Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 68


__ADS_3

" Bagaimana keadaanya Dok?"


Dokter pun menjelaskan bagaimana keadaan anak panti yang bernama Aisyah itu. Bu Santi mendadak lemas mendengar penuturan dokter tersebut. Dea dengan sigap memegangi Bu Santi. Tak lama tampak anak kecil berusia delapan tahun itu di dorong keluar dari kamar operasi menuju kamar perawatan.


Waktu beranjak sore, saat Dira dan Alby berpamitan untuk pulang. Di sepanjang lorong rumah sakit, Alby mengandeng tangan Dira. Dira pun menggenggam tangan besar Alby. Saat ini mereka hanya menikmati hari-hari sebagai pengantin "baru". Alby membukakan pintu mobil, lalu meletakkan tangannya di atas kepala Dira agar kepala Dira tidak terpentok. Lalu setelahnya, Alby memutari mobil dan masuk di belakang kemudi.


" Kita mau langsung pulang, atau mau kemana dulu?"


Nadira tampak berpikir sejenak, lalu dirinya mengingat bahwa bahan makanan di rumah sudah mulai habis. Dira pun meminta Alby untuk membawanya ke pusat perbelanjaan. Alby menurutinya. Setelah empat puluh berkendara, kini mereka tiba di sebuah tempat perbelanjaan. Dira mengambil sebuah troli untuk mengangkut bahan belanjaannya.


Dira dan Alby mengambil keperluan rumah mereka. Mulai dari keperluan mandi, cuci dan lainnya. Saat tiba di sayuran segar, Alby mengambil sebuah brokoli dan Dira melihat itu.


" Mau dimasakin brokoli, Mas?"


" Heum..Aku kangen sup brokoli buatan kamu."


Dira pun tersenyum, lalu kembali memasukkan bahan makanan yang lain. Alby ikut membantu memilih beberapa sayur dan ikan. Dira mengerutkan kening, saat melihat begitu banyak bahan makanan di dalam troli nya.

__ADS_1


" Kok banyak banget? " Gumamnya.


" Mas mau, kamu masakin makan siang buat, Mas. Kamu mau kan?"


Dira tersenyum lalu mengangguk. Kini Alby mendorong troli itu kearah kasir. Setelah membayar, Alby pun membawa barang belanjaan mereka, dan meletakkan nya di dalam mobil.


" Mau pulang atau masih ada yang mau di datangi?"


Dira pun meminta Alby untuk pulang, dan ingin segera memasak makan malam untuk mereka. Alby pun melajukan mobilnya menuju arah pulang. Selama perjalanan, mereka banyak menghabiskan waktu untuk saling bercerita. Tak ada kecanggungan lagi diantara mereka. Kini mereka tiba di rumah. Dira ingin membawa barang-barang belanjaannya, namun Alby tak mengizinkannya.


" Biar Mas aja yang bawa."


" Biar si Mbok aja neng, Neng istirahat aja."


" Oh ya mbok.Tolong di susun ya Mbok. Dira mau masak malam. "


Semua barang-barang di susun oleh Mbok Kasum di tempatnya. Ada beberapa barang yang langsung di bawa Alby ke kamar mereka. Setelah Mbok kasum selesai membereskan barang-barang. Alby pun turun membantu Dira di dapur.

__ADS_1


" Mbok, istirahat aja. Biar Dira yang masak ya."


Mbok kasum yang paham atas permintaan Alby pun, tersenyum dan beranjak ke belakang. Sedangkan Dira kini tengah membersihkan brokoli yang akan di olah menjadi sup seperti keinginan Alby.


" Mas bantuin apa nih?"


" Mas bantuin kupasin bawang, bisa gak?"


Dira berkata sambil membersihkan ayam yang sudah di potongnya.


" Bisa dong."


Alby mengambil bawang yang tersedia, lalu mencoba mengupasnya. Alby tampak berulang kali menyeka matanya. Air mata tampak meleleh.


" Mas, kamu nangis?"


" Bawang nya buat perih mata, Yang. Mas nyerah deh. Mas bantuin ngeliatin kamu aja ya?"

__ADS_1


Alby meletakkan bawang yang di kupasnya. Lalu Dira membantunya untuk mencuci wajah Alby.


__ADS_2