Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 171


__ADS_3

Alby dan Dira segera berjalan menuju ruang persalinan. Mama Yasmin menelpon memberitahukan keadaan Luna.


" Kak, bagiamana keadaan Mbak Luna?"


Bram terkejut melihat kedatangan Dira.


" Kamu kok disini, Dek?"


Lalu mereka menatap Mamanya bersamaan. Melihat tatapan dari kedua anaknya membuat Mama Yasmin berbicara.


" Mama hanya takut, anak kamu gak lahir-lahir karena nunggui Tantenya. Kan Dira sendiri yang bilang, kalau lahiran tunggu Dira."


Dira menahan senyum, sementara Bram tampak menggelengkan kepalanya.


" Ma...ya gak gitu juga, ini malam pengantin mereka."


Ucap Bram. Lalu Dira melihat ke arah Bram yang masih menunggu Luna di depan pintu ruang bersalin.


" Kak,mestinya kakak nungguin Mbak Luna di dalam."

__ADS_1


" Tadinya kakak mau gitu, tapi gitu lihat darah..."


" Dia pasti langsung pingsan."


Sela Alby kemudian. Dan langsung mendapat tatapan tajam dari Bram. Bahkan Bram berdecak.


" Emang bener, kakak takut darah. Emang iya, Ma, Pa." Tanya Dira.


Mama dan Papa mereka hanya mengangguk. Lalu mereka kembali menunggu Luna yang masih bertaruh nyawa di dalam sana.


Tak lama terdengar suara tangisan bayi, mereka semua mengucap Hamdallah, bahkan Bram sampai sujud syukur di depan ruangan.


Tak lama, dokter pun keluar dan mengabarkan keadaan Luna yang baik-baik saja. Setelah menunggu beberapa saat, kini brankar Luna di dorong menuju ruang perawatan nya.


Alby menggenggam tangan Dira. Membuat Dira menoleh ke arah Alby. Alby mendekatkan bibirnya ke telinga Dira.


" Aku mencintaimu, dulu dan sekarang, bahkan selama nya."


Ucapan yang mampu membuat wajah Dira bersemu merah. Saat lift berhenti di lantai kamar perawatan Luna, tangan Alby pun tak juga lepas.

__ADS_1


Kondisi Luna yang masih dalam tahap pemulihan, membuat dirinya tak banyak bicara. Bram pun selalu berada di sisinya. Membelai rambut, dan pipi Luna. Serta sesekali mencium tangan wanita yang telah melengkapi hidupnya itu.


Waktu yang sudah hampir tengah malam, membuat Mama Yasmin sesekali menguap. Dan menarik perhatian Luna.


" Ma, Mama dan Papa pulang aja. Mama dan Papa pasti capek banget kan. Kan ada Mas Bram disini. Suster juga ada."


Kedua mertuanya itu saling pandang. Lalu Papa Haidar mengangguk.


" Kamu beneran gak apa-apa, Nak?"


" Iya, Ma."


Lalu kedua mertuanya pun pulang dengan di hantarkan oleh Alby. Sedangkan Dira masih berada di rumah sakit. Menemani Luna. Sedangkan Bram pergi keluar untuk membeli beberapa keperluan selama mereka di rumah sakit.


" Ra, setelah ini, kamu pulang aja. Aku ada Mas Bram kok. Lagian ini kan malam pengantin kalian. Kok bisa-bisanya kalian ada disini."


Dira hanya tersenyum.


" Gak apa-apa, Mbak. Aku mau lihat ponakan aku, adiknya Hanan. Oiya, Hanan belum tau, kalau adiknya udah lahir. Karena Hanan udah tidur tadi."

__ADS_1


Luna pun mengangguk. Tak lama, Bram datang dengan membawa kresek yang berisi beberapa barang dan juga makanan.


Dira pun duduk di sofa yang ada disana. Sementara Bram menyimpan barang-barang yang tadi di belinya. Dira yang memang sedang kelelahan, tanpa sadar sudah tertidur di sofa saat menunggu Alby yang sedang menghantar Mama Yasmin dan Papa Haidar pulang ke rumah mereka.


__ADS_2