Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 125


__ADS_3

Alby mengecup kening anak lelaki nya, dipandangi wajah yang sedang tertidur, begitu pun dengan Dira. Kini dirinya tengah tertidur, setelah perawat memberikannya sarapan dan juga obat. Sedangkan Om Hendra pulang ke rumah, hanya ada Tante Dwi dan juga Aya disana.


Alby terus saja memandangi wajah anaknya, tak sedikit pun dirinya beranjak dari sisi box bayinya. Tak lama suara tangisan bayi Dira pun menggema. Dira yang sedang tertidur pun terbangun.


" Sayang, kamu istirahat aja. Biar anak kamu Tante yang ngurus ya. Lagian disini ada suster yang akan bantuin Tante."


" Tapi, Tante. "


" Percaya sama Tante. Kamu istirahat dulu, baby kamu cuma ngompol, dan itu yang membuatnya menangis. Kalau nanti waktunya harus minum susu, baru Tante bangunin kamu."


Dira pun hanya mengangguk, rasa lelahnya saat melahirkan bayinya tadi masih sangat terasa. Belum lagi rasa sakit di inti tubuhnya. Alby memperhatikan saat suster mengganti popok baby Dira yang basah. Setelah itu, baby ganteng itu tertidur kembali. Dan Alby pun kembali menatap baby ganteng itu.


" Kak, sebaiknya kakak makan dulu, nanti kesini lagi."


Kali ini Aya meminta Alby untuk makan. Karena dari tadi, Alby hanya memandang wajah putranya. Sedangkan Tante Dwi, terlihat cuek terhadap Alby disana.


" Kakak gak laper, nanti kakak akan makan, kalau kakak laper."


Aya menghela nafasnya. Lalu kembali diam, tak lama Om Hendra datang membawa paper bag, yang berisi sayur yang di masak oleh Bik Siti.


"Ma, Bik Siti membawakan ini untuk Dira."


Tante Dwi melihat isi paper bag itu.

__ADS_1


" Ya Ampun, Mama lupa. Alhamdulillah bik Siti inget. Biar nanti Dira makan, pake ini."


Lalu Tante Dwi, menyimpan sayur itu di atas nakas.


" Itu sayur apa, Tante?"


" Daun katuk. Bagus untuk melancarkan ASI Dira."


Aya hanya membulatkan bibir nya. Sedangkan Om Hendra tampak jengah melihat keberadaan Alby di ruangan itu.


" Kamu sebaiknya pulang."


Alby melihat ke arah Om Hendra, lalu melihat ke arah Tante Dwi.


Om Hendra hendak berbicara lagi, namun Tante Dwi mencekal, dan mengisyaratkan agar suaminya itu bersabar. Dan menunjuk ke Dira melalui isyarat mata. Om Hendra menghela nafasnya.


Setelah hampir satu jam beristirahat, kini Dira telah bangun dari tidurnya. Dan kini sedang menggendong Bayi gantengnya itu.


" Sayang, kamu udah cari nama untuk pangeran kamu ini?"


Dira mengangguk sambil tersenyum. Om Hendra dan Tante Dwi pun saling menatap. Dira pun menatap bayi ganteng itu, sambil membelai rambutnya dengan lembut.


" Namanya Aidyn Alhanan. Yang artinya laki-laki pemberani, yang dicintai, disayangi dan banyak di berikan rizki serta berkah dari Tuhan."

__ADS_1


Degh...


Hati Alby bagai di tusuk, sakit namun tak berdarah. Nama itu adalah nama yang mereka pernah impikan, di saat nanti mereka memiliki seorang anak. Dira dan Alby sudah menyimpan nama anak-anaknya kelak. Namun nama itu tidak lengkap. Dira tidak memakai nama belakang Alby di belakang nama putranya. Seperti keinginan mereka waktu dulu.


Flash back On


" Mas, kalau nanti kita memiliki seorang anak laki-laki, aku akan menamakan anak itu. Aidyn Alhanan Putra Rafadian. Bagaimana apa mas setuju?"


" Mas setuju, Sayang. Nama yang bagus. Dan nanti kalau anak perempuan,Mas yang akan beri nama. Dan Nama itu masih rahasia."


Ucap Alby sambil memeluk Dira. Dira segera menoleh ke arah Alby. Dan menatapnya bingung.


" Kok rahasia? "


" Karena Mas belum menemukan nama yang indah. Mas hanya masih menemukan nama depannya aja. Belum lengkap."


Lalu pandangan mata Dira meredup.


" Kira-kira aku bisa hamil gak ya, Mas. "


" Sayang, kamu jangan pesimis gitu dong. Mas mencintai kamu, apa adanya. Mas gak mau membahas hal ini lagi, kalau hanya membuat kamu sedih."


Lalu Dira kembali merapatkan pelukannya di pinggang Alby. Sedangkan Alby menghujani Dira dengan ciuman di pucuk kepala nya.

__ADS_1


Flash back Off.


__ADS_2