Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 45


__ADS_3

" Kamu tahu kenapa aku bawa kesini?"


Nadira menggelengkan kepala. Lalu Alby menoleh ke arahnya.


" Aku ingin sedikit berbagi kisah. Karena aku merasa aku mulai nyaman dengan kehadiranmu saat ini. Aku melihat ketulusan di matamu, Dira. Saat kau merawatku, tak sedikit pun ada rasa jijik padaku. Padahal aku pernah...Aku malu mengatakannya."


Nadira menipiskan bibirnya. Melihat Alby yang mulai bercerita dan sedikit menunduk kan kepalanya.


" Itu sudah kewajiban ku sebagai seorang istri. Aku merawat suami yang sakit, itu adalah ladang pahala untukku, Mas."

__ADS_1


Alby menoleh ke arah Dira, yang saat ini tersenyum tipis tapi manis di matanya. Lalu mengangguk kan kepalanya tanda mengerti apa yg di katakan oleh Nadira.


" Apa kau tau Dira? Aku pernah sangat memimpikan memiliki sebuah keluarga bahagia. Bersama orang yang aku cintai. Memiliki anak yang cantik dan tampan. Yang akan menyambutku di saat aku kembali."


Alby menghela nafasnya saat itu. Lalu senyumnya seketika hilang. Dan berganti dengan tatapan lurus ke depan. Dan Alby pun melanjutkan ceritanya.


" Aku pernah bercita-cita seperti ini pada kekasihku dahulu. Namanya Syifa. Tapi ternyata, Mama dan Papa pernah merestui. Sekuat hati dan tenaga aku dan Syifa selalu berusaha meraih restu orang tuaku. Tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya Mama dan Papa menjodohkan diriku dan kau."


Walaupun Dira harus berbohong pada Syifa siapa dirinya sebenarnya. Dan mengganti namanya. Menjadi Sofia. Pertemuan yang di rencanakan oleh Nadira, dan membuat mereka menjalin pertemanan sampai sekarang. Tentu saja dengan masih menutupi identitas Dira yang sebenarnya.

__ADS_1


Alby kembali melanjutkan ceritanya, tanpa menoleh ke arah Dira. Pandangan masih lurus ke arah depan.


" Aku bertemu dengan Syifa, saat kami masih sama-sama menjadi mahasiswa baru. Pertemuan yang tidak di sengaja, dan ternyata kami berada di fakultas yang sama. Aku berteman dengan nya dan juga Bram. Kami sangat dekat. Kemana-mana selalu bersama. Sampai kami mendapatkan gelar trio kwek-kwek dari teman-teman kami. Tapi kami tetap saja cuek."


Alby tersenyum tipis mengenang masa itu. Dan Alby melihat ke arah Dira yang masih setia mendengarkan ceritanya.


" Lalu, sejak kapan kalian saling mengetahui isi hati masing-masing?"


Nadira mencoba bertanya. Walau dalam hatinya sakit. Tapi semua rasa itu di tahan.

__ADS_1


" Sejak semester tiga. Saat itu aku melihat Syifa di dekati oleh senior kami, aku rasanya tidak ikhlas. Dan saat dia akan di lecehkan olehnya, aku orang yang paling marah. Aku menghajar seniorku habis-habisan. Sampai aku kena skors dari kampus. Disitulah aku menyadari, rasa sayangku padanya, bukan rasa sayang sebagai teman. Tetapi rasa sayang sebagai laki laki dewasa kepada seorang wanita. Dan yang membuatku lebih bahagia, ternyata rasaku di sambut oleh Syifa. "


Alby tersenyum menceritakan kisahnya pada Dira. Dira pun menipiskan bibirnya. Tersenyum getir. Menahan rasa sakit yang menjalar dari hati, menuju menjadi kristal bening di matanya. Nadira mengerjapkan mata, mencoba menahan agar air mata tak jatuh di wajahnya.


__ADS_2