
Tak terasa hari semakin sore, dan kini Alby mengajak Nadira untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap. Pertanyaan sempat di layangkan Nadira sesaat sebelum mereka meninggalkan taman itu.
" Apa mas, masih mencari dan mengharap kan Syifa kembali?"
Alby hanya menipiskan bibirnya sesaat, sebelum meninggalkan taman itu. Membuat keyakinan di hati Nadira untuk segera mempertemukan mereka. Mereka kembali ke hotel dan segera membersihkan diri. Pukul delapan malam, pintu kamar Nadira kembali di ketuk. Ternyata seorang room boy datang dengan membawa troli makanan, Nadira yang bingung hanya menatap room boy tersebut. Sampai makanan tersaji di meja pun, Nadira hanya terdiam. Tak lama Alby datang, dan masuk ke kamar Nadira.
" Kita makan malam disini aja ya. Kamu gak keberatan kan?"
" Jadi mas Alby yang mesen ini semua?"
Alby hanya mengangguk, lalu mereka pun memulai makan malam. Pukul sepuluh malam Alby pamit, dan kembali ke kamarnya. Dan besok Nadira berencana akan mengajak Alby jalan-jalan, sebelum mempertemukan mereka.
Kini Nadira tengah membaringkan tubuhnya di ranjang. Saat ini dirinya tengah berkomunikasi melalui aplikasi hijau.
" Assalamualaikum, Syifa. Lagi ngapain nich?"
__ADS_1
Satu menit, dua menit, pesan yang di kirim Nadira belum juga di baca, masih berwarna abu-abu. Setelah menunggu selama sepuluh menit, akhirnya pesan itu pun terjawab.
" Waalaikumsalam, Sofia. Sorry tadi aku di kamar mandi. Alhamdulillah aku baik. Kamu sendiri gimana? "
" Alhamdulillah aku baik. Besok kita ketemuan yuk?"
" Sofia ..kamu lagi di Medan? Kok baru ngabarin sich?"
" Heheheh....aku sengaja, buat kejutan tuk kamu. Bisa kan kita ketemuan?"
" Besok aku kabari tempat dan jam nya, dandan yang cantik ya? aku bawa yang spesial."
" Kamu gak datang sendiri? Sama siapa? Wih...kamu sama pacar kamu ya?"
" Hahahaha...kamu pasti tau besok. Yaudah, aku mau istirahat dulu ya? Sampai ketemu besok Syifa."
__ADS_1
" Ok Sofia...sampai ketemu besok."
Percakapan mereka melalui aplikasi hijau pun berakhir. Nadira memandang getir ponsel di tangannya. Lalu dia pun membuka koper dan mencari amplop coklat. Besok akan di berikan ya sebagai kado ulang tahun untuk Alby. Tanpa terasa air mata Dira menetes. Sakit yang di rasa untuk kebahagiaan orang yang di cinta, cukup lama di pandangi amplop itu. Sampai akhirnya dia menghela nafas, dan membuangnya secara perlahan. Untuk mengurangi sesak di hatinya.
Pagi menjelang, kini Nadira berada di depan pintu kamar Alby. Dia ragu untuk mengetuknya. Setelah menetralkan degub jantung nya. Nadira pun mengetuk pintu itu. Pada ketukan ketiga, pintu pun terbuka.
" Dira."
" Selamat pagi, Mas. Boleh aku masuk?"
Alby pun mempersilahkan. Lalu Dira pun duduk di sofa.
" Mas, aku mau ngajak sarapan di luar, trus kita keliling kota Medan."
Nadira memberanikan diri mengajak Alby. Dan di sambut dengan senyuman oleh Alby. Dan Nadira pun ikut tersenyum manis. Hari ini Dira benar-benar ingin memberikan kesan yang indah untuk Alby.
__ADS_1
Mereka pun sarapan di warung lontong sayur. Setelah itu di lanjutkan dengan berjalan mengunjungi beberapa tempat yang ada di kota Medan. Seperti istana Maimun, Mesjid raya Al Mashun, dan beberapa tempat lainnya. Dan tempat terakhir adalah The Lehu Garden. Alby dan Dira sempat mengambil beberapa foto di sana. Tujuan Dira adalah untuk kenang-kenangan. Karena Nadira berpikir, setelah hari ini, dia dan Alby akan berakhir dan Alby akan kembali kepada Syifa.