Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 66


__ADS_3

Nadira melirik jam yang menempel di pergelangan tangannya. Lalu beranjak berpamitan pada Aya.


" Ya, kakak pergi dulu. Kamu gak apa kan di rumah sendiri?"


" Emang kakak mau kemana?"


Aya bertanya pada Dira. Lalu Dira menjelaskan bahwa saat ini dirinya mempunyai ol shop yang akan di ubahnya menjadi sebuah butik.


" Wah...aku boleh ikut gak?"


" Boleh aja, selama kamu gak merasa keberatan, kalau nanti disana Kakak akan sedikit melupakan kehadiranmu."


" Tenang aja. Nanti aku gak akan ganggu."


Akhirnya Nadira dan Aya pun pergi berboncengan dengan motor matic milik Dira. Yang sedari dulu menemaninya. Setibanya di ruko, Dira di sambut oleh Atik dan seorang temannya.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam,Mbak Dira. Mbak, Atik udah bawa temen Atik yang bisa buat pola dan menjahit. Seperti yang mbak Dira mau."


Dira mengalihkan pandangan matanya ke arah seseorang di sebelah Atik. Nadira pun menjulurkan tangannya, untuk berkenalan.


" Siska , Mbak."


Lalu Nadira pun menyebutkan namanya. Dan tak lupa dia pun mengenalkan Aya pada Atik dan juga Siska. Nadira mengedarkan pandangannya, mencari Dea yang tak tampak hari ini.

__ADS_1


" Dea,belum datang ya Tik?"


" Hm...tadi sudah datang Mbak. Trus buru-buru pergi lagi."


Diar hanya membulatkan bibirnya, lalu mereka pun duduk sambil bertanya pada Siska."


Setelah mendengar semua penuturan, dan pengalaman Siska. Dira pun pergi mengambil beberapa sketsa gambar gamis yang akan di produksinya.


" Kalau buat seperti ini, kamu bisa Sis?"


Siska pun melihat sketsa itu secara seksama. Lalu matanya membulat, serta bibirnya terbuka.


" Ini desainnya Mbak Dira?"


" Ini semua mbak Dira yang gambar. Bagus banget loh ini Mbak. "


Dira hanya tersenyum, sedangkan Aya yang ikut melihat-lihat desain itu pun menatap kagum.


"Ini sich, bagus banget Kak.Wooww..."


" Kakak cuma bisa gambar aja, gak bisa jahitnya."


Dira berkata dengan sedikit malu. Namun lagi-lagi mereka memuji desain Dira. Dira hanya tersenyum. Tak terasa mereka berbincang sampai menunjukan waktu makan siang, sedangkan Dea belum juga tampak datang.


Aya dan Dira pun naik ke lantai atas, tepatnya ruang kerja Dira. Dira pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Dea.

__ADS_1


" Assalamualaikum, De. Kamu dimana?"


" Waalaikumsalam, Dira. Maaf aku kayaknya gak bisa ke ruko hari ini. Salah satu anak panti ada yang kecelakaan, dan saat ini sedang operasi."


" Innalilahi...Di rumah sakit mana. Kamu kirim ya alamatnya sekarang."


Dan setelah pembicaraan itu berakhir,Aya mendekati Dira.


" Ada apa, Kak?"


" Salah satu anak panti asuhan, tempat Dea dulu di rawat, mengalami kecelakaan. Kakak mau kesana. Kamu mau ikut, atau kamu mau pulang?"


" Aku ikut kakak aja. "


Aya dan Dira pun, keluar dari ruang kerja Dira. Saat akan menuruni tangga, pintu ruko Dira terbuka. Dan Alby masuk ke dalam ruko,melihat ke arah tangga, Dira dan Aya yang tampak akan keluar.


" Kalian mau kemana?"


Alby bertanya pada Dira dan Aya. Setelah Dira menyalami Alby, dan Alby mengecup kening Dira.


" Kita mau ke rumah sakit, Mas. Salah seorang anak panti, tempat Dea dulu di rawat, kecelakaan. Jadi aku dan Aya mau kesana. Mas kenapa kesini?"


" Tadinya Mas mau ngajakin kamu makan siang. Tapi ternyata kamu mau pergi. "


" Maaf ya, Mas.,"

__ADS_1


__ADS_2