Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 133


__ADS_3

Waktu terus bergulir dengan cepat, setelah kepergiannya ke Bali, dan Dira menyerahkan kembali saham dan aset perusahaan yang mengatas namakan Hanan. Kini Dira lebih tenang menghadapi harinya. Dira menempati rumah Dion dan Tante Dwi kembali ke rumahnya. Mereka sering saling mengunjungi. Dan beberapa kali Alby mendatangi Tante dan Om nya Dira. Namun lagi-lagi Alby harus menelan pil pahit. Karena kedua orang tua itu tak juga memberikan informasi dimana Dira berada.


" Ma..."


Suara anak kecil berusia tiga tahun mengalihkan pandangan Dira dari kertas dan pensil di tangannya.


" Sayangnya Mama udah bangun."


Dira menghampiri Hanan yang berada di dekat pintu. Lalu Dira memeluknya dan menggendong anak yang di besarkannya seorang diri itu. Ya, kini usia Hanan sudah berusia tiga tahun. Yang berarti selama tiga tahun ini juga, Alby tak melihat putranya. Dira bahkan sampai mengganti nomor ponselnya. Hanya beberapa orang yang tau. Untuk butik Azzura, kini semua di handle oleh Dea dan Atik. Kedua orang itu masih setia mengelola butik Dira.


" Sayang, mau apa?"


Tanya Dira saat melihat Hanan yang meringkuk di pangkuannya. Hanan hanya menggeleng, lalu meletakkan kepalanya di dada Dira. Dira membelai kepala Hanan dengan lembut. Dan seketika berhenti.


" Sayang, badan kamu demam?"


Dira menatap Hanan. Sedangkan Hanan terlihat sayu. Dira memanggil pengasuh Hanan yang di pekerjakannya sejak Hanan berusia enam bulan.


" Mbak..mbak Ita.."


Pengasuh Hanan yang bernama Mbak Ita itu pun datang ke ruang kerja Dira, dan menghampiri Dira.


" Ya Bu? "

__ADS_1


" Mbak, Badan Hanan demam, siap kan semua keperluan Hanan, kita langsung ke rumah sakit."


Dira panik saat mendapati suhu badan Hanan yang demam. Karena Hanan pernah mengalami kejang, dan itu membuat Dira trauma. Sejak saat itu, kalau Hanan demam, Dira akan langsung ke rumah sakit, bertemu dengan dokter yang biasa merawat Hanan.


Setelah semua selesai, Dira dan Mbak Ita, pergi ke rumah sakit. Mang Udin yang menjadi supir Dira kini, merupakan saudara dari Mang Asep. Dan Mbak Ita adalah keponakannya.


Di perjalanan, Dira sudah menghubungi dokter yang biasa menangani Hanan. Dokter itu berusaha menenangkan Dira yang terdengar panik di ujung teleponnya.


Setibanya di rumah sakit, Dokter yang biasa merawat Hanan pun sudah berada di lobby. Dengan sigap dirinya mengambil Hanan dari gendongan Dira.


" Kamu tenang dulu, Hanan hanya demam biasa. Kamu jangan terlalu panik."


Ucap lelaki yang telah menyandang gelar spesialis anak itu. Sejak Dira dan Hanan pindah ke Bali, lelaki inilah yang merawat Hanan.


Zaidan menatap ke arah Dira. Lalu menepuk punggung tangannya.


" Tenang, ada Aku." Ucap Dr.Zaidan Imran Sp.A


Sedangkan Hanan hanya diam di ranjang IGD.


" Hai jagoan, sekarang kamu minum obat ya? Biar demamnya turun."


Namun reaksi Hanan membuat Zaidan harus kembali membujuknya. Hanan menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. Dengan lembut Zaidan membujuk Hanan. Dan kini Hanan mau meminum obat dan tak lama kemudian tertidur.

__ADS_1


" Apa Hanan perlu di Opname, Dan?"


" Sepertinya gak perlu, setelah Hanan bangun, kita sudah bisa membawanya pulang."


" Syukurlah..."


Ucap Dira yang sedikit lega. Dan mendudukkan badannya di kursi tunggu depan ruang IGD. Zaidan mengeluarkan botol air minum. Dan menyerahkannya pada Dira.


" Minumlah...kamu terlalu tegang dan panik."


Dira pun meminum air tersebut. Zaidan masih menatap Dira. Sedangkan Mbak Ita di minta oleh Zaidan untuk menemani Hanan di dalam.


.


.


**Assalamualaikum readers, mohon maaf kemarin gak bisa Up. Asam lambung kembali kambuh πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ Malam ini aku double Up ya...biar sedikit mengobati kekecewaan kalian semua...


Jangan lupa untuk selalu memberikan like, gift komen nya...


Dan jangan lupa juga...untum Vote cerita aku ya semua...😊😊😊


Love you All...πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2