
Flash back on
Suara ketukan pintu tak membuat Alby mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang ada di hadapannya.
" Masuk."
" Maaf, Pak, ada seseorang yang ingin menemui bapak."
Ucap sekretaris Alby yang bernama Vera.
" Siapa?" tanya Alby melihat sekilas Vera.
" Saya yang ingin bertemu."
Suara seorang wanita yang berusia diatas lima puluh tahun. Dan tepat saja, wanita itu adalah ibu dari wanita yang pernah di cintainya dulu. Dia adalah mamanya Syifa.
" Tante Yuni."
Alby pun dengan isyarat meminta Vera meninggalkan dirinya dengan ibu dari mantan kekasihnya ini. Alby masih bingung mengapa tiba-tiba Tante Yuni mendatanginya.
" Maaf Tante, ada yang bisa Saya bantu?"
__ADS_1
Tante Yuni masih diam, wajah tuanya tampak lelah, dan tampak kurang istirahat.
" Syifa berada di rumah sakit. Sudah beberapa hari ini dia di rawat disana."
Alby mengerutkan keningnya, mencoba menebak arah pembicaraan ini. Apa kah Tante Yuni ingin meminta bantuan darinya? Kalau hanya sebatas materi mungkin dengan ikhlas, Alby akan memberikannya.
" Lalu Tante?"
Pandangan Tante Yuni yang sedari tadi menerawang, kini melihat ke Alby. Lalu matanya berkaca-kaca.
" Bisakah kamu menemuinya sebentar? Beberapa hari ini Syifa memanggil namamu dalam tidurnya. "
Alby terkesiap mendengar permintaan Tante Yuni. Tidak mungkin dirinya menemui mantan kekasih nya tanpa sepengetahuan istrinya. Bagaimana pun Dira adalah istri sah nya, dan Syifa adalah mantan kekasihnya.
Jawab Alby kemudian.
" Yah, Tante tau, kamu dan Syifa sudah putus cukup lama. Sudah dua tahun yang lalu. Dan kamu memilih istri kamu, dari pada anak Tante. Syifa telah menceritakan semuanya."
Tante Yuni menjeda ucapannya.
" Tapi bisakah, kali ini kamu menemuinya,untuk menyenangkan hatinya?"
__ADS_1
Alby bingung, dia tak ingin mengambil keputusan secara gegabah.
" Saya akan bicarakan dengan istri saya dulu, Tant. Maaf Saya tidak bisa memberi kepastian saat ini."
Itulah jawaban yang Alby berikan. Tak lama Tante Yuni pun pamit, dan ketika sampai di depan pintu. Tante Yuni kembali berkata yang membuat Alby bingung.
" Waktu Syifa gak banyak lagi, Tante hanya ingin membahagiakan anak Tante. Tante mohon, temui lah Syifa walau hanya sebentar, berilah dia kebahagiaan yang selama ini impikannya."
Setelah berkata seperti itu, Tante Yuni melangkah keluar dari ruangan Alby. Alby bingung, dia tak dapat melanjutkan pekerjaannya lagi. Perkataan Tante Yuni masih terus terngiang-ngiang di telinganya.
" Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumamnya.
Hari-hari terus bergulir, karena kesibukan masing-masing, Alby belum juga menceritakan tentang kedatangan Tante Yuni ke kantornya.
Hari ini, ketika Alby sedang meeting dengan para staffnya, Tante Yuni datang lagi ke kantornya. Setelah menunggu hampir dua jam, Alby yang baru saja keluar dari ruangan rapat di kejutkan dengan kedatangan Tante Yuni.
" Tante? Sudah lama?"
Tanya Alby saat melihat wanita tua itu duduk di sofa yang ada disana.
" Kapan kamu akan menemuinya? Tante harap, kamu mau menemuinya. Hanya itu."
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, Tante Yuni pun pergi meninggalkan kantor Alby. Dengan rasa yang bercampur aduk, sore itu Alby sempatkan untuk mendatangi rumah sakit tempat Syifa di rawat. Setelah telah sebelumnya bertanya pada Tante Yuni.
Alby mengetuk pintu kamar inap tempat Syifa di rawat. Pintu itu terbuka, dan dapat di lihatnya wanita yang telah menjadi mantan kekasihnya itu tengah tertidur di ranjang pasien dengan wajah yang pucat.