
Setelah pembicaraan di restoran dan dengan sedikit paksaan, akhirnya Dira mau melakukan tes yang di katakan Luna. Setelah menyerahkan sample pada pihak rumah sakit, mereka akan menunggu selama dua Minggu. Dan selama dua Minggu itu, tak henti-hentinya keluarga Om Haidar memanjatkan. doa agar hasil yang mereka terima sesuai dengan keinginan mereka.
Luna datang ke butik Dira siang itu. Luna membawakan makan siang dan beberapa cake untuk Hanan. Tak lupa juga mainan.
" Lun, kamu terlalu memanjakan Hanan."
" Habisnya aku sudah jatuh cinta sama anak kamu sejak lama."
Ucap Luna sambil tertawa. Luna menemani Hanan bermain, sedang kan Dira masih menyelesaikan rancangan gaun dari Sekar. Luna mendekati Dira, dan melihat hasil desain nya. Luna menatap kagum.
" Ini Gaun pengantin ya, Ra?"
" Iya."
" Bagus banget. Pasti yang punya senang banget, gaunnya cakep gini. Masih bentuk gambar aja udah bagus banget, gimana kalau udah jadi ya. Siapa sih yang punya, kok aku jadi pingin ketemu."
Dira tertawa mendengar ucapan Luna.
" Yang punya namanya Sekar, calon menantu dari Bu Atika Wijaya. Yang suaminya pengusaha terkenal itu loh."
__ADS_1
Tak lama karyawan Dira pun datang, mengatakan bahwa Bu Tika dan Sekar sudah tiba. Lalu Dira merapikan desain-desain nya untuk di tunjukan pada Sekar. Dira sengaja membuat beberapa desain agar Sekar tinggal memilih.
Setelah pertemuan itu, maka di hasilkan dua gaun akan di pegang oleh butik Azzura dalam waktu sebulan. Gaun untuk akad dan resepsi.
"Ra, sekarang kita ke rumah sakit. Hasilnya udah keluar dan Bram serta kedua orang tuanya udah jalan kesana. "
Dira tampak gugup. Dan wajahnya sedikit tegang. Lalu Luna memegang tangannya. Mereka pergi ke rumah sakit, dengan menggunakan mobil yang di bawa Luna. Di rumah sakit sudah ada Dion, Bram dan keluarganya. Serta Om Hendra.
Setibanya di rumah sakit, mereka langsung menemui dokter. Dan dokter memberikan surat hasil lab. Om Haidar yang membuka hasil Lab dengan tangan bergetar. Semua orang sudah sangat tegang saat ini.
" Bismillah..."
Om Haidar membuka hasil lab. Dengan pelan-pelan dan saat membaca kalimat terakhir dari kertas itu, Om Haidar langsung menangis. Membuat Tante Yasmin dan Bram mendekat dan langsung memeluknya. Dira pun langsung menjauh dari sana. Dirinya sudah yakin bahwa hasilnya pasti tidak sesuai dengan yang di harapkan.
Bram berusaha menguatkan Papanya. Sedangkan Luna memeluk Tante Yasmin. Sedangkan Dion hanya melihat Dira yang menjauh.
" Ra, jangan sedih. "
Saat Dion mendekati Dira yang duduk sendiri sambil menyeka air matanya.
__ADS_1
" Dira gak sedih, Kak. Sekarang Dira sudah yakin, bahwa orang tua Dira memang tak menginginkan Dira "
Dion masih menemani Dira. Sementara di ruangan Dokter, Om Haidar melepas pelukan Bram. Lalu matanya mencari Dira.
" Kemana adik kamu? Mana Dia?"
" Pa.."
" Dira adik kamu, Bram. Hasilnya cocok, Dira anak Papa. Ma, Bella ketemu, Ma. Bella kita ketemu."
Ucap Om Haidar mendekati Tante Yasmin. Bram membaca hasil Lab, dan dia pun berlari mencari Dira.
Bram melihat Dira yang sedang duduk bersama Dion. Di belakangnya sudah ada semua keluarga. Tak lupa, Hanan yang ada di gendongan Luna.
Dira yang nampak Bram kearah nya berdiri, dan seketika Bram mendekati Dira dan memeluknya. Bahkan Bram juga menangis.
" Bella...kamu Bella adik Kakak....Kamu adik kakak..."
.
__ADS_1
.
** Assalamualaikum, readers... Hari ini aku udah triple up ya...semoga suka...jangan lupa like, komen dan Gift. Serta Votenya ya...Terima kasih, Love You All...😘😘😘**