Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 48


__ADS_3

" Aku tahu, selama mas Alby menikah denganku, mas Alby selalu saja mencari keberadaanmu. Apa kau tahu, mas Alby sempat mengalami kecelakaan saat akan mengejar mu ke Bandara?"


Nadira menatap Syifa. Dan Syifa menatap Alby. Namun Alby mencoba memutus pandangan matanya.


" Saat Mas Alby koma, mas Alby sempat memanggil namamu, dari situlah aku paham, bahwa hati mas Alby sudah di penuhi oleh dirimu. Dia berhak bahagia. Aku gak akan menghalangi."


Dengan pelan Nadira menyatukan tangan Alby dan Syifa. Membuat Alby menatapnya tajam.


" Mas, aku sudah menemukan orang kamu cari. Lanjutkan kisah kalian, berbahagialah."


Lalu dengan cepat Nadira pergi dari tempat itu. Dirinya berlari menjauh. Di kota yang baru dua kali di datanginya ini, Nadira berjalan tak tahu kemana. Angin malam dan rintik hujan mulai jatuh membasahi bumi. Nadira memeluk dirinya sendiri. Hatinya begitu hancur, tapi demi kebahagiaan orang yang di cintainya, dirinya merelakan itu semua.


Nadira berhenti di sebuah bangku, menangis sendiri di bawah guyuran hujan. Dia tak perduli dengan keadaan sekitar yang mulai sunyi. Setelah puas menumpahkan semua, Nadira pun kembali ke hotel. Dengan keadaan basah, Nadira menyusuri lorong kamar hotelnya. Beberapa karyawan hotel sempat memandanginya, namun Nadira tak peduli.


Dirinya tiba di kamar, segera masuk ke kamar mandi, dan menghidupkan shower lalu dirinya terdiam di bawah guyuran air. Air matanya kembali luruh bersamaan dengan air yang membasahinya. Cukup lama dirinya berada di kamar mandi. Setelah selesai, Nadira keluar hanya dengan menggunakan pakaian tidur. Nadira kembali mengambil amplop coklat yang di bawanya. Air matanya kembali luruh saat membaca selembar surat itu. Sampai susebuah bayangan mengalihkan perhatian Nadira.


Di depannya Alby berdiri dengan keadaan sedikit basah, karena dirinya juga menerobos hujan saat di parkiran cafe tadi.

__ADS_1


" Mas."


Nadira sedikit terkejut dengan kehadiran Alby di hadapannya. Apalagi melihat Alby yang memandangnya dengan pandangan yang tak terbaca oleh Nadira.


" Apa itu?"


Tatapan mata beralih ke amplop coklat yang di pegang Alby. Dengan sedikit senyum Nadira menyerahkan kertas itu pada Alby.


" Maaf, aku hanya bisa memberikan ini untuk hari ulang tahunmu. Melihatmu bahagia adalah impianku."


" Jangan pernah lakukan hal bodoh lagi, Dira. Jangan pernah."


Alby memeluk Nadira dengan eratnya, sedangkan Nadira hanya mampu menangis. Alby terus memeluk Nadira. Nadira menangis mengeluarkan semua sesak yang di tahannya. Melegakan hatinya.


Cukup lama Nadira menangis di pelukan Alby. Setelah tangisannya reda, Alby merenggangkan pelukannya, lalu menangkup wajah sembab Nadira.


" Jangan lakukan hal bodoh lagi Nadira. Bukan hadiah ini yang aku inginkan."

__ADS_1


Alby berkata sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi Nadira, dengan kedua ibu jarinya, lalu mengecup kening Nadira. Cukup lama kecupan di kening itu, dan itu lagi-lagi membuat air mata Nadira jatuh.


" Mas, bagaimana dengan Syifa. "


Nadira bertanya setelah Alby mendudukkannya di tepi ranjang, dan Alby setengah jongkok berada di depan Nadira. Cukup lama Alby memandang wajah itu. Wajah yang menghiasi hari-hari nya selama delapan bulan ini. Wajah yang selalu berusaha tegar di tengah kepahitan hatinya


.


..


...


Hai readers, judul aku ganti ya..


MENANTI HATI


ok...semoga bisa lulus kontrak...aamiin...😘😘😘🤭

__ADS_1


__ADS_2