
Alby melepas ******* di bibir manis Nadira. Matanya memindai wajah Nadira yang memerah. Lalu membelai lembut wajah manis itu. Nadira membuka matanya, lalu menatap manik mata Alby. Jangan di tanya seberapa merahnya wajah Nadira saat ini. Alby yang melihat wajah Nadira yang memerah tersenyum.
" Kita sholat berjamaah dulu, yuk."
Nadira hanya mengangguk patuh. Alby meminta Nadira lebih dulu ke kamar mandi. Tak lama Nadira pun keluar, di lihatnya Alby sudah menyusun sajadah untuk mereka.
" Seharusnya biar aku aja, Mas."
Nadira berkata pada Alby. Namun Alby lagi-lagi hanya tersenyum.Alby mendekat ke sisi ranjang, di ambilnya lipatan mukenah yang telah di siapkannya.
" Kamu pakai ini ya?"
Nadira menerima itu dengan senang hati. Pemberian pertama Alby kepadanya. Sebuah mukenah berwarna putih berbahan sutra, yang di hiasi dengan sulam dan juga bordir, serta renda di ujung nya. Pilihan yang sangat cantik. Alby melenggang masuk ke kamar mandi. Disaat keluar, Alby telah melihat Nadira memakai mukenah pemberiannya. Alby pun segera berjalan ke arah Nadira, lalu berdiri di hadapannya.
__ADS_1
" Udah siap? Kita mulai ya?"
Alby pun mengimami Nadira. Mereka sholat dengan khusyuknya. Air mata Nadira menetes mendengar suara lantang Alby melantunkan ayat suci. Saat membacakan doa air mata Nadira pun kembali turun, doa yang di mintakan oleh Alby terasa haru di hati Nadira.
" Aamiin."
Nadira mengaminkan doa Alby. Lalu Alby berbalik dan mengulurkan tangannya. Nadira pun menyambut, lalu menciumnya tangan Alby takzim. Alby mencium kening Nadira. Lalu membacakan doa di pucuk kepala Nadira.
" Semoga Allah melindungi rumah tangga kita, kini nanti dan selamanya."
Karena hari sudah hampir pagi, tanpa bisa di cegah, Nadira menguap di saat Alby melepas baju Koko dan pecinya.
" Kamu ngantuk?"
__ADS_1
" He'em. Kenapa Mas?"
Alby menggelengkan kepala, lalu bergegas naik ke ranjang.
" Sini, kita tidur."
Alby menepuk sisi ranjangnya yang kosong. Nadira pun mendekat. Lalu merebahkan diri di samping Alby, ada rasa canggung menghampiri Nadira. Apalagi ini pertama kalinya mereka tidur satu ranjang. Alby menjadikan lengan kokohnya sebagai bantalan kepala Nadira. Nadira pun tertidur dalam sekejap. Karena dirinya sudah sangat lelah hari ini.
Alby memperhatikan wajah teduh Nadira saat tertidur. Hatinya terasa tercubit mengingat perlakuan dirinya dulu pada Nadira. Tanpa terasa air matanya menetes. Alby membelai pipi Nadira dengan lembut, takut membangunkan Nadira yang tertidur. Lalu Alby mengecup kening Nadira. Tak lama Alby pun menyusul menggapai mimpi.
Matahari pagi sudah menampakkan sinarnya. Namun dua insan yang sedang di landa asmara ini belum juga membuka mata, cahaya sang Surya yang menyusup masuk melalui celah gorden, memaksa Alby membuka matanya. Di liriknya Nadira yang masih terlelap, wajah teduh nya menjadi candu untuk di tatap berlama-lama. Dengan sangat pelan, Alby menarik lengannya, dari kepala Nadira. Lalu di gantikan dengan bantal. Alby pun bergegas membersihkan diri.
Suara gemericik air, membangunkan Nadira dari tidurnya. Malam tadi dirinya merasakan tidur yang begitu lelap. Nadira pun bangkit, lalu mengikat rambutnya. Membuka gorden kamar. Agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam. Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Nadira. Tampak Alby yang baru selesai mandi, dan sudah menggunakan bajunya. Tampak rambut nya yang basah, dan itu menambah kadar ketampanan seorang Alby.
__ADS_1
" Sudah bangun? "
Sapa Alby dan langsung melingkarkan tangan ke perut Nadira. Alby memeluk dari belakang, dan mencium leher Nadira.