Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 40


__ADS_3

Dira masih diam. Tak tahu apa yang harus di lakukan nya pada ol shop yang sudah dirintisnya pada zaman masih menggunakan seragam abu-abu ini. Mulai dari sebagai penjualnya, sampai kini dia menjadi pemasok untuk beberapa reseller.


" Mudah-mudahan dalam waktu dekat, penjualan meningkat kembali. Cuma itu harapan satu-satunya untuk kita. Atau kita akan kembali menjalani usaha ini berdua, seperti dulu. "


Nadira berkata dengan pandangan yang menerawang. Walau bagaimana pun, ini adalah usaha yang dirintisnya dengan susah payah.


" Kita berdoa aja ya, semoga pelanggan kita kembali ke toko kita."


Akhirnya kedua wanita ini tersenyum kecil, sama-sama saling menyemangati. Pukul tiga sore, Nadira segera pulang ke rumahnya. Sama seperti saat Alby sebelum sakit. Setelah tiga puluh menit, kini Dira sampai di kediaman yang sudah lebih dari delapan bulan di tempati nya.


" Ulang tahun Mas Alby hanya tinggal sebulan lagi. Sepertinya saat itu, aku akan membawanya ke tempat Syifa berada. Aku tak mungkin terus menghalangi kebahagiannya." Batin Nadira.


Nadira masih menikmati kegiatan memasaknya. Saat suara seseorang mengucapkan salam, masuk kedalam rumahnya. Tentu saja itu adalah suara Alby.


" Kamu masak apa, Dir? "

__ADS_1


Alby bertanya setelah meletakkan jas dan juga tas kerjanya di bahu sofa ruang tengah.


" Aku hanya masak ikan gurame asam manis, sup jamur dan kentang, dan sambel. Apa Mas mau yang lain?"


Nadira mencoba bertanya. Namun Alby hanya menggelengkan kepalanya.


" Itu aja, kayaknya enak. Aku ke atas dulu ya, mau bersih-bersih. "


Alby berpamitan pada Nadira. Nadira hanya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Nadira masih sangat canggung dengan Alby. Apalagi Alby dengan tiba-tiba sangat baik pada Nadira. Membuat dirinya makin merasa canggung, apabila berada di dekatnya. Aneh memang, tapi itulah kenyataan yang Nadira rasakan.


"Hm..Dira, aku bolehkan meminta kamu ambilkan sup jamur itu lagi. Rasanya sangat enak."


Alby meminta pada Dira, sambil menyodorkan mangkuk sup pada Nadira. Nadira memang sengaja menyediakan mangkuk kecil untuk tempat sup yang di letakkan di sebelah piring Alby.


" Boleh, Mas."

__ADS_1


Nadira segera bangkit dari duduknya dan mengambilkan sup yang berada di hadapannya. Lalu menuangkan ke dalam mangkuk sup milik Alby.


" Terima kasih."


Jawab Alby dengan senyum tulus. Alby sendiri pun heran. Kenapa dirinya bisa dengan sangat lahapnya memakan masakan Nadira. Padahal dirinya sering memakan masakan seperti ini. Namun entah mengapa ada rasa yang berbeda dari masakan Nadira ini.


Setelah selsai makan, Nadira segera membersihkan meja makan, dan beberapa piring dan beberapa peralatan masak. Sementara Alby telah duduk santai di ruang keluarga. Sambil menikmati secangkir teh hijau yang Nadira siapkan. Setelah selesai melakukan pekerjaannya itu. Nadira dengan segera menemui Alby.


" Mas, ada yang ingin aku sampaikan."


Alby menoleh ke arah Nadira yang masih berdiri di samping sofa yang di duduki nya saat ini. Alby mengerutkan keningnya.


" Duduk lah, kamu mau bicara apa, Dira? "


Dira pun duduk di sofa single yang ada di depan Alby.

__ADS_1


" Mas, aku ingin mas ikut denganku menemui seseorang. Apa mas bisa?"


__ADS_2