
" Sayang...Kamu disini."
Alby langsung duduk di sebelah Dira. Aroma dari mie instan yang sedang mengepul membuat air liur Alby ingin menetes juga.
" Aku laper, Mas. Aku liat di kulkas gak ada makanan, jadi aku masak ini aja. Kamu jangan marah ya?"
Alby tersenyum lalu mengacak rambut Dira. Dira pun tersenyum. Dira yang sedang mengaduk mie pun segera menyuapkan mie itu ke Alby.
" Kamu aja, Sayang. Katanya tadi laper."
" Tapi aku maunya makan sama kamu."
Alby pun dengan senang hati menerima suapan dari Dira. Alby jadi teringat saat Dira hamil Hanan dulu, hampir setiap malam, Dira makan di tengah malam seperti ini. Dan makanan yang sering di makannya adalah mie instan.
Namun Alby tak ingin terlalu berharap. Baginya bersama dengan Dira dan Hanan sudah lebih dari cukup. Alby terus memperhatikan Dira yang sedang menikmati mie instan nya. Dan setelah selesai, Alby segera menyodorkan segelas air pada Dira.
" Makasih, Mas."
Alby tersenyum. Lalu membiarkan Dira duduk di kursi sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alby. Alby juga bingung dengan perubahan Dira yang lebih manja.
__ADS_1
" Mas..."
" Hm... Kenapa Sayang?"
Dira seperti ingin menyampaikan sesuatu, namun masih enggan mengungkapkan. Alby masih setia menunggu Dira. Tapi istrinya itu seperti masih enggan membuka suara.
" Ada apa? Apa yang mau kamu bicarakan. Ngomong sama Mas."
" Mas, hm...aku..."
Alby menaikan alisnya, dan menunggu Dira untuk bicara.
" Mas, aku pingin jalan-jalan."
Alby tersenyum lalu menjanjikan akhir pekan ini mereka akan jalan-jalan tentu saja bersama Hanan juga.
" Tapi aku maunya sekarang, bentar aja, Mas. Aku pingin keliling aja. Ya Mas...Mau ya?"
" Tapi ini udah malam banget, Sayang. Tu, udah jam dua pagi. Kita mau jalan-jalan kemana? Besok aja ya. Gimana?"
__ADS_1
" Gak mau, aku maunya sekarang."
Mata Dira berkaca-kaca, dan membuat Alby tak sanggup bicara lagi. Kejadian di kamar malam tadi sudah cukup membuatnya pusing. Dan Alby tak ingin membuat Dira sesegukan lagi hanya karena permintaannya tak di turuti. Tapi yang membuat Alby bingung, Dira yang di kenalnya bukan seperti ini. Ada apa dengan Dira kali ini? Alby masih terus bertanya-tanya sendiri.
Dira masih bergelayut manja di lengan suaminya. Dan pada akhirnya Alby mengalah dan menuruti keinginan Dira. Alby ke kamar mengambil dompet dan juga kunci mobilnya, tak lupa jaket dan jilbab instan untuk Dira. Setelah itu mereka pun keluar dari rumah. Pak Satpam yang berjaga pun bingung melihat kedua majikannya itu pergi di tengah malam begini.
" Pak, Jaga rumah ya. Kita mau keluar sebentar."
" Maaf, Pak. Apa ibu sakit?"
" Enggak kok, Pak. Saya cuma ingin jalan-jalan sebentar doang."
Kali ini Dira yang menjawab.Membuat Satpam rumah itu menggaruk kepalanya, bingung. Dan setelah itu mobil yang di kendarai Alby pun keluar komplek perumahan. Alby membawa Dira berkeliling sebentar, namun belum ada lima belas menit, mobil itu pun sudah kembali ke rumah.
" Sudah Pak?"
Satpam bernama Jono itu pun bertanya saat melihat Alby menurunkan kaca mobilnya.
" Istri saya tidur, Pak."
__ADS_1
Jawab Alby sembari menatap sejenak ke arah Dira yang tertidur di mobil. Satpam itu pun dengan cekatan membantu Alby menutup pintu mobil saat Alby sudah menggendong Dira masuk ke dalam rumah.