlangsung, sesekali Dion melirik ke arah Dea yang tampak selalu di dekati oleh Mamanya. Dira pun menyambut para tamu dengan ramah. Sementara Alby terus saja menggendong Baby Hanan.
" Duh...ganteng banget ya baby-nya. Saya baru tau loh, ternyata suaminya neng Dira ini juga ganteng sekali, pantes aja dedek bayi nya ikutan ganteng."
Ucap salah satu ibu-ibu yang menghadiri undangan syukuran kelahiran baby Hanan. Dira hanya tersenyum tipis, sedangkan Alby melirik ke arah Dira yang tampak tersenyum tipis.
" Assalamualaikum. "
Suara bariton mengalihkan atensi mereka semua.
" Kak Bram."
Dira tampak menghampiri Bram yang ternyata tak datang sendiri, ada Luna, Tante Yasmin dan Om Haidar. Dira sungguh bahagia. Ternyata mereka semua mau hadir ke Bandung untuk memberikan doa pada putranya.
" Kamu apa kabar, Nak?"
Tante Yasmin bertanya pada Dira setelah Dira menyalami kedua orang tua Bram. Dan seperti biasa Tante Yasmin mencium kening Dira. Hal yang dulu sering membuat iri dari Luna. Namun setelah Bram bercerita, kini Luna hanya tersenyum setiap melihat adegan seperti itu.
Mata Bram menangkap Alby yang sedang menggendong Baby Hanan. Ada pandangan tak suka di wajahnya.
__ADS_1
" Tu orang mau apa disini."
Ucap Bram sengit ke arah Alby. Luna pun membelai sebelah tangan Bram, yang bertujuan untuk meredam emosinya.
" Dia Ayahnya, Kak. Aku gak boleh egois."
" Kamu jangan terkecoh dengan sikapnya, Ra. Ingat, dia pernah nyakitin kamu sampai lupa akan kondisi kamu dan anak kamu. Apapun alasannya, Kakak gak bisa terima."
Ucap Bram emosi.
" Lagian hati kamu tuh terbuat dari apa sich, Ra. Udah di sakiti masih aja mau memaafkan."
" Yang udah dong, kamu kok jadi marah sama Dira sich? Kita kesini itu untuk liat Dira dan baby-nya. Bukan nya dengerin kamu marah."
" Dira, ajak kedua orang tua Alby untuk makan. Tante ke depan dulu, mau nyapa tamu-tamu."
Setelah berbincang, dengan om Dan Tante Dira. Kini Tante Yasmin dan Om Haidar pun menikmati santapan yang di sediakan. Dira meminta Hanan yang masih dalam gendongan Alby.
" Kamu mau bawa kemana, Dir. Biar Hanan sama aku aja ya."
__ADS_1
" Gak usah, Mas. Biar aku aja yang gendong."
Dengan berat hati, akhirnya Alby merelakan Hanan di bawa oleh Dira. Tante Yasmin yang melihat Dira datang dengan menggendong Baby Hanan pun langsung menghampiri.
" Duh...gantengnya cucu Eyang."
" Makasih Eyang."
" Asi kan Sayang."
Dira mengangguk, dan bersama menatap baby Hanan.
" Jangan takut jadi gemuk ya, Nak. Karena saat ini Hanan sangat bergantung sama kamu. "
" Iya, Tante. Bahkan saat hamil pun Dira makan Mulu."
Lalu kedua tertawa bersama. Alby yang melihat Dira tertawa merasa nyeri dau hatinya. Karena dirinya lah yang telah membuat tawa itu hilang dari wajah cantik yang berstatus mantan istrinya itu. Bram yang melihat arah mata Alby, tersenyum sinis.
" Penyesalan selalu terlambat."
__ADS_1
Luna yang berada di sebelahnya pun menatap arah mata Bram.
" Sayang, kamu dari tadi kok emosi melulu sich. Kalau gini, mendingan kita pulang aja deh. Aku takut, kamu mengacaukan acaranya Dira. "