Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 175


__ADS_3

Setelah tiga hari pasca melahirkan anak pertamanya, kini Ku a akan pulang. Tentu saja kepulangan Luna di sambut bahagia oleh semua orang. Terutama Hanan. Hanan terus saja bertanya kapan Princess nya itu akan pulang. Bahkan Alby, beberapa kali menghela nafasnya karena Hanan yang terus-menerus bertanya padanya.


" Ma, papi, mami dan Princess kok belum sampe sih? Mama video call dong, sama Oma. Hanan udah gak sabar mau peluk princess."


Dira dan Alby saling tatap. Lalu Alby mengangkat bahunya. Dira membelai rambut Hanan.


" Sebentar lagi, Nak. Papi kan harus hati-hati bawa mobilnya. Jadi gak bisa ngebut."


Bahu Hanan pun merosot. Lalu Hanan duduk kembali di ruang tamu, sambil sesekali menatap ke arah luar.


" Sayang banget dia sama princess nya."


Bisik Alby ke telinga Dira. Membuat Dira meremang. Alby uang yang melihat Dira merona, semakin ingin menggodanya, namun teriakan Hanan dari ruang tamu mengalihkan perhatian mereka.


" Ma...Princess udah sampe...ayo ma..."


Dira dan Alby pun langsung menuju teras rumah. Sudah tampak Mama Yasmin turun dan menggendong Princess, sedangkan Bram membantu Luna berjalan. Menggandeng dan membantunya berjalan.

__ADS_1


Dira menghampiri Luna, dan memeluknya. Lalu berjalan di sisi sebelah kanan Luna. Mama Yasmin membawa baby Princess ke kamar Bram dan Luna di ekori Hanan di belakang Omanya.


" Oma, Hanan boleh cium princess gak?"


Hanan meminta izin Oma Yasmin, yang di jawab anggukan oleh Oma Yasmin. Menyaksikan Hanan yang sangat menyayangi Princess, membuat Oma Yasmin tersenyum.


Setelah membiarkan Luna dan baby nya istirahat, kini mereka semuakeluar dari kamar itu. Dira meminta kedua orang tuanya dan juga Alby untuk bersantap siang terlebih dahulu.


Mereka bersantap siang dengan santai. Dan di saat inilah, Alby meminta izin pada kedua mertuanya untuk membawa Dira berbulan madu. Bersyukur Hanan tidak ada di sana, dirinya lebih senang berada di kamar Luna memperhatikan Princess nya yang tengah terlelap. Bram sudah menyuruhnya untuk makan siang terlebih dahulu, namun Hanan lebih senang berada di kamar Papinya. Setelah berdebat dengan Luna, akhirnya Bram mengalah, dan membiarkan Hanan tetap berada di dekat box baby Princess.


Sementara di ruang makan, Dira sempat membulatkan matanya karena mendengar ucapan Alby.


" Tapi Mas ingin memulai semua dari awal. Pernikahan impian kamu, honeymoon ke tempat yang kamu ingin kunjungi. Mas ingin menghapus kenangan buruk kita, perlahan-lahan. Biarkan Mas memulainya,Sayang.."


Alby berkata sambil menatap manik mata Dira. Dan tangannya menggenggam erat tangan Dira. Dira hanya menipiskan bibirnya. Lalu menatap Mamanya dan juga Papanya. Mama Yasmin tersenyum lembut lalu mengangguk pelan. Memberikan keyakinan pada Dira untuk menerima ajakan bulan madu itu.


" Baiklah, kalian pergilah berbulan madu. Masalah Hanan, ada mama dan papa disini. Lagian Hanan juga sedang menikmati hari-hari nya menjaga princess nya itu.,"

__ADS_1


Alby pun mengucapkan terima kasih.


" Lalu kapan kalian akan berangkat?"


Tanya Papa Haidar pada Alby.


" Besok pa. "


Dira membulatkan matanya. Heran bagaimana mungkin Alby bisa merencanakan bulan madu dengan tiba-tiba.


Dira menatap Alby meminta penjelasan.


" Tenang aja, Sayang. Semua sudah Mas urus, kamu tinggal beresin pakaian kamu. "


Ucap Alby kemudian. Setelah menyelesaikan pekerjaan, kini mereka berdua berada di dalan kamar.


" Kamu kenapa gak diskusi sama aku dulu sih, Mas."

__ADS_1


" Karena aku ingin memberikan kamu kejutan."


__ADS_2