Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 173


__ADS_3

Malam ini di habiskan Alby dan Dira sebagai sepasang pengantin baru. Tak banyak yang mereka lakukan, setelah menyelesaikan sholat sunat dua rakaatnya, Alby membacakan Doa di puncak kepala Dira. Seperti saat pertama kali dulu.


Setelah selesai, Dira pun merapikan kembali alat sholat dan meletakkan nya di dalam lemari. Alby memeluk Dira dari belakang saat Dira masih berada di depan pintu lemari.


" Mas.."


" Hanya peluk. Sebentar."


Alby menepati ucapannya. Tak lama setelah itu, Alby melepas pelukannya dan membalikkan tubuh Dira. Di kecupnya kening Dira.


" Istirahatlah, pasti kamu capek."


Lalu mereka berdua merebahkan diri di ranjang. Dira yang memang sudah sangat kelelahan, langsung tertidur. Sedangkan Alby menatap wajah Dira. Tak lama dirinya pun ikut masuk ke alam mimpi.


Alby tak menuntun hak nya. Karena baginya saat ini dapat berduaan dengan Dira adalah sebuah anugrah yang sangat di syukurinya. Alby membelai wajah Dira. Tak lama, Alby pun ikut masuk ke alam mimpi.


Pagi hari, setelah menyelesaikan sholat subuh, Dira dan Alby kembali tidur. Pukul sembilan pagi, Dira dan Alby terbangun, lalu bersih-bersih dan segera check out dari hotel tempat mereka menginap.


" Gak ada yang ketinggalan kan?"

__ADS_1


Alby bertanya pada Dira, saat Alby akan menutup koper milik mereka berdua. Tak banyak, hanya koper kecil yang mereka bawa. Dira menggeleng, setelah merasa tidak ada barang bawaannya yang tertinggal.


" Mau sarapan di restoran dulu, atau sarapan di jalan aja?"


Alby bertanya saat mereka sudah keluar dari kamar.


" Sarapan di jalan aja, Mas. Aku kangen makan bubur-"


" Bubur ayam yang gak jauh dari kantor Mas kan."


Dira tersenyum, lalu mengangguk.


" Kok tau, aku kangen bubur ayam itu."


" Karena sejak kamu pergi, aku selalu kesana, berharap kamu datang, dan makan disana. Tapi tidak ..Maaf...aku-"


Lagi-lagi Dira menutup bibir Alby dengan telapak tangannya dan menggeleng.


" Lupakan masa lalu, kita buka lembaran baru, Mas. Jangan pernah kecewakan dan sakiti aku lagi."

__ADS_1


Alby mengecup tangan Dira, lalu keningnya. Beruntung lorong itu sepi, kalau tidak, pasti saat ini Dira sudah memerah.


Mereka pun menuju lobby. Dan keluar ke arah parkiran. Alby mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, lalu menuju warung bubur tempat langganan mereka.


Setelah sarapan, kini Alby dan Dira pulang ke rumah orang tua Dira. Setibanya di sana, hanya ada asisten rumah tangga, sedangkan kedua orang tua Dira berada di rumah sakit, untuk menemani Luna.


Alby dan Dira memasuki kamar yang biasa di tempati Dira. Setelah meletakkan koper, Alby pun memperhatikan sekeliling kamar Dira.


" Mas mau istirahat dulu. Aku mau ke dapur ya. Mau masak buat makan siang."


" Mas ikut aja ya. Lagian ngapain di kamar sendirian."


Dira pun tertawa. Lalu mereka pun menuju dapur. Dira memasak menu makan siang yang istimewa. Ikan gurame asam manis, cah kangkung, pekedel jagung, oseng-oseng cumi. Bahkan Dira sengaja memasak lebih untuk siang ini.


" Assalamualaikum, Ma. Ma, nanti Dira dan Mas Alby makan siang di rumah sakit ya."


Dira menghubungi mamanya. Alby hanya mendengarkan istrinya bercerita dengan Mamanya.


" Oke, Ma. Dira lanjut masak ya. Assalamualaikum."

__ADS_1


Alby tersenyum lembut lalu mendekati Dira. Tangannya memeluk pinggang Dira dari samping. Membuat tubuh mereka menempel.


" Mas, jangan gini. Malu ntar kalo si Mbok datang.,"


__ADS_2