Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 138


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat. Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Dion dan Dea. Setelah pagi tadi, mereka melakukan akad nikah di rumah Dion yang hanya berjarak beberapa rumah dari kediaman Alby dan Dira terdahulu.


Alby yang kini lebih banyak tinggal di rumah orang tuanya, pagi itu singgah ke rumah yang di huninya dulu bersama Dira. Setiap rasa kangen menghinggapi hatinya. Alby akan ke rumah itu, untuk sekedar melepas rindu pada Dira. Setibanya di rumah itu, Alby dapat melihat dengan jelas, tenda yang terpasang di depan rumah Dion.


" Mbok, ada acara apa di rumah itu?"


Alby bertanya pada Mbok kasum yang sedang menyapu halaman.


" Katanya, pak dokter itu, menikah pagi ini, Den. Dan resepsinya diadakan malam nanti."


Alby hanya mengangguk. Lalu bergegas masuk. Alby masuk ke kamar yang dulu di tempatinya bersama Dira. Tak ada yang berubah dari rumah ini. Foto Dira masih banyak disana. Bahkan letaknya pun masih sama. Alby duduk di tepi ranjang, menatap wajah Dira yang ada di ponselnya. Lalu membelainya.

__ADS_1


Alby mengambil sebuah foto Baby Hanan. Foto yang sempat tersimpan di ponselnya. Kini foto itu sudah di cetak dan di letakkan di kamar itu. Alby mengusap foto itu. Lalu menciumnya. Bahkan Alby menyimpan baju anaknya yang saat itu diambilnya sebelum diminta pergi saat acara syukuran Baby Hanan. Baju itu selalu di ciumnya saat Alby merindukan putranya.


" Kalian dimana, Sayang. Papa merindukan kalian. Papa tahu, kesalahan papa sangat besar, dan Mama sedang menghukum Papa. Selama ini Papa sudah berusaha mencari, namun kalian seperti menghilang."


Air mata Alby menetes di atas foto Baby Hanan. Selama tiga tahun ini, Alby seperti orang gila mencari keberadaan Dira. Di awal-awal Dira pergi bersama Baby Hanan, Alby seperti orang gila, mencari ke setiap kota yang di kunjunginya. Bahkan anak buahnya pun tak bisa menemukan keberadaan Dira. Dea yang merupakan orang kepercayaan Dira, pun sama sekali tak tahu keberadaan Dira.


Mang Asep dan Bik Siti, yang masih menempati rumah Dira pun tak pernah mau buka suara. Beberapa kali Alby masuk rumah sakit, karena melupakan kesehatannya dan perusahaannya hampir bangkrut karena Alby lebih sering mencari Dira dari pada mengurus Perusahaan miliknya.


" Sampai kapan kamu seperti ini, Kak. Apa kakak kira, setelah kakak menyiksa diri kakak, maka kak Dira akan pulang? Kalau perusahaan kakak bangkrut, apa yang akan kakak berikan pada Hanan suatu hari nanti? Sadarlah Kak, Ini semua terjadi karena kesalahan kalian..Biarkan Kak Dira mencari kebahagian nya sendiri."


Sebenarnya Aya tidak tega, harus berkata sepeti itu pada Alby. Aya pun sudah berusaha mencari Dira. Namun sepertinya Dira menutup semua akses. Dira seperti nya memang tidak ingin keluarga Alby masuk ke dalam hidupnya lagi.

__ADS_1


Suara ketukan pintu menyadarkan Alby dari lamunannya. Alby membuka pintu, dan sudah ada mbok kasum di pintu kamarnya. Mbok kasum melihat mata Alby yang memerah. Rasa sedih pasti ada di hatinya.


" Den, mau mbok masakin apa?"


" Apa aja mbok."


Lalu Alby pun kembali menutup pintu kamarnya. Mbok kasum menatap pintu kamar yang di tutup oleh Alby.


" Semoga kalian bisa bersatu lagi. Semoga Neng Dira mau memaafkan kesalahannya Den Alby."


.

__ADS_1


.


.**Assalamualaikum reader, malam ini aku double up ya...semoga suka...🥰🥰🥰😘😘**


__ADS_2