
Flashback on
Tangan yang tadi di satukan oleh Nadira, perlahan di lepas oleh Alby. Alby menatap lurus.
" Maafkan aku Fa. Aku gak bisa melanjutkan hubungan ini. Hatiku rasanya terlalu sakit, melihat air mata Nadira jatuh. Saat ini, kamu adalah kekasihku. Tapi Nadira adalah istriku."
Alby menghela nafasnya. Lalu membuangnya secara kasar.
" Memang, selama aku menjalani pernikahan dengan Dira, aku pun mencari mu. Namun usahaku terhenti saat aku mengalami kecelakaan dan koma. Tapi satu hal yang gak aku tahu, bahwa Dira yang mencari dirimu untukku."
" Apa kamu mulai mencintainya, Bee?"
Alby menundukkan wajahnya. Dia pun menggeleng, namun seulas senyum tersemat di bibirnya.
" Aku gak tau, tapi satu hal yang pasti. Aku mulai nyaman dengannya. Maafkan aku Fa. Maafkan kalau aku menyakitimu, Lagi. Suatu saat aku yakin, bahwa kau akan menemukan kebahagiaan dari orang lain, yang menyayangimu."
Syifa hanya diam dan meneteskan air mata. Alby pun beranjak pergi dari cafe itu, dan mencoba mencari Nadira. Cuaca hujan membuat Alby semakin mengkhawatirkan Nadira.
Flashback off.
Alby keluar dari kamar mandi, setelah sebelumnya dia berpamitan untuk mengambil baju. Alby melihat Nadira yang berdiri di jendela, menatap derasnya hujan dari dalam kamar hotel. Tampak Nadira memeluk dirinya sendiri. Alby memeluk Dira dari arah belakang, yang tentu saja membuat Nadira terkejut dengan sikap Alby.
" Lagi apa, hm?"
__ADS_1
Alby bertanya sambil terus memeluk Dira. Tubuh Dira meremang, merasakan hembusan nafas yang beraroma mint itu. Sedang menikmati malam itu, tak lama, suara ketukan pintu terdengar, Nadira yang hanya memakai gaun tidur pun tampak bingung.
" Kamu kekamar mandi aja bentar, biar aku yang buka pintunya. Aku gak mau ada orang yang liat, kamu lagi gak pake hijab."
Nadira pun mengikuti saran Alby. Ternyata itu seorang karyawan hotel, yang mengantarkan cake pesanan Alby. Setelah menata cake di meja, dan mematikan sebagian lampu, kini Alby meminta Dira untuk keluar dari kamar mandi.
" Dir, kamu bisa keluar."
Dira terperangah melihat kamarnya yang menjadi temaram, dan adanya lilin di atas cake yang menyala, Nadira tersenyum lembut pada Alby. Alby menggenggam tangan Dira, dan mengajaknya duduk. Nadira menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan setelahnya Alby meniupkan lilinnya.
" Selamat ulang tahun, Mas. Semoga panjang umur dan -"
Belum sempat Nadira melanjutkan ucapannya Alby menyahutinya.
Nadira terharu, air matanya menetes.
" Aamiin."
Jawabnya dengan suara bergetar. Alby pun memotong cake itu, sebuah potongan kecil, Alby menyuapi Nadira. Saat cake itu masuk setengahnya ke dalam mulut Nadira, Alby pun menggigit cake itu langsung, tentu saja bibir mereka ikut bertemu. Nadira membulatkan matanya. Tak menyangka Alby akan melakukan hal seperti itu. Dadanya berdetak lebih kencang.
Alby memang sedang menggoda Nadira. Melihat wajah Nadira yang memerah, membuat Alby tersenyum. Alby segera menghabiskan sisa kue di mulutnya. Sementara Nadira, mengalihkan pandangan matanya kearah lain. Mencoba menetralkan detak jantungnya.
Saat Nadira akan beranjak, Alby mencekalnya.
__ADS_1
" Kenapa, Mas ?"
" Ada cream cake tu."
Alby menunjuk ke wajah Dira. Nadira mencoba membersihkannya, namun sepertinya tak ada.
" Mas ngerjain aku ya?"
Nadira kesal karena ia tak menemukan cream itu di tangannya. Alby tertawa. Saat Nadira akan beranjak, lagi-lagi Alby mencekalnya, dan wajah Alby mendekat. Nadira terdiam, tak bergerak. Dan...
Cup, Alby membersihkan cream cake yang ada di sudut bibir bawah Nadira dengan bibirnya langsung. Alby ******* bibir Nadira dengan penuh kelembutan. Nadira hanya diam terpaku. Alby pun membelai punggung Nadira. Sangat lembut.
.
..
...
Hayo....Alby dan Nadira ngapain itu ya ..
Dilanjut gak ya part ini??
Komen yuks readers tersayang...🥰😘😘
__ADS_1