Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 113


__ADS_3

" Al, Kok kamu tidak tidur? "


" Eh, Mama. Al gak bisa tidur, Ma."


" Al, mama perhatikan, beberapa waktu terakhir, kamu seperti orang yang sedang dalam masalah. Ada apa Al?"


Alby menghela nafasnya lalu membuangnya. Netranya menatap Tante Yuni sekilas, lalu menatap kembali ke arah bintang.


" Al dan Dira sudah bercerai, Ma."


Ucapnya pelan. Sedangkan Tante Yuni, terkejut dan menutup mulutnya dengan tangannya.


" Kenapa, Al. Kenapa kamu bercerai dengan Dira?"


Alby pun kembali menceritakan semuanya. Awal mula bencana ini terjadi. Tante Yuni terisak, dirinya merasa bersalah, karena secara tak langsung dirinya lah penyebab perceraian itu.


" Maafkan Mama Al. Seharusnya mama tidak egois. Hanya karena ingin melihat Syifa bahagia, Mama sudah memaksakan kehendak mama. Mama berdosa Al. Maafkan Mama."


Ucap Tante Yuni di sela Isak tangisnya.


" Ma, jangan menangis, nanti Syifa bisa dengar."

__ADS_1


Lalu tanpa terasa air mata Alby pun menetes. Dengan cepat, Alby menyekanya.


" Al juga salah, seharusnya Al bisa sedikit tegas, dan memikirkan bagaimana kedepannya. Al terlalu pengecut, Ma." Ucap Alby lemah.


Setelah bercerita, Alby berpamitan ingin ke kamarnya. Sedangkan Mama Yuni masuk ke kamarnya juga. Di dalam kamarnya, Tante Yuni tak hentinya menyalahkan dirinya sendiri, karena ini adalah keinginannya.


Makam berganti pagi, matahari masih tampak malu-malu. Namun Tante Yuni sudah tampak di ruang makan. Dirinya sama sekali tak dapat tidur, setelah Alby menceritakan semuanya. Sedangkan Alby, sudah terbangun sebelum adzan subuh. Setelah sholat subuh, barulah dirinya tertidur.


Alby terbangun dari tidurnya, saat rasa mual pagi itu menyerangnya. Alby langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.


" Bee...kamu masih mual..kamu sebenarnya kenapa, Bee."


" Aku gak apa, Fa, ini efek dari kehamilan Dira. Jadi aku yang mengalami mual. Mungkin anak kami, maunya aku yang merasakan ini."


" Dira hamil, Bee."


Alby menghentikan gerakannya, saat menyadari suara Syifa sedikit berubah. Dan mimik wajahnya pun sedikit berubah, saat Alby menatapnya dari cermin, Syifa mencoba tersenyum.


" Selamat ya Bee. Sebentar lagi kamu akan menjadi Ayah. "


Syifa berusaha memberikan senyum yang terbaik untuk Alby, dan Alby pun tersenyum membalas ucapan selamat dari Syifa.

__ADS_1


Pagi itu, Alby berangkat ke kantor dari rumah Syifa. Setelah kepergian Alby, Syifa menemui mamanya. Tampak Tante Yuni, sedang termenung di kamarnya.


" Ma...mama...ma..."


Syifa melihat mamanya, lalu mendekatinya.


" Ma.."


Tante Yuni tampak terkejut dengan kedatangan Syifa.


" Ya, ada apa Sayang. Oiya, mama siap-siap dulu ya. Kita hari ini harus kontrol kan?"


Tante Yuni mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Ma sebenarnya ada apa? Ma, apa ada sesuatu yang mama sembunyikan?"


Tante Yuni mematung di tempatnya. Namun dalam sekejap, Tante Yuni, mencoba menetralkan kembali ekspresi wajahnya.


" Tidak ada apa-apa, Sayang. Itu perasaan kamu aja. Sekarang kamu bersiap, kita akan ke rumah sakit."


Syifa merasa aneh, sepertinya semua orang menyimpan rahasia yang dirinya tak boleh tau. Syifa kembali ke kamarnya, dan mengganti pakaiannya, di lihatnya wajahnya semakin pucat, dan saat Syifa menyisir rambutnya, rambutnya semakin rontok.

__ADS_1


" Huuhh...waktu ku semakin sempit. Dan sampai saat ini pun, Alby tak pernah mengizinkan aku bertemu dengan Dira. Aku ingin meminta maaf padanya, karena telah hadir di pernikahan mereka."


Dira berkata sambil menatap nanar diri nya sendiri di dalam cermin.


__ADS_2